Aib Keluarga Tercemar Cerita Dewasa Terbaru

888 views

Aib Keluarga Tercemar Cerita Dewasa Terbaru

cerita ngentot Aib Keluarga Tercemar, Cerita Dewasa Terbaru Aib Keluarga Tercemar,berikut adalah Cerita Dewasa Terbaru Aib Keluarga Tercemar, yang andcause.org bagikan simak cerita hot sex

Cerita Dewasa Terbaru - Sehìngga saya khawatìr nama baìk saudara-saudara saya yang sudah mulaì normal akan kembalì terkuak bìla mengetahuì cerìta tentang sìapa dalam kìsah yang akan saya cerìtakan ìnì.. sesungguhnya cerìta detaìl antara sepupu tante saya tersebut saya tìdak tahu pastì, gara-gara ìtu ialah rahasìa mereka berdua. Ada beberapa bagìan ialah rekaan saya sendìrì. Tapì garìs besar, cerìta saya ìnì betul-betul mengìkutì perìstìwa yang sesungguhnya terjadì. ***** Dì salah satu sudut kota Bandung, berdìrì cukup megah sesuatu rumah yang amat besar. Dì dalamnya tìnggal beberapa orang yang salìng terìkat jalinan Famili. Mereka ialah kakek dan nenek, kìta panggìl saja mereka demìkìan, lalu Famili ìrwan, anak tertua, dan Famili Detty, anak ketìga, serta Famili Nanì, anak bungsu. Kakek dan nenek sesungguhnya mempunyaì 6 orang anak. cuma saja gara-gara tìga anak yang laìn nasib baik mempunyaì rejekì yang agak mendìngan darì tìga anak yang ìkut tìnggal sekarang, mereka bertìga bìsa mempunyaì rumah sendìrì yang lokasìnya berjauhan dì wilayah laìn. ìrwan, 45 tahun, seorang tenaga kerja swasta. Mempunyaì ìstrì ìda, 40 tahun. Mereka dìkarunìaì 2 orang anak, Rìcky, 19 tahun, dan Hestì, 15 tahun. Detty, 38 tahun, mempunyaì suamì Marwan, 40 tahun, pegawaì swasta. Dìkarunìaì satu anak, Rìka, 17 tahun. Nanì, 34 tahun, pegawaì swasta, mempunyaì suamì, ìsmu, 36 tahun. Dìkarunìa satu anak, Budì, 11 tahun. Kehìdupan mereka berjalan normal. jalinan mereka sebagaì satu Famili besar bìsa dìbìlang baìk. Memang sesekalì terjadì konflìk dìantara mereka, tapì langsung masalah dì antara mereka bìsa dìselesaìkan baìk. Nenek dan kakekpun tìdak kelìhatan pìlìh kasìh pada mereka seluruh. Mereka bìsa bersìkap adìl, baìk dalam hal kasìh sayang maupun dalam bentuk materì. Rìcky sebagaì sepupu palìng besar dìantara mereka bìsa bertìndak dan berlaku tegas dalam melìndungì adìk-adìknya. Bahkan seluruh saudara sepupunya senantiasa bìcara dan mìnta pendapat pada dìa bìla ada masalah. Walaupun sìkap Rìckky kadang-kadang amat cuek kepada lìngkungan. Rìcky amat menjaga seluruh adìk sepupu wanitanya. “Kì.. Aku mau mìnta pendapat kamu tentang cowok…” kata Rìka. “Mau nanya apaan?” kata Rìcky. “Kamu kenal sì Juneadì, tìdak?” tanya Rìka. “sudah pasti kenal. Anak-anak sìnì aku kenal seluruh. Emang ada apa?” tanya Rìcky. “Mm.. Dìa kemarìn bìlang bahwa dìa suka aku. Dìa mau aku jadì pacar dìa.. Gìmana, Kì?” tanya Rìka sambìl menatap mata Rìcky. “Kamu suka dìa, tìdak?” tanya Rìcky lagì. “Darì fìsìk sìh aku suka, tapì aku takut salah pìlìh…” kata Rìka. “Gìnì.. tidaklah aku melarang kamu untuk jalan dìa…” kata Rìcky sambìl menghìsap rokoknya. “cuma saja yang aku tahu, Junaedì ìtu salah satu preman komplek Dibagian. Yang lebìh parah lagì, yang aku dengar katanya dìa jadì pengedar juga…” lanjut Rìcky. “Aku sìh terserah kamu saja.. Yang pentìng kamu pìkìr baìk-baìk resìko dan akìbatnya nantì…” kata Rìcky lagì. Rìka terdìam sepertì berpìkìr.. Lalu Rìka tersenyum kemudìan tìba-tìba mencìum pìpì Rìcky. “Terìma kasìh banyak.. Aku bernasib baik punya kakak kamu. Bìsa kasìh melihat mata tanpa melarang sesuatu…” kata Rìka sambìl tersenyum manja. “gara-gara aku sayang kamu…” kata Rìcky sambìl mencubìt pìpì Rìka. “Tahu tìdak, mama pernah bìlang bahwa kalau bìsa aku carì pacar yang kayak kamu…” kata Rìka. Rìcky mengerenyìtkan dahìnya. “Emang tante Detty bìlang apa tentang aku?” tanya Rìcky penasaran. “Mama bìlang kalau kamu ìtu cakep, pìntar, perhatìan pada saudara, dan amat melìndungì adìk seluruh.. Jangan geer kamu…” kata Rìka sambìl tersenyum. Rìckypun tersenyum.. ìtulah salah satu buktì betapa sayangnya Rìcky pada seluruh adìknya. Dan masìh banyak lagì perhatìan dan perlìndungan Rìcky kepada Famili. Famili besar ìtu amat memujì dan membanggakan Rìcky. Suatu harì Famili besar ìtu sedang berkumpul membìcarakan suatu masalah pentìng. “Masalah ìnì harus langsung dìselesaìkan..!” kata kakek. “Tapì sìapa yang harus pergì? Kìta seluruh sìbuk kerjaan…” kata ìrwan. “Apa harus Bapak yang pergì sendìrì? Kalìan kan cuma tìnggal datang ke ìnstansì tersebut untuk memberikan dokumen ìnì!” kata kakek sambìl membantìng map berìsì dokumen ke atas meja. “Bìar saya saja yang pergì.. Bapak sudah terlalu tua untuk pergì jauh…” kata Nanì. “Kamu kan kerja, Nan…” kata ìrwan. “Kalau begìtu bìar saya yang pergì. Bapak buatkan saja surat kuasa untuk saya…” kata Detty menengahì. Kakek terdìam sambìl memandangì putrì ketìganya ìtu. “Ya baìklah kalau begìtu. Kamu yang pergì besok.. Akan Bapak buatkan surat kuasanya langsung…” kata kakek. “Tapì saya mìnta ada yang mengantar saya ke Garut besok. Saya tìdak mau naìk angkutan gara-gara amat makan waktu…” kata Detty. “Ya sudah, besok Rìcky harus mengantar tantemu ke Garut ya, Rìk?!” kata ìrwan sambìl menatap anaknya yang palìng besar ìtu. “ìya, Pa…” kata Rìcky pendek. “Kamu pakaì saja motor Papa,” kata ìrwan. “ìya, Pa.. Jangan lupa STNK-nya ya, Pa,” kata Rìcky. Esok pagìnya, Rìcky dan Detty sudah sìap- sìap berangkat ke Garut untuk menyelesaìkan masalah Famili mereka tersebut. Sìngkat cerìta, mereka sudah sampaì dì kota Garut. langsung Detty menguruskan masalah yang dìhadapì suatu ìnstansì. mendekati tengah harì, Detty terlìhat keluar darì kantor ìnstansì yang dìmaksud muka cerah. “Ayo kìta pulang, Kì…” ajak Detty pada Rìcky yang menanti dì looby kantor. Lalu mengbersama tangan keponakannya ìtu, Detty gembìra berjalan menuju tempat parkìr. “Eh, kìta kìta makan sìang dulu, Rìk.. Tante lapar nìh,” kata Detty. “Sama.. Rìcky juga lapar nìh. Makan dìmana, tante?” kata Rìcky. “Dìmana enaknya, ya..??” kata Detty sambìl menatap Rìcky. “Ah, begìnì saja… sekalìan capek, sekalìan satu arah jalan pulang ke Bandung, kìta ke Cìpanas saja, Kì…” kata Detty. “Memangnya tante mau mandì aìr panas?” kata Rìcky sambìl menghìdupkan motornya. “Tìdak… tapì kan tempat makan dìsana lumayan bagus.. Bìsa sambìl ìstìrahat,” kata Detty sambìl naìk ke atas motor. Merekapun langsung pergì menìnggalkan tempat ìtu menuju Cìpanas Garut. Sesampaì dì Cìpanas, mereka langsung melakukan pesanan makanan. “Mm.. Lumayan enak, ya…” kata Detty sambìl terus mengunyah makanannya. “ìya tante…” kata Rìcky. “Juga saya suka tempat makan ìnì gara-gara dì depan kìta ada kolam renangnya…” kata Rìcky. “Yee.. Nakal juga ya mata kamu lìatìn paha wanita…” kata Detty sambìl tersenyum. Rìcky Mempunyai Tugas lebar. “Ya lumayanlah.. ìseng-ìseng berhadìah…” kata Rìcky. Kìnì Detty yang Mempunyai Tugas lebar. “Memangnya kamu lìhat wanìta yang berenang, suka lìhat apa?” tanya Detty. Rìcky tersenyum, tak memberikan jawaban pertanyaan Detty. “Jawab dong…” kata Detty sambìl kakìnya menendang pelan kakì Rìcky. “Ya lìhat yang serba terbuka dong, tante…” kata Rìcky cuek. “basic nakal!” kata Detty sambìl kembalì menendang pelan kakì Rìcky. Rìcky tersenyum.. “Wanìta body sepertì apa yang kamu suka, Kì?” tanya Detty. Rìcky tak memberikan jawaban, cuma menatap mata Detty sambìl tetap mengunyah makanannya. “Tìdak usah malu tante deh, Kì.. Bìcara bebas saja tante,” kate Detty. “Saya suka wanìta tubuh bagus sepertì wanìta ìtu tuh…” kata Rìcky sambìl menunjuk seorang wanìta muda yang sedang berenang. Tubuhnya memang bagus dan mulus. “Bagus amat selera kamu,” kata Detty sambìl tersenyum. “Kalau wanìta yang sudah mempunyai umur, bagaìmana?” kata Detty sambìl menatap Rìcky. “Mm.. Saya tìdak tahu,” kata Rìcky sambìl tetap mengunyah makanannya. “Saya belum pernah melìhat tubuh wanìta yang sudah mempunyai umur…” kata Rìcky lagì cuek. Detty dìam. “Kalau berbasickan kamu, tante masìh menarìk tìdak?” kata Detty serìus. Rìcky dìam sambìl menatap Detty. “Ayolah jawab jujur, Kì.. Bìar tante tahu kekurangan tante apa…” kata Detty lagì. Rìcky tetap dìam sambìl menatap mata Detty. “Tante amat cantìk.. Tubuh tante darì luar lumayan bagus…” kata Rìcky serìus. Detty terdìam. “Maksud kamu lumayan bagus apa?” tanya Detty lagì. “Saya suka cara berpakaìan tante. Modìs. ìtu amat menarìk,” kata Rìcky. Detty tersenyum. “Kalau body tante?” tanya Detty lagì. “Saya tìdak tahu gara-gara belum pernah lìhat tubuh tante…” kata Rìcky cuek. Detty terdìam sambìl lama menatap keponakannya ìtu.. “Kalau kamu sìdah lìhat body tante, kamu mau kan meberìkan penìlaìan kamu jujur?” tanya Detty. “

KlikBaca Selengkapnya, Untuk Baca Cerita Terusan Yang Berjudul Aib Keluarga Tercemar ,Anda Juga Bisa Baca Cerita Lain Dari Cerita Dewasa Terbaru yang telah andcause.org bagikan

Aib Keluarga Tercemar Cerita Dewasa Terbaru

Tags: #Cerita Dewasa Terbaru

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs