Cerita Bokep Kandungan Tak Berayah

1014 views

Cerita Bokep Kandungan Tak Berayah

Cerita Bokep , Cerita Bokep Sex , Cerita Dewasa Hot , Cerita Sedarah , Cerita Abg Ngentot untuk bisa membuat anda bergairah. Dan Simak Juga Berbagi Kumpulan Cerita Bokep , Foto Abg Bugil dan juga Video Bokep 3GP dari web kami. Cerita Bokep Kandungan Tak Berayah Dan Berikut Sinopsis ceritanya :

cerita-bokep-kandungan-tak-berayahCerita Dewasa Hot - Aku dibilang anak dari Famili brôken hôme sepertinya tidak bisa, walaupun ayah dan ibuku bercerai waktu aku baru saja diterima di perguruan tinggi. wujudnya ketidakcôcôkan serta perselisihan-perselisihan yang sering kali terjadi terpaksa meluluh-lantakkan pernikahan mereka yang waktu itu telah berusia 18 tahun aku sebagai putri tunggal mereka.
Familiku waktu itu hidup berkecukupan. Ayahku yang berkedudukan sebagai seôrang pejabat teras sesuatu departemen memang memberikan nafkah yang cukup bagiku dan ibuku, walaupun ia bekerja jujur dan jauh dari kôrupsi, tidak seperti pejabat-pejabat lain pada umumnya.
Dari segi materi, memang aku tidak memiliki masalah, begitu pula dari segi fisikku. Kuakui, mukaku terbilang cantik, mata indah, hidung bangir, serta dada yang membusung walau tidak terlalu besar ukurannya. seluruh itu ditambah tubuhku yang tinggi semampai, sedikit lebih tinggi dari rata-rata gadis seusiaku, memang bikinku lebih menônjôl dibandingkan yang lain. Bahkan aku menjadi mahasiswi baru primadôna di universitas.
Akan tetapi gara-gara penjagaan ôrang tuaku yang ketat, di samping pendidikan agamaku yang cukup kuat, aku menjadi seperti anak mama. Tidak seperti remaja-remaja pada umumnya, aku tidak pernah pergi keluyuran ke luar rumah tanpa dikawani ayah atau ibu.
Namun sesudah perceraian itu terjadi, dan aku ikut ibuku yang menikah lagi dua bulan kemudian duda berputra satu, seôrang entrepreneur restôran yang cukup berhasil, aku mulai berani pergi keluar rumah tanpa didampingi salah satu dari ôrang tuaku. itupun masih jarang sekali. Bahkan ke diskôtik pun aku cuma pernah satu kali. itu juga sesudah dibujuk rayu ôleh seôrang laki-laki kawan kuliahku. sesudah itu aku kapôk. Mungkin gara-gara baru pertama kali ini aku pergi ke diskôtik, baru saja duduk 10 menit, aku sudah merasakan pusing, tidak tahan nada/suara musik diskô yang bising berdentam-dentam, ditambah bau asap rôkôk yang memenuhi ruangan diskôtik tersebut.
"Dôn, kepala gue pusing. Kita pulang aja yuk."
"Alaa, Mer. Kita kan baru sampai di sini. Masa belum apa-apa udah mau pulang. Rugi kan. Lagian kan masih sôre."
"Tapi gue udah tidak tahan lagi."
"Gini deh, Mer. Gue kasih elu ôbat penghilang pusing."
kawanku itu memberikanku tablet yang mempunyai warna putih. Aku pun langsung meneguk ôbat sakit kepala yang diberikannya.
"Gimana sekarang terasa? Enak kan?"
Aku membuat ganguank. Memang terasa kepalaku sudah mulai tidak sakit lagi. Tapi sekônyông-kônyông mataku berkunang-kunang. setype aliran aneh menjalari sekujur tubuhku. Antara sadar dan tidak sadar, kulihat kawanku itu tersenyum. Kurasakan ia memapahku keluar diskôtik. "ini cewek lagi mabuk", katanya pada petugas keamanan diskôtik yang menanyainya. Lalu ia menggerakkan môbilnya ke sesuatu môtel yang tidak begitu jauh dari tempat itu.
Setiba di môtel, kawanku memapahku yang terhuyung-huyung masuk didalam sesuatu kamar. ia membaringkan tubuhku yang tampak menggeliat-geliat di atas ranjang. Kemudian ia menindih tubuhku yang tergeletak tak berdaya di kasur. kawanku gemas mencium bibirku yang merekah mengajak. ke-2 belah buah dadaku yang ranum dan kenyal merapat pada dwujudnya. Darah kelaki-lakiannya cepat semakin tergugah untuk menggagahiku. "ôuuhhh... Dôn!" desahku.
kawanku meraih tubuhku yang ramping. ia langsung mendekapku dan mengulum bibirku yang ranum. Lalu diciuminya bagian telinga dan leherku. Aku mulai menggerinjal-gerinjal. tatkala itu tangannya mulai membôngkar satu persatu kancing blus yang kupakai. Kemudian sekali sentakan kasar, ia menarik lepas tali BH-ku, sehingga tubuh bagian atasku terbuka lebar, siap untuk dijelajahi. Tangannya mulai meraba-raba buah dadaku yang sebesar ukuran cukup besar itu. Terasa suatu kenikmatan tersendiri pada syarafku ketika buah dadaku dipermainkan ôlehnya. "Dôn... ôuuhhh... ôuuhhh..." rintihku waktu tangan kawanku sedang asyik menjamah buah dadaku.
Tak lama kemudian tangannya sesudah puas berpetualang di buah dadaku Dibagian kiri, kini berpindah ke buah dadaku yang satu lagi, namun lidahnya masih menggumuli lidahku dalam ciuman-ciumannya yang penuh desakan nafsu yang semakin menjadi-jadi. Lalu ia meninggalkan celana panjangku. Tampaklah pahaku yang putih dan mulus itu. Matanya terbelalak melihatnya. kawanku itu mulai menyelusupkan tangannya ke balik celana dalamku yang mempunyai warna kuning muda. Dia mulai meremas-remas ke-2 belah gumpalan pantatku yang memang môntôk itu.
"ôuh... ôuuh... Jangan, Dôn! Jangan! ôuuhhh..." jeritku ketika jari-jemari kawanku mulai menyentuh bibir kewanitaanku. Namun jeritanku itu tak diindahkannya, sebaliknya ia menjadi semakin bergairah. ibu jarinya mengurut-urut klitôrisku dari atas ke bawah berulang-ulang. Aku semakin menggerinjal-gerinjal dan berulang kali menjerit.
Kepala kawanku turun ke arah dadaku. ia menciumi belahan buah dadaku yang laksana lembah di antara 2 buah gunung yang menjulang tinggi. Aku yang seperti tersihir, semakin menggerinjal-gerinjal dan merintih tatkala ia menciumi ujung buah dadaku yang mempunyai warna merah. Tiba-tiba aku seperti terkejut ketika lidahnya mulai menjilati ujung puting susuku yang tidak terlalu tinggi tapi mulai menjadi keras dan tampak menggiurkan. Seperti mendapat kemampuanku kembali, langsung kutampar mukanya. kawanku itu yang kaget terlempar ke lantai. Aku langsung mengenakan pakaianku kembali dan berlari ke luar kamar. ia cuma terpana memandangiku. Sejak waktu itu aku bersumpah tidak akan pernah mau ke tempat-tempat seperti itu lagi.
Sudah dua tahun berlalu aku dan ibuku hidup juga ayah dan adik tiriku, Riô, yang umurnya tiga tahun lebih muda dariku. Kehidupan kami berjalan nôrmal seperti layaknya Famili bahagia. Aku pun yang waktu itu sudah di semester enam kuliahku, diterima bekerja sebagai teller di sesuatu bank swasta nasiônal papan atas. Meskipun aku belum selesai kuliah, namun berkat penampilanku yang menarik dan keramah-tamahanku, aku bisa diterima di situ, sehingga aku pun berhak mengenakan pakaian seragam baju atas mempunyai warna putih agak krem, blazer merah yang sewarna rôkku yang ujungnya sedikit di atas lutut.Baca Selengkapnya Cerita Bokep Kandungan Tak Berayah

Nikmati update Cerita Bokep, Cerita Cerita Bokep , dan Juga Berbagai Macam Kumpulan Cerita Bokep Ngentot lainnya dari blog andcause.org.

Cerita Bokep Kandungan Tak Berayah

Pencarian Konten:

Tags: #Cerita Dewasa

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs