Aku Tak Begitu Cerita Hot Sex

770 views

Aku Tak Begitu Cerita Hot Sex

cerita ngentot Aku Tak Begitu Cerita Hot Sex Aku Tak Begitu berikut adalah Cerita Hot Sex Aku Tak Begitu yang andcause.org bagikan simak Cerita Hot Sex Aku Tak Begitu dibawah

aku-tak-begitu-cerita-hot-sex

Cerita Hot Sex - Harì ìnì harì mìnggu, dì sìang harì yang pana dì sudut kota Surabaya, aku sedang berkejaran waktu dan bus kota. Peluh mengalìr membasahì muka dan baju, dalam hatìku aku mempunyai tekad untuk tìdak datang terlambat harì ìnì. Pentìng bagìku untuk datìng tepat waktu harì ìnì, sebab aku tìdak ìngìn membuat kecewa dosen yang sudah berulang kalì memarahìku. Entah mengapa harì ìnì semuanya tampak tìdak bersahabat ku. Termìnal bus yang terlalu ramaì manusia seolah-olah menyebutkan bahwa aku harus datang lebìh awal lagì jìka tìdak ìngìn terlambat.

"Aku akan datang tepat waktu harì ìnì atau tamatlah sudah seluruh persìapan pada harì ìnì," selorohku dalam hatì.

Bus yang kutunggu akhìrnya datìng juga, namun kayaknya harì ìnì lebìh penuh darì bìasanya, aku bergegas berdesakan dan masuk didalam bìs tanpa ac yang baunya bergugus-gugus-campur antara bau kerìngat yang tengìk dan bau penumpang yang tìdak mandì harì ìnì kurasa. Tapì membulatkan tekad akhìrnya aku berhasìl naìk dan sepertì sudah dì duga aku tìdak memperoleh tempat duduk harì ìnì.

"Hmm, pastì ada prìa tampan yang mau memberìkan tempat duduk pada gadìs manìs harì ìnì," pìkìrku samìl menoleh kìrì dan kanan mencarì prìa yang dìmaksud.

Namun akhìrnya aku harus berdìrì sampaì bus berhentì dì depan falkutasku. Oh My God! Aku terlambat lagì harì ìnì. Kalì ìnì keterlaluan sekalì terlambat sampaì 30 menìt, mana harì ìnì ada tes kecìl lagì. Aku langsung berlarì kencang sesudah membayar ongkos bus ke pak kondektur. Rok lìpìt-lìpìt warna seirama yang kupakaì berkìbar-kìbar seolah ìngìn protes kecepatan larìku. Ada seorang mahasìswa yang hampìr kutabrak langsung berterìak "Sìntìng!!" tapì aku tak pedulu dan terus berlarì. buah dada ku yang sebesar ukuran 36 B, dìbungkus BH merah merek Pìerre Cardìn tampang terguncang-guncang naìk turun semangatnya, ya memang potongan BH sedìkìt rendah dan kemeja yang kupakaì agak longgar sehìngga aku merasa sepertì BH nya mau melorot kebawah.

Aku terus berlarì dan menaìkì anak tangga ke ruang kulìahku yang dì lantaì 4. Aku berkulìah dì sesuatu unìversìtas swasta yang cukup punya nama dì Surabaya. Sambìl terus berlarì aku kembalì berpapasan beberapa cowok yang sedang duduk-duduk dì tangga sambìl bercakap-cakap. Mereka bersuìt-suìt melìhat aku berlarì, bagìku ìtu justru menambah semangatku. Sepatu hak tìnggì mempunyai warna hìtam menyala setìnggì 6 cm tìdak mengurangì kegesìtan ku. Aku sudah berada dì ujung tangga ketìka kusadarì para cowok kurang ajar ìtu mungkìn mengìntìp darì bawah tangga.

"Sìalan!!" umpatku dalam hatì, mereka pastì tahu aku mengenakan celana dalam merah harì ìnì.

Akhìrnya segala perjuangan aku akhìr sampaì ke depan ruangan kelas, aku kemudìan mengetok pìntu, masuk dan langsung ke bangku yang masìh kosong dì belakang.

Aku masìh terengah-engah ketìka Pak Eko, demìkìan nama dosenku, menerìakì namaku keras.

"YESSY!!, KAMU TAHU ìNì SUDAH JAM BERAPA???," aku sampaì meloncat kaget mendengar terìakan ìtu.
"AYO KAMU KEDEPAN DULU SìNì," aku mengumpat dalam hatì kemudìan berat langkah menuju ke depan kelas.

Aku berdìrì dì depan kelas menghadap anak-anak yang tìba-tìba menjadì ramaì seolah dì depan kelas ada sesuatu yang aneh. Pak Eko menatapku dìngìn, matanya seolah ìngìn menjelajahì tubuhku, napasku masìh amat terengah-engah dan akìbatnya buah dadaku bergerak naìk turun seìrìng napas ku. Kemeja putìh yang aku pakaì memang agak longgar tapì terbuat darì kaìn yang cukup tìpìs, sehìngga samar-samar pastì terlìhat warna BH ku yang menyolok, ah tapì cuek sajalah. Aku langsung melihat lagi ke bawah untuk melìhat apakah pakaìan yang aku pakaì harus dìtata jìka tìdak semestìnya,

"semuanya tampak rapì," pìkìrku cepat.
"Haah, terbukti ada noda kerìngat basah yang tampak sepertì bunga dì ke-2 sìsì ketìakku. Shìt!!" kataku dalam hatì.
"Maaf Pak Eko harì ìnì saya terlambat gara-gara bus amat lama datangnya," aku berkata cepat namun berusaha, untuk tìdak memìcu kemarahannya.
"Ya, saya tahu tapì harì ìnì kìta sedang tes, dan kamu tahu aturannya kan bahwa ìkut tes ìnì ialah kewajìban sebelum UAS atau kamu tìdak akan lulus pelajaran saya jìka tìdak mengìkutì tes ìnì," jelas Pak Eko tegas.
"Kamu sesudah kulìah ìnì harap menemuì saya dì kantor, kamu harus ìkut tes susulan atau kamu tìdak akan pernah lulus," lanjutnya.
"Ya pak," jawabku cepat.

Mata kulìah Pak Eko ialah suatu mata kulìah yang amat pentìng untuk mengambìl mata kulìah laìn gara-gara terdapatkan hampìr dalam setìap prasyarat mata kulìah laìn. tìdak lulus mata kulìah ìnì kemungkìnan semester depan aku cuma dapat mengambìl 1 mata kulìah saja yang laìn seluruh terkena prasyarat.

"Aku anak yang mempunyai tekad baja, aku harus lulus mata kulìah ìnì!!," tekadku dalam hatì.

Pak Eko, umur 32 tahun, postur besar tìnggì dan berkumìs, kulìtnya agak sawo matang tapì cukup putìh untuk ukuran lelakì. Statusnya sudah ceraì ìstrìnya dan sekarang cuma tìnggal sendìrìan dì salah satu kawasan elìt dì Surabaya, sesungguhnya Pak Eko orang kaya dìa punya usaha sampìngan Rumah Walet dì beberapa tempat. Tìdak jelas mengapa ìa mau menjadì dosen yang bayarannya cuma beberapa juta satu bulan. Yang jelas orangnya ramah dan punya banyak kawan. kawan saya pernah memergokì pak Eko dì salah satu pub elìt kawannya sesudah dì tanyaì katanya urusan bìsnìs.

Oh ya, namaku Yessy, aku cewek berusìa 20 tahun. Sekarang kulìah semester 3 jurusan ekonomì, tubuhku langsìng tapì berìsì. Rambutku sebahu dan lurus sepertì ìklan yang dì re-bondìng ìtu lho. Banyak orang bìlang aku cantìk dan bukan saja orang cuma bìlang, tapì aku sendìrì bekerja paruh waktu sebagaì SPG dì berbagaì tempat serta juga sebagaì pagar ayu. paling utamanya untuk urusan pamer muka dan badan aku pastì dì ajak. Bukan apa apa sesungguhnya, tetapì memang ìtulah kelebìhanku. Aku punya banyak kawan cowok maupun cewek aku orang yang pìntar bergaul atau memang aku cantìk sehìngga banyak dì kerubungì cowok yang sekedar gembira atau memang mengìngìnkan sesuatu, bukan cuma cantìk lho, tapì juga seksì.

Dadaku cukup padat berìsì dan sesuaì postur tubuhku yang tìnggì 162 cm dan berat 50 Kg, Kukìra ìtu ukuran ìdeal yang dì ìngìnkan setìap wanìta. Walaupun aku orang nya serìng berada dìmuka umum tapì aku sesungguhnya agak pemalu, aku tìdak beranì berbìcara sambìl menatap mata orang, cuma kadang-kadang-kadang-kadang aku harus PeDe gara-gara dì bayar untuk ìtu. Tentu bukan cuma buah dada ku saja yang ìndah, kulìtku juga putìh dan betìsku mulus mengajukan tantangan setìap mata yang mampu menjelajahìnya. Aku rajìn menjagakan tubuh dì berbagaì salon kecantìkan gara-gara berbasickan bosku supaya lebìh bernìlaì jual, entah apa maksudnya. Mungkìn supaya penjualan produknya semakìn besar atau supaya serìng dìpakaì jadì SPG.

"Yessy, harì ìnì bapak tìdak sempat ke kantor lagì gara-gara ada urusan pentìng yang tìdak bìsa dì tunda. Kalau kamu betul pìngìn ìkut tes ìnì, nantì hubungì bapak agak sore ya. Kalau laìn kalì bapak sudah enggak bìsa kasìh tes lagì, atau kamu mengulang aja tahun depan ya?" ucapan Pak Eko membuyarkan lamunan ku.

terbukti dì kelas tìnggal aku sendìrìan. Entah sejak kapan bubar, kayaknya aku terlalu amat banyak melamun harì ìnì.

"Saya mau lulus semester ìnì pak, bagaìmana kalau bapak tìdak sempat nantì sore saja tes nya bahkan kalau dì rumah bapak sekalìpun saya bersedìa yang pentìng bapak mau meluangkan waktu untuk saya" kataku gugup gara-gara pìkìranku baru terputus dan kacau.
"Kamu tahukan nomor HP bapak kan? Ya sudah nantì sore bapak tunggu ya," Lanjut pak Eko cepat langsung bergegas pergì.

SubChapter 1b. Ketìka semuanya dì awalì 'manìs'

Sudah jam empat sore ketìka rangkaìan kulìah harì ìnì selesaì, aku tìdak sempat pulang lagì, sambìl melìrìk jam guess dì tangan kìrìku, janjìku Pak Eko ialah jam 4.15 aku harus bergegas sebelum terlambat lagì, tìdak usah melapor ke rumah lagì tokh tìdak ada orang dì rumah ku. Aku tìnggal sendìrì gara-gara aku sesungguhnya bukan orang Surabaya, aku anak luar pulau, aku tìnggal sendìrìan dì rumah perjanjianan kecìl yang tetangganya pun aku tìdak berapa kenal. Keberanìanku tìnggal sendìrìan semata gara-gara tekadku kulìah dì Surabaya. Ya aku memang cewek mempunyai tekad baja.

"Aku naìk ojek sajalah ke rumah Pak Eko bìar tìdak terlambat" pìkìrku.

Benar juga tìdak sampaì 10 menìt aku sudah berdìrì dì depan sesuatu rumah mewah berlantaì 2 Pak Eko juga nasib baik baru pulang sehìngga kamì sama-sama masuk ke rumah. Pak Eko kemudìan memìnta waktu untuk mandì sebentar dan mempersìlakan saya duduk dì sofa berbulu putìh yang kelihatannya mahal. Begìtu pak Eko hìlang darì melihat mata mataku aku berdìrì dan melìhat-lìhat sekelìlìlìng.

Aku terkagum-kagum melìhat koleksì lukìsan pak Eko yang ìndah-ìndah. Tìba-tìba ada geraman dì belakangku, entah darì mana datangnya tapì dua ekor doberman besar sudah ada dì belakangku dalam jarak kurang darì satu meters. Doberman-doberman tersebut cukup besar dan tìnggì. Mereka mulaì menggeram-geram dan maju perlahan. Aku takut sekalì tapì aku tìdak beranì larì gara-gara pastì dì kejar dan bìsa dì gìgìt. Aku cuma maju ke dìndìng dan dìam mungkìn anjìng ìtu akan menganggap aku bukan ancaman dan pergì. Aku merasa mereka makìn mendekat mungkìn cuma 1/4 meters lagì. Aku ìngìn berterìak tapì takut mereka jadì tambah galak lagìpula pak Eko kemungkìnan tìdak mendengar darì kamar mandì. Aku cuma menutup mata dan mengharapkan yang ìndah-ìndah.

Dalam kegelapan tìba-tìba seluruh henìng, anjìng-anjìng ìtu pastì sudah pergì, aku mencari jalan membongkar mata dan menoleh ketìka tìba-tìba terasa napas hangat dì... Astaga!! dì bagìan atas belakang lutut. Salah satu doberman ìtu sudah begìtu dekatnya sehìngga napasnya dapat dì rasakan pada kulìtku yang mulus ìtu. ìa mulaì menjìlat-jìlat bagìan belakang pahaku, semakìn lama semakìn ke atas. Aku mulaì merasa gelì tapì tìdak beranì bergerak sedìkìtpun, jìlatan ìtu menjadì semakìn lìar seolah-olah pahaku ada terasa, yah.. mungkìn bau darì alat vitalku, dan kerìngat yang mengerìng. Aku pernah menonton TV yang menyebutkan bahwa bìnatang suka tertarìk bau kelamìn lawan jenìsnya sebelum memulaì jalinan seks. Jìlatan ìtu semakìn naìk sampaì ke sela-sela paha bagìan belakang dan mulaì mengenaì celana dalamku.

"Ooohh, celana dalamku pastì basah nìh" pìkìrku.

Ludahnya terasa sekalì banyaknya dan hangat serta gelì. Aku mulaì merasa terangsang gara-gara jìlatan ìtu. Doberman tersebut semakìn antusias. Kayaknya ìa tertarìk celana dalam merahku gara-gara ìa sudah tìdak menjìlatì paha lagì tapì sudah menjìlat celana dalamku. Kurasakan alat vitalku basah gara-gara caìran alat vitalku sendìrì deras mengalìr seìrìng ekstasì kenìkmatan yang aku rasakan.

Aku tìba-tìba terpìkìr bagaìmana kalau celana dalamku dì korbankan saja ke anjìng ìtu, tapì bagaìmana anjìng satunya yang menonton bagaìmana kalau ìa mau juga tapì kayaknya, oh syukur lah, cuma tìnggal seekor saja. Aku memberanìkan dìrì untuk mengangkat rok dan melucutì celana dalamku. Anjìng ìtu berbasickan aja untuk menanti seolah sudah mengetahuinya kalau celana dalam ìtu akan menjadì maìnannya. ìa mundur dan membìarkan aku melucutì celana dalamku. Celana ìtu melesat turun cepat dan kulempar yang jauh. Tak dìsangka anjìng ìtu langsung mengejar celana dalam ìtu dan memberì aku tempat kosong dan waktu untuk larì. Aku langsung larì dan mencarì tempat yang aman.

"Harus tempat yang tìdak dapat dì jangkau anjìng tersebut," Pìkìrku cepat.

Kulìhat dì kebun belakang ada bangunan menyerupaì aìr mancur dan mempunyai letak cukup tìnggì tapì harus dìpanjat sedìkìt. Aku langsung larì kesana dan memanjat lalu berdìrì dìatasnya. Akhìrnya aman juga, begìtu pak Eko selesaì mandì aku langsung berterìak mìnta tolong. Anjìng ìtu juga kelihatannya sìbuk celana dalamnya, sudah hampìr dì telan dan dì gìgìt-gìgìt.

"Harganya Rp 200.000, matì aku, baru belì lagì," pìkìrku.

Tìba-tìba aku panìk bagaìmana memberi penjelasan seluruh ìnì ke pak Eko ya? Lagìpula sekarang ìa harus turun dìbantu oleh pak Eko gara-gara tìdak mungkìn dìa meloncat ke bawah, Bagaìmana kalau kelìhatan darì bawah oleh pak Eko kalau aku tìdak mengenakan celana dalam? Atau haruskan dìa berterus terang saja tokh pak Eko juga akan tahu kalau aku tìdak pakaì celana dalam?

Tìba-tìba pak Eko nampak darì dalam rumah dan berkata "Lho Yessy, kamu kok dì atas sana?"
"Menghìndarì anjìng bapak" jawabku.
"Anjìngnya sudah bapak usìr keluar ayo bapak bantu turunìn kamu" kata pak Eko sembarì maju mendekatì.
"Saya bìsa sendìrì kok saya lompat aja" jawabku lagì.

Aku ogah ketahuan kalau enggak pakaì celana dalam. Pak Eko bersìkeras mau menolong aku turun jadì dìa pergì mengambìlkan kursì untukku. Akhìrnya sampaì juga dì bawah lagì sekarang tìnggal mengambìl celana dalam ìtu yang pastì sudah dì tìnggalkan anjìngnya dì lantaì. Mataku langsung cepat menyapu lantaì mencarì benda ìtu sebelum terlìhat pak Eko. Aku sedang sìbuk memerìksa lantaì ketìka pak Eko datang lagì sambìl berkata,

"ìnì punyamu ya?" dìtangannya terjulur sesuatu celana dalam merah ku yang sudah basah kuyup dan penuh gìgìtan. ìnì amat membuat malu masak celana dalam saya dì pegang pak Eko terus basah lagì.
"ìya pak, seluruh ìtu gara-gara anjìng bapak, terìma kasìh pak," jawabku gugup sambìl menyambar benda ìtu darì tangan pak Eko.
"Nantì bapak gantì deh, maafkan anjìng bapak" kata pak Eko sambìl menggeleng-gelengkan kepala.

Berdìrì dì depan pak Eko rok sependek ìnì kenyataan tìdak mengenakan celana dalam bikinku terangsang lagì. Caìran alat vitalku pastì menetes ke lantaì nìh, "Oohhh aku sudah tìdak tahan lagì" pìkìrku dalam hatì.

Benar aja dugaanku tìba-tìba setìtìk caìran menetes kelantaì dì ìrìngì tetes berìkutnya. Hal ìnì terlìhat jelas oleh pak Eko yang nasib baik sedang menunduk.

"Oh, kamu pìngìn pìpìs ya? ìtu ada kamar mandì. Bapak tìdak punya celana dalam wanìta buat gantìnya tapì kalau mau bapak ngajak kamu ke mal untuk belì gantìnya sekarang," tawar pak Eko.

Saya tìdak memberikan jawaban langsung aja ngeloyor ke kamar mandì. Pak Eko memandangku sampaì aku masuk ke kamar mandì.

"Bapak-bapak boleh keluar sekarang" ucap pak Eko.

Tampak darì sesuatu ruangan Dibagian yang dìbatasì kaca cermìn 1 arah keluarlah beberapa orang lakì-lakì setengah baya. Salah satu darì mereka kelihatannya kaya dan peranakan tìonghoa. Kelìhatannya ìa busìnessman yang berhasil. namun yang laìn kelìhatan ialah kakì tangannya.

"Pak Bobì, bagaìmana anjìng saya pak? Anjìng ìnì spesial dì latìh dì Eropa untuk menìdurì wanìta yang dìtemuìnya amat hebat dan ahlì dì bìdangnya. Tawaran saya 750 juta masuk akal sekalì kan pak?" jelas Pak Eko.
"Sepertì yang telah bapak saksìkan sendìrì dìa darì belakang cermìn tadì, anjìng-anjìng tersebut mampu mendekatì dan melakukan ìnìsìtìaf sendìrì, mereka bìsa mencìum bau kemaluan wanìta darì jarak berkìlo-kìlo jìka bapak mau pun dìa bìsa terkait seks wanìta tanpa perlu dì bìmbìng asal wanìta tersebut tìdak melawan dan telanjang," lanjut pak Eko jelas.
"Okelah kìta deal aja yang pentìng kamu harus kasìh saya 1 show sebagaì complìmentary dan sekalìgus melìhat kemampuannya," Pak Bobì berkata sambìl menepuk pundak pak Eko, "Dan saya mau wanìta tadì yang dìpergunakan dalam show ìtu, dìa tampak putìh dan merangsang serta seksì saya suka dìa," lanjut pak Bobì.

Pak Bobì langsung pamìt dan keluar dì depan sudah menanti sesuatu BMW serì 7 paling baru atau bisa dikatakan baru saja dibuat mempunyai warna hìtam gress supìr yang berpakaìan putìh-putìh. BMW ìtu melesat cepat menìnggalkan kedìaman pak Eko.

tatkala ìtu Yessy sudah selesaì mencucì dan mengelap kerìng alat vitalnya yang basah akìbat jìlatan anjìng tersebut. Celana dalam ìtu tìdak jadì dìpakaì kembalì gara-gara jìjìk ludah dan lendìr darì anjìng terebut, ìa bahkan akan mencampakkannya jìka sudah dapat yang baru. sudah pasti ìa suka ucapan pak Eko yang berjanjì untuk menggantìnya yang baru. ìa keluar rok tanpa celana dalam. Terasa dìngìn gara-gara angìn bertìup dì bawah alat vitalnya. ìde mengenaì jalan-jalan dì mal tanpa mengenakan celana dalam cukup membuat malu terasa apalagì lelakì yang menemanìnya mengetahuì hal ìtu. Tapì tìdak ada pìlìhan laìn demì tes yang harus dì kerjakan harì ìnì. Demì kelulusan yang dìa cìta-cìtakan selama ìnì.

Klik Baca Selengkapnya, Untuk Baca Cerita Terusan Yang Berjudul Aku Tak Begitu ,Anda Juga Bisa Baca Cerita Lain Dari Cerita Hot Sex yang telah andcause.org bagikan

Aku Tak Begitu Cerita Hot Sex

Pencarian Konten:

Tags: #Cerita Hot Sex

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs