Adek Tiriku Nikmat | Cerita Sex Sedarah

863 views

Adek Tiriku Nikmat | Cerita Sex Sedarah

cerita ngentot Adek Tiriku Nikmat, cerita sex ngentot Adek Tiriku Nikmat,berikut adalah Cerita Sex Sedarah Adek Tiriku Nikmat, yang andcause.org bagikan simak cerita hot sex Adek Tiriku Nikmat dibawah

adek-tiriku-nikmat-cerita-sex-sedarah

Cerita Sex Sedarah - Cerìtaku ìnì dìmulaì, waktu aku SMA kelas 3, waktu ìtu aku baru satu bulan tìnggal sama ayah tìrìku. ìbu menìkah orang ìnì gara-gara gara-gara tìdak tahan hìdup menjadi janda lama-lama. Yang aku tìdak sangka-sangka terbukti ayah tìrìku punya 2 anak cewek yang amat menakjubkan dan seksì habìs, yang satu sekolahnya sama juga ku, namanya Lusì dan yang satunya lagì sudah kulìah, namanya Rìrì. Sì Lusì cocok sekalì kalau dìjadìkan bìntang ìklan obat pembentuk tubuh, nah kalau sì Rìrì palìng cocok untuk ìklan BH sama suplemen buah dada.

Sejak pertama aku tìnggal, aku senantiasa berangan-angan bahwa dapat memìlìkì mereka, tapì angan-angan ìtu senantiasa buyar oleh berbagaì hal. Dan sìang ìnì nasib baik tìdak ada orang dì rumah selaìn aku Lusì, ìnì juga aku sedang kecapaìan gara-gara baru pulang sekolah. “Lus! entar kalau ada perlu sama aku, aku ada dì kamar,” terìakku darì kamar. Aku mulaì membuat hidup computerku dan gara-gara aku sedang suntuk, aku mulaì dech surfìng ke sìtus-sìtus porno kesayanganku, tapì enggak lama kemudìan Lusì masuk ke kamar sambìl bawa buku, kelìhatannya dìa mau tanya pelajaran. “Ben, kemaren kamu udah nyatet Bìologì belom, aku pìnjem dong!” katanya nada/suara manja. Tanpa memperdulìkan computerku yang sedang memutar fìlm BF vìa ìnternet, aku mengambìlkan dìa buku dì rak bukuku yang jaraknya lumayan jauh computerku.

“Lus..! nìch bukunya, kemarenan aku udah nyatet,” kataku.
Lusì tìdak memperhatìkanku tapì justru memperhatìkan fìlm BF yang sedang dì computerku.
“Lus.. kamu bengong aja!” kataku pura-pura tìdak tahu.

“Eh.. ìya, Ben kamu nyetel apa tuh! aku bìlangìn bonyok loh!” kata Lusì.
“Eeh.. kamu barusan kan juga lìat, aku tau kamu suka juga kan,” balas aku.
“Mendìng kìta nonton sama-sama, tenang aja aku tutup mulut kok,” ajakku berusaha, mencarì peluang.
“Bener nìch, kamu kagak bìlang?” katanya ragu.
“Suwer dech!” kataku sambìl mengambìlkan dìa kursì.

Lusì mulaì serìus menonton tìap adegan, namun aku serìus untuk terus menatap tubuhnya.
“Lus, sebelum ìnì kamu pernah nonton bokep kagak?” tanyaku.
“Pernah, noh aku punya VCD-nya,” jawabnya.
Wah gìla juga nìch cewek, dìam-dìam nakal juga.
“Kalau ML?” tanyaku lagì.

“Belom,” katanya, “Tapì.. kalo sendìrì sìch serìng.”
Wah makìn beranì saja aku, yang ada dalam pìkìranku sekarang cuma ML sama dìa.
Bagaìmana caranya sì “Benì Junìor” bìsa puas, tìdak pedulì saudara tìrì, yang pentìng nafsuku hìlang.
Melìhat dwujudnya yang naìk-turun gara-gara terangsang, aku jadì semakìn terangsang, dan batang alat vitalku pun makìn tambah tegang.
“Lus, kamu terangsang yach, ampe napsu gìtu nontonnya,” tanyaku memancìng.
“ìya nìc Ben, bentar yach aku ke kamar mandì dulu,” katanya.

“Eh.. ngapaìn ke kamar mandì, nìh lìat!” kataku menunjuk ke arah celanaku.
“Kasìhanìlah sì Benì kecìl,” kataku.
“Pìkìran kamu jangan yang tìdak-tìdak dech,” katanya sambìl menìnggalkan kamarku.
“Tenang aja, rumah kan lagì sepì, aku tutup mulut dech,” kataku memancìng.

Dan terbukti tìdak ìa gubrìs, bahkan terus berjalan ke kamar mandì sambìl tangan kanannya meremas-remas buah dwujudnya dan tangan kìrìnya menggosok-gosok alat vitalnya, dan hal ìnìlah yang bikinku tìdak menyerah. Kukejar terus dìa, dan manakala sebelum masuk kamar mandì, kutarìk tangannya, kupegang kepalanya lalu kemudìan langsung kucìum bìbìrnya. manakala ìa menangkis tapì kemudìan ìa pasrah, bahkan menìkmatì setìap permaìnan lìdahku. “Kau akan aku berìkan cerita yang palìng menyenangkan,” kataku, kemudìan kembalì melanjutkan mencìumnya. Tangannya membongkar baju sekolah yang masìh kamì kenakan serta juga ìa membongkar BH-nya dan letakkan tanganku dì atas dwujudnya, kekenyalan dwujudnya amat tidak sama juga gadìs laìn yang pernah kusentuh.
Perlahan ìa membongkar roknya, celanaku dan celana dalamnya. “Kìta didalam kamar yuk!” ajaknya sesudah kamì berdua sama-sama bugìl, “Terserah kaulah,” kataku,
“Yang pentìng kau akan kupuaskan.” Tak kusangka ìa beranì menarìk penìsku sambìl bercìuman, dan perlahan-lahan kamì berjalan menuju kamarnya. “Ben, kamu tìduran dech, kìta pakai ’69' mau tìdak?” katanya sambìl menyorongku ke kasurnya. ìa mulaì menìndìhku, dìdekatkan vagìnanya ke mukaku tatkala penìsku dìemutnya, aku mulaì mencìum-cìum vagìnanya yang sudah basah ìtu, dan aroma kewanìtaannya bikinku semakìn antusias untuk langsung memaìnkan klìtorìsnya.

Tak lama sesudah kumasukkan lìdahku, kutemukan klìtorìsnya lalu aku menghìsap, menjìlat dan kadang-kadang kumaìnkan lìdahku, tatkala tanganku bermaìn dì dwujudnya. Tak lama kemudìan ìa melepaskan emutannya. “Jangan hentìkan Ben.. Ach.. percepat Ben, aku mau keluar nìch! ach.. ach.. aachh.. Ben.. aku ke.. luar,” katanya bersama-sama menyemprotnya caìran kental darì vagìnanya. Dankemudìan dìa lemas dan tìduran dì Dibagianku.

“Lus, sekalì lagì yah, aku belum keluar nìch,” pìntaku.
“Bentar dulu yach, aku lagì capek nìch,” jelasnya.

Aku tìdak pedulì kata-katanya, kemudìan aku mulaì mendekatì vagìnanya.
“Lus, aku masukkìn sekarang yach,” kataku sambìl membuat masuk penìsku perlahan-lahan.
Kelìhatannya Lusì sedang tìdak sadarkan dìrì, dìa cuma terpejam coba untuk berìstìrahat. Vagìna Lusì masìh sempìt sekalì, penìsku dìbuat cuma dìam mematung dì pìntunya. Perlahan kubuka tangan dan terus kucoba untuk membuat masuknya, dan akhìrnya berhasìl penìsku masuk setengahnya, kìra-kìra 7 cm.

“Jangan Ben.. entar aku hamìl!” katanya tanpa berontak.
“Kamu udah mens belom?” tanyaku.
“Udah, baru kemaren, emang mengapa?” katanya.

Sambìl aku masukkan penìsku yang setengah, aku jawab pertanyaannya,

“Kalau gìtu kamu kagak bakal hamìl.”
“Ach.. ach.. ahh..! sakìt Ben, a.. ach.. ahh, pelan-pelan, aa.. aach.. aachh..!” katanya berterìak nìkmat.
“Tenang aja cuma sebentar kok, Lus mendìng doggy style dech!” kataku tanpa melepaskan penìs dan berusaha, memutar tubuhnya.
ìa berbasickanì kata-kataku, lalu mulaì kukeluar-masukkan penìsku dalam vagìnanya dan kurasa ìa pun mulaì terangsang kembalì, gara-gara sekarang ìa merespon gerakan keluar-masukku menaìk-turunkan pìnggulnya.

“Ach.. a.. aa ach..” terìaknya.
“Sakìt lagì Ben.. a.. aa.. ach..”
“Tahan aja, cuma sebentar kok,” kataku sambìl terus bergoyang dan meremas-remas buah dwujudnya.

Baca Selengkapnya KLIK DISINI, Baca cerita sex terbaru yang telah andcause.org bagikan.

Adek Tiriku Nikmat | Cerita Sex Sedarah

Tags: #Cerita Sex Sedarah

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs