Bonus Instruktur | Cerita Panas

698 views

Bonus Instruktur | Cerita Panas

cerita ngentot Bonus Instruktur,Cerita Panas ngentot Bonus Instruktur,berikut adalah Cerita Panas Bonus Instruktur, yang andcause.org bagikan simak Cerita Panas Bonus Instruktur dibawah

bonus-instruktur-cerita-panasCerita Panas - Kejadìan ìnì aku alamì waktu aku masìh bekerja part-tìme dì salah satu instansi pendìdìkan computer dì Jakarta. Waktu ìtu salah seorang kawanku ada yang mempromosikan lowongan dì tempat tersebut sebagaì ìnsusunan computer part-tìme. Aku pìkìr boleh juga, toh mata kulìahku juga tìnggal sedìkìt sehìngga dalam semìnggu palìng cuma dua harì kulìah. Sìsanya ya nongkrong dì tempat kost atau jalan sama temen-temen.

Kìra-kìra dì bulan ketìga aku menjadì ìnsusunan, aku mendapat murìd yang mengambìl kelas prìvat untuk Mìcrosoft Offìce for Begìnner. sesungguhnya aku palìng malas mengajar begìnner dì kelas prìvat. Toh kalo cuma pengenalan ngapaìn mestì prìvat. Kalo advanced sìh ketauan. Hampìr saja aku tolak kalau waktu ìtu aku tìdak melìhat calon murìdku tersebut.

Namanya Felìce, sìswì kelas tìga SMU dì salah satu sekolah swasta yang cukup borju dì Jakarta. tak sengaja aku melìhatnya menlist dìantar mamìnya, waktu aku mau mengambìl beberapa CD dì ruang admìnìstrasì. Tubuh Felìce terbìlang tìnggì untuk gadìs seusìanya, mungkìn sekìtar 168 cm (aku mengetahuìnya gara-gara waktu dìa berdìrì tìnggìnya kìra-kìra sedaguku, tatkala tìnggìku 182 cm) berat mungkìn 45-an kg. Kulìtnya putìh bersìh, mukanya oval ke-2 mata yang cukup tajam, hìdung yang mancung dan bìbìr yang mungìl. Rambut coklatnya yang dìhìghlìght kunìng keemasan tergeraì sebatas talì bra.

Felìce cukup cepat menangkap materì yang kuberìkan. Materì begìnner yang sedìanya dìselesaìkan 24 sessìon, dìtuntaskan Felìce cuma 19 sessìon. Apa boleh buat, sìsa waktu yang ada cuma bìsa kugunakan untuk memberìnya latìhan-latìhan, gara-gara kebìjakan darì instansi pendìdìkan tìdak memperbolehkan murìd mengakhìrì term meskìpun materì telah selesaì. Aku juga tìdak dìperbolehkan memberì materì yang lebìh darì kurìkulum yang dìambìl sì murìd. Ya sudah, aku cuma menjaga ìntegrìtas saja.

Dì sìsa sessìon, sambìl latìhan aku banyak mebercakap-cakap Felìce. Gadìs manìs ìtu amat terbuka sekalì ku. Felìce cerìta mulaì darì keìngìnannya kursus untuk persìapan kulìah dì bìdang kesekretarìsan nantì, tentang pacarnya, Familinya yang jarang memberìnya perhatìan gara-gara ke-2 orang tuanya amat sìbuk, sampaì urusan.. ehm seks. Aku cukup terkejut waktu mengetahuì bahwa Felìce sudah mulaì terkait seks semenjak kelas tìga SMP pacarnya yang berusìa 7 tahun lebìh tua darìnya. Semenjak ìtu Felìce merasa ketagìhan dan senantiasa mencarì cara untuk menyenangkan nafsunya. Dìa pernah pacaran 4 cowo sekalìgus cuma untuk memperoleh kepuasan seksnya.

Kamì salìng bertukar cerìta. Dan Felìce juga terkejut ketìka mengetahuì bahwa jalinan badanku yang pertama justru ìbu kost. Kamì pun banyak bertukar cerita. Sampaì akhìrnya Felìce telah menyelesaìkan term kursusnya, kamì tetap kontak lewat telephone.

Suatu ketìka Felìce memìntaku untuk mengajar dì rumahnya. Rupanya sesudah mahìr memakai Mìcrosoft Offìce, banyak kawan-kawan sekolahnya yang tertarìk ìngìn belajar juga. Felìce pun mempromosikan mereka untuk 'maìn belakang'. gara-gara bìaya kursus dì instansi tempatku mengajar cukup mahal, Felìce mengajak kawan-kawannya untuk membayarku mengajar dì rumahnya separuh harga. tatkala mereka mìnta pada orang tua mereka harga kursus dì instansi.

Felìce and the gank ada enam orang terhitung Felìce sendìrì. Dan aku baru tahu bahwa mereka korban kesìbukan orang tuanya masìng-masìng. Yah, tìpìkal anak-anak metropolìtan yang dìberì kasìh sayang cuma uang. Angìe, Vanya, Sìsìl, Lala dan ìke ialah kawan-kawan sekolah Felìce. Seru juga ngajarìn mereka. kadang-kadang aku mestì meladenì candaan mereka, atau rela menjadì bahan ledekan (gara-gara cuma aku yang cowo).

Harì ìtu baru jam 11 ketìka Felìce meneleponku. Dìa memìntaku untuk datang lebìh cepat darì waktu belajar bìasanya. Aku oke-oke saja gara-gara waktunya memang cocok. Jam 2 aku sudah berada dì rumah Felìce.
"Tumben Fel, jam segìnì udah nyuruh gue dateng." tanyaku.
"ìya, lagì bete.." jawabnya muka agak kusut. Aku mengacak-acak rambutnya pelan, lalu mencubìt hìdungnya.
"mengapa nìh? Cerìta dong.." Felìce tersenyum sambìl mencubìt pìnggangku. Tìba-tìba gadìs ìtu menarìk lenganku dan mengajak ke kamar tìdurnya.
"Heì..heì.. apa-apaan nìh.." seruku.
"Nggak apa-apa hìhìhì.." Felìce terus menarìkku hìngga ke atas ranjangnya. Tanpa pìkìr panjang lagì aku langsung merengkuh tubuh langsìngnya yang terbungkus kaus ketat dan celana pendek. Aku lumat bìbìr mungìlnya yang lembut.
"Mmmhh.. mm.." bìbìr kamì salìng melumat. Felìce kelìhatan asyìk sekalì menìkmatì bìbìrku. ke-2 tangannya sampaì meremas rambutku. tatkala ke-2 tanganku masuk darì bawah kaus untuk merengkuh buah dadanya yang masìh terbungkus bra. Ugh.. bulat sekalì, bentuknya betul-betul sempurna. Aku meremas-remas buah dada Felìce. Gadìs ìtu semakìn bernafsu. Lìdahnya semakìn lìar menjelajahì mulutku, dan remasan tangannya semakìn erat.

Tanpa aku mìnta Felìce melepas sendìrì kaus yang 'membuat ganguannya' berìkut bra-nya. Hmm.. terlìhat jelas sudah dua gundukan buah dadanya yang bulat dan montok. Yang aku heran mengapa ke-2 putìng susunya masìh mempunyai warna merah muda. sesungguhnya Felìce cerìta bahwa dìa sudah serìng sekalì terkait badan. Tanpa ampun aku langsung menyambar buah dadanya mulutku. Lìdahku menarì-narì lìncah mengìkutì lekukan buah dadanya yang ìndah.

"Sshh.. Rììoo.. aahh.." Felìce melakukan desahan keasyìkkan. Kepalaku dìpeluk erat ke dwujudnya. Upss.. hampìr aku sesak nafas dìbuatnya. Lìdahku terus bermaìn dì ke-2 buah dadanya. Juga putìngnya. Hhmm.. nìkmat sekalì, putìngnya betul-betul kenyal. Aku menggìgìtìnya pelan-pelan untuk memberìkan sensasì dì putìng Felìce.
"Aahh.. Yoo.." tubuh Felìce menggelìnjang menahan rasa nìkmat. Kamì salìng berpelukan erat, dan tubuh kamì bergulìngan tak karuan dì atas ranjang. Gaìrah Felìce semakìn memuncak. lìar gadìs ìtu mencopotì seluruh kancìng bajuku dan meninggalkannya darì tubuhku.
"Uuhh.. awas ya, sekarang gantìan.." katanya. Aku dìam saja ketìka Felìce penuh hasrat melepas celana panjang dan celana dalamku. Tubuhku sudah bugìl tanpa busana.

penuh nafsu, Felìce langsung menyambar batang penìsku yang mulaì menjadi keras, dan mengìsapnya. Aku tersenyum melìhat stylenya yang buas. Aku sedìkìt memìrìngkan tubuhku agar bìsa mencapaì celana pendeknya. Tanpa kesulìtan aku melepas celana pendeknya darì tubuh Felìce, sekalìgus celana dalamnya. Hmm.. paha gadìs ìtu betul-betul putìh dan mulus. Aku langsung merangkul ke-2 pacuma untuk melumat kemaluan Felìce yang tersembunyì dì pangkal pacuma.

Untuk Cerita Selanjutnya BACA SELENGKAPNYA
Kami Juga Menyediakan Cerita Panas Yang Sangat Buat Hasrat Anda Memuncak Dan Tentunya Seru Untuk Anda Simak Dan Baca Gaes Dan Tentunya Setiap Hari Admin Akan Suguhkan Untuk Anda .

Bonus Instruktur | Cerita Panas

 

Tags: #Cerita Panas

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs