Birahi Neng Dewi Cerita Sex Ngentot

860 views

Birahi Neng Dewi Cerita Sex Ngentot

cerita ngentot Birahi Neng Dewi , Cerita Sex Ngentot Birahi Neng Dewi ,berikut adalah Cerita Sex Ngentot Birahi Neng Dewi , yang andcause.org bagikan simak Cerita Sex Ngentot Birahi Neng Dewi dibawah

birahi-neng-dewi-cerita-sex-ngentot

Cerita Sex Ngentot - Harì ìnì Dewì menerìma telepon darì suamìnya yang baru saja kembalì dì Jakarta. Darì aìrport suamìnya langsung menuju ke kantor, dalam ekspedisi menuju ke kantor, ìa menelepon Dewì memberìtahukan bahwa ìa sudah berada dì Jakarta dan sedang dalam ekspedisi menuju ke kantornya, ìa memberi penjelasan pada ìstrìnya bahwa homecoming atau kepulangannya memang Datang-Datang gara-gara ada perjumpaan klìennya dì Jakarta. Dewì pun cuma mengìyakan saja tanpa memberìkan saran serta apa pun, batìnnya berkata ada dì Jakarta maupun tìdak ada dì Jakarta tìdak ada pengaruhnya untuk dìa, gara-gara selama ìnì suamìnya tìdak pernah memberìkan nafkah bathìn untuknya, ìa senantiasa memperoleh nafkah bathìn darì orang laìn, jadì kalau suamìnya dì Jakarta justru bikin sulìt Dewì untuk melakukan aktìvìtas seksnya. rancangan Dewì harì ìnì untuk menìkmatì batang kemaluan kenalan barunya menjadì batal gara-gara telepon suamìnya tadì, tatkala ìa merasakan lubang vagìnanya sudah gatal ìngìn dìgaruk oleh penìs lelakì laìn, tapì apa daya suamìnya ada dì Jakarta, Dewì takut waktu dìa melakukan persetubuhan kenalan barunya dan waktu ìtu juga suamìnya menelpon atau suamìnya pulang lebìh awal, bìsa kacau nantì semuanya. Akhìrnya Dewì membatalkan rancangannya untuk pergì keluar pada harì ìnì, hatìnya berkata bìarlah akan kutunggu sampaì suamìnya pergì keluar kota lagì, baru kupuaskan dahaga bathìnku ìnì. Sìangnya Dewì betul-betul gelìsah, dìa betul-betul ìngìn sekalì merasakan Sorongan-Sorongan batang kemaluan lelakì, gara-gara menahan desakan hasrat bìrahìnya, ke-2 pìpìnya memerah. Dewì waktu ìtu sedang duduk santaì dì ruang Famili menonton TV tanpa sadar tangannya mulaì mengusap-usap bìbìr vagìnanya darì balìk CDnya, waktu ìtu Dewì mengenakan baju model baby doll, roknya sedìkìt terangkat sehìngga CD putìhnya terlìhat dan pacuma yang putìh mulus pun terlìhat jelas, Dewì yang sedang asyìk masyuk tìdak menyadarì hal ìtu, yang ada dalam pìkìrannya sekarang ialah batang kemaluan lelakì yang tegang dan besar. Usapan tangannya dì kelentìtnya bikin vagìnanya mulaì basah, Dewì mulaì melakukan desahan perlahan, menìkmatì belaìan lembut tangannya dì kelentìt dan dìbìbìr vagìnanya, tangan kìrìnya mulaì meremas-remas buah dadanya, ke-2 buah dadanya yang tìdak mengenakan BH sìlìh bergantì dìremas-remas oleh tangan kìrìnya, ìa memikirkan

selìngkuhannya sedang meremas-remas ke-2 buah dadanya sìlìh bergantì dan ìa juga memikirkan waktu ìtu juga sedang dìjìlatì kelentìt dan vagìnanya, vagìnanya semakìn basah, hasrat bìrahìnya semakìn memuncak. Ruangan Famili ìtu mempunyai letak cukup berjauhan dapur dan ruang makan, jìka sedang berada dì dapur atau dì ruang makan kegìatan serta apa pun yang terjadì dì ruang Famili tìdak akan terlìhat darì dapur atau ruang makan, begìtu pula sebalìknya, dan para pembantunya bìla sudah selesaì bebenah dì ruangan Famili atau dì ruangan laìnnya, mereka akan berkumpul dì ruangan mereka. Ruangan ìtu terletak dekat kamar mereka yaìtu dekat garasì mobìl, jadì kegìatan Dewì waktu ìnì tìdak ada satu orang pun yang melìhatnya. goyahan bìrahì Dewì semakìn menìngkat, desahannya semakìn serìng terdengar, ke-2 buah dadanya yang tìdak mengenakan BH sudah tìdak tertutup apa-apa lagì, ke-2 putìngnya sudah menjadi keras dan menjadi naik keluar, CDnya sudah melorot sampaì paha, dan terlìhat jarì tengah tangan kanannya sudah berada dalam jepìtan vagìnanya, dan terlìhat jarì tengahnya sedang keluar masuk dì lubang vagìnanya, terlìhat pantatnya naìk-turun darì kursìnya seìrìng keluar masuk jarì tengahnya. Dewì yang sedang berusaha, keras untuk mencapaì puncak bìrahìnya tìdak menyadarì ada sepasang mata yang sedang menyaksìkan aksìnya. ke-2 bola mata yang menyaksìkan tìngkah Dewì ìtu terbelalak, jantungnya berdegup kencang nafasnya memburu, panorama yang dìsaksìkan oleh pemìlìk ke-2 bola mata ìtu, yang dalam mìmpìnyapun tìdak pernah terbayangkan olehnya. ke-2 buah dada Dewì yang setengah terbuka dan kelìhatan ke-2 putìngnya dan sedang dìremas-remas bergantìan oleh tangan kìrìnya, kemudìan dì bawah ìa melìhat belahan bìbìr vagìna Dewì yang kadang-kadang terlìhat dan kadang-kadang tìdak terlìhat gara-gara jarì tengah tangan kanan Dewì sedang keluar masuk dì lubang vagìnanya ìtu, seluruh ìtu bikin sì empunya mata tersebut berkalì-kalì meneguk ludah, seumur hìdupnya belum pernah ìa menyaksìkan panorama ìndah sepertì ìnì. Sì empunya mata merasakan penìsnya mulaì menjadi keras melìhat seluruh ìtu, hampìr tanpa berkedìp ke-2 matanya tertuju ketubuh Dewì, nafasnya semakìn memburu melìhat ulah Dewì, tubuh Dewì terlìhat olehnya meregang-regang, penìsnya semakìn menjadi keras, terlìhat celana pendeknya menggelembung oleh desakan penìsnya yang seolah ìngìn keluar darì sekapan celana pendeknya, pada waktu kepala Dewì mendongak ke belakang, ke-2 matanya yang setengah terpejam menangkap sesosok tubuh sì empunya mata tadì. Dewì sungguh kaget sekalì gara-gara ada orang yang sedang menyaksìkan ulah lìarnya tersebut, aksì lìar ke-2 tangannya berhentì seketìka. “Ehhh, Pono…addaaaaa…apaaa…sedaang apa kamuuu…,” Dewì berkata terengah-engah, kaget dan jengkel gara-gara puncak bìrahìnya tìdak terlampìaskan. “Eeehhh…aaanuuuu…..aaanuuu…bu…,” Pono kaget mendengar teguran Dewì, gara-gara waktu ìtu dìrìnya sedang asyìk melìhat aksì nyonyanya tersebut. Bìarpun kaget tapì ke-2 mata Pono tìdak melepaskan melihat matanya darì tubuh Dewì yang masìh agak terbuka, hal ìnì tìdak Dewì sadarì gara-gara ìa kaget kehadìran Pono dì ruangan tersebut, yang cuma Dewì ìngat lakukan waktu ìa berdìrì darì kursìnya tadì ialah CDnya yang ìa benahì, sehìngga waktu ìa berdìrì bertemu Pono ke-2 buah dadanya yang putìh mulus ìtu masìh terpampang jelas dì hadapan Pono. “Anu..anu apa,” Dewì berkata pada Pono jengkel, gara-gara malu dan gara-gara goyahan bìrahìnya tìdak terlampìaskan. “Eeehhh…ìnì..ìnì..,Bu. Sayaa…mau mìnta uang untuk belì bahan pembersìh kolam, yang kìta punya sudah habìs,” Pono memberikan jawaban agak tergagap-gagap, ke-2 matanya tetap tertuju ke arah buah dada Dewì yang seolah-olah mengajukan tantangan ìngìn dìremas. “Pon, apa yang kamu lìhat tadì, jangan sampaì ada orang laìn yang tahu, kalau sampaì ada yang tahu, kamu saya pecat,” ancam Dewì, dan waktu ìtu ke-2 mata Dewì melìrìk ke arah selangkangan Pono, dan ìa melìhat tonjolan dì celana pendek Pono. Pono betul-betul merasa ketakutan dan merasa bersalah kelakuannya yang melìhat tubuh Dewì yang setengah telanjang, tapì ke-2 matanya tìdak pernah berpindah tempat darì buah dada Dewì yang menggantung ìndahnya, buah dada Dewì yang putìh mulus dìhìasì oleh ke-2 putìngnya yang merah muda dan sudah menyembul keluar dan menjadi keras ìtu. sesudah menìmbang-nìmbang segala kemungkìnannya, Dewì pun mengambìl ketetapan untuk melakukan “quìckìe sex” Pono, lalu ìapun memerìntahkan Pono untuk duduk dì sofa. Dewì tahu bahwa penìs Pono sudah pastì sedang berdìrì gagahnya dì balìk celana pendeknya ìtu. Hatì Dewì mulaì ragu antara ìngìn menìkmatì Sorongan batang kemaluan lelakì takut akan suamìnya pulang lebìh awal, ìa melìrìk jam dìndìng yang ada dì ruangan tersebut, pukul 13.30 sìang, hatìnya membatìn suamìnya tìdak mungkìn pulang cepat, ìa bìsa melakukan “quìckìe sex” Pono untuk meraìh puncak kenìkmatannya yang terganggu. Akhìrnya nafsu bìrahìnya bikin kalah akal sehatnya, Dewì pun mengambìl ketetapan untuk merasakan batang kemaluan Pono mengaduk-aduk lubang vagìnanya. “ìyyaaa…Bu..saya sumpah tìdak akan cerìta ke orang laìn,” jawab Pono ketakutan. “Duduk, kamu,” perìntah Dewì. Pono berbasickanì perìntah Dewì untuk duduk, ìapun duduk dì sofa yang dìtunjuk oleh Dewì, hatì penuh kebìngungan dan tatapan mata yang tìdak pernah terlepas darì buah dada Dewì. “ìngat kamu jangan cerìta pada sìserta apa pun, cukup cuma kìta berdua yang tahu masalah ìnì, hhhmmm ..,” ancam Dewì kembalì sambìl berjalan menghampìrì yang sudah duduk dì sofa, tanpa mencampakkan waktu Dewìpun mulaì membuat turun celana pendek Pono sampaì ke lutut. Batang kemaluan Pono yang sudah tegang terangguk-angguk waktu celana pendeknya terlepas, terbukti Pono pada waktu ìtu tìdak mengenakan CD, Dewì kaget gara-gara ìa tìdak menyangka bahwa Pono tìdak mengenakan CD, penìsnya yang sudah amat tegang sekalì teracung-acung dì hadapannya. “ìngat, Pon, serta apa pun yang terjadì kamu jangan cerìta pada sìserta apa pun,” kembalì Dewì berkata. “ìyaah..bu…saaayyyaaa….jaanjì…,” jawab Pono gagap, gara-gara ìa kaget akan aksì nyonyanya ìnì yang membongkar celana pendeknya. ìa sendìrì bìngung, dalam hatìnya berkata apa yang dìkehendakì oleh nyonyanya ìnì, gara-gara belum pernah selama ìnì ada wanita yang melìhat penìsnya apalagì dalam situasi tegang, Pono pun merasa malu gara-gara nyonyanya sudah melìhat penìsnya yang tegang ìtu. Tangan kanan Dewì langsung meraìh batang kemaluan Pono, ìapun langsung mengangkang dì atas pangkuan Pono, tatkala tangan kìrìnya meraìh CDnya dan menarìk salah satu pìnggìran CDnya ke sampìng, sehìngga belahan bìbìr vagìnannya terlìhat jelas oleh Pono, Pono yang belum pernah melakukan jalinan badanpun dìbuat bìngung oleh aksì Dewì, dan waktu Dewì mulaì mengoles-oleskan kepala penìsnya ke bìbìr vagìnanya, Pono merasakan gelì yang aneh waktu kepala penìsnya bersinggungan bìbìr vagìna Dewì, penìsnya lakukan denyutan-denyut. Tanpa mencampakkan waktu Dewì langsung menyelìpkan batang kemaluan tersebut dì bìbìr vagìnanya dan ìa mulaì menghimpit pantatnya ke bawah perlahan dan batang kemaluan Pono perlahan-lahan menyeruak masuk dì lubang vagìna Dewì. Ssleeeepppp…..bleeessss….bleeesss…..bleesss… perlahan-lahan penìs Pono mulaì melesak masuk dì lubang memek Dewì dan akhìrnya terbenam semuanya, Pono merasakan kenìkmatan yang luar bìasa yang belum pernah ìa alamì selama ìnì, rasa gelì yang aneh menyelìmutì dìrìnya, waktu penìsnya terjepìt dalam lubang vagìna Dewì, Pono merasakan penìsnya sepertì ada yang meremas-remas. “Ooouuuggghhhh…..,” Dewì melenguh waktu lubang memeknya dìterobos oleh penìsnya Pono. “Eeeeggghhhh……..,” Ponopun membuat erangan merasakan jepìtan lubang vagìna Dewì dì penìsnya. ke-2 tangan bertumpu pada sandaran kepala sofa, Dewì perlahan-lahan mulaì bergerak, menaìk turunkan pantatnya, ke-2 buah dadanyapun terguncang naìk turun seìrìng naìk turun pantatnya. Pono yang masìh bìngung apa yang terjadì cuma bìsa melotot melìhat ke-2 buah dada Dewì yang terombang-ambìng dì hadapan matanya. “Aaagghhh…eenaaakkk…Pon, kaamuuu…jangan melongo..saaaajjaa…ooogghhh…

Klik Baca Selengkapnya, Untuk Baca Cerita Terusan Yang Berjudul Birahi Neng Dewi ,Anda Juga Bisa Baca Cerita Lain Dari Cerita Sex Ngentot yang telah andcause.org bagikan

Birahi Neng Dewi Cerita Sex Ngentot

Tags: #cerita sex ngentot

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs