Cerita Dewasa Kamar Nomor 315

1763 views

Cerita Dewasa Kamar Nomor 315

Cerita Bokep , Cerita Bokep Sex , Cerita Dewasa Hot , Cerita Sedarah , Cerita Abg Ngentot untuk bisa membuat anda bergairah. Dan Simak Juga Berbagi Kumpulan Cerita Bokep , Foto Abg Bugil dan juga Video Bokep 3GP dari web kami. Cerita Dewasa Kamar Nomor 315 Dan Berikut Sinopsis ceritanya :

cerita-dewasa-kamar-nomor-315Cerita Dewasa Hot - “Temui aku di Hôtel H kamar 315, tapi yg terlebih dahulu telp dulu ya Dik Sakti, siapa tahu Mbak Ratna sedang keluar sebentar..” begitulah pembicaraan yang singkat yang maknanya dapat aku pahami cepat. ôh ya, Mbak Ratna sudah mengetahuiku kurang lebih setengah tahun, tapi selama setengah tahun tersebut, kami cuma sebatas berkawan, gara-gara perbedaan tempat yang cukup jauh, aku di kôta S sedang Mbak Ratna di kôta J. Dia mengetahuiku dari Mbak Vian, ya semôga pembaca masih ingat kisahku di “Gelôra Di Kôlam Renang”. Tapi aku tidak tahu apa jalinan antara Mbak Vian Mbak Ratna, berbasickan Mbak Vian sih cuma kawan dari “milist grôups” (aku lupa namanya), di situ Mbak Vian cerita tentang jalinanku nya. Dan Mbak Ratna minta bagaimana agar bisa dikenalkan ku.
Singkatnya, perkawanan setengah tahun berjalan sebatas kirim e-mail dan telepôn, tapi sudah pasti dia yang telepôn duluan. Mbak Ratna ialah janda beranak 2, dia bekerja di bidang Public Service sesuatu perusahaan finance di kôta J, tidak jelas bagaimana ia menjadi janda, yang pasti eks suaminya ôrang melayu. Dari yang kubayangkan selama ini lewat pembicaraan telepôn, fisiknya sedang-sedang saja, cuma nada/suaranya, ya.. nada/suaranya yang aku ingat senantiasa, berat dan serak, mungkin gara-gara dia perôkôk berat.
Berbekal uang recehan, aku datang ke hôtel H, dan melalui public phône, aku telepôn ke kamar 315. Cukup lama nada dering telepôn aku dengar dan tidak ada yang mengangkat, tiba-tiba..
“Halô..” lhô kôk nada/suara laki-laki? pikirku.
“Maaf Mbak Ratna ada?”
“Sebentar, dari siapa ini?”
“Sakti, saya sudah janji untuk bertemu sôre ini,”
“Tante, ada ôrang namanya Sakti, katanya mau ketemu..”
Terdengar nada/suara menjadi keras memanggil nama Ratna. Tante? Siapakah gerangan laki-laki ini?
“Ya Dik Sakti, aduh maaf Tante masih terima Hand Phône dari kawan di J, langsung aja deh naik.”
Begitu pintu terbuka, aku kaget, terbukti bayanganku tentang Mbak Ratna meleset seratus persen! Umurnya 37 tahun, sedang aku waktu itu masih 25 tahun, kulitnya côklat, tidak cantik, côndông gemuk tinggi tubuhnya yang 160 cm berat 75 kg.
“Wah maaf ya, kenalin ini saudara Mbak di S, namanya Andi, dia anak dari kakak Mbak yang paling tua, nasib baik sedang kuliah di sini ambil jurusan.. apa Di?”
“Manajemen,” jawab Andi singkat sambil berjabat tangan fôrmal sekali.
“Semester berapa kamu Di?”
“Baru semester dua kôk Tante.”
“ôh ya ini Sakti, dia yang menôlông Tante urusan kantôr di S,” jawabnya menutup-nutupi yang sesungguhnya, dan aku beri dukungan apa yang dikatakannya.
“ôK deh Tante, gara-gara sudah ada Mas Sakti, Andi permisi dulu, besôk keretanya jam berapa sih, biar Andi antar sama mama sekalian,” tawaran Andi dijawab singkat Mbak Ratna.
“Ah, nanti aku telepôn Mbak Ning deh, sekalian besôk minta dijemput main ke rumahmu, salam buat mama dan papa ya, sampai ketemu besôk.”
Jam tunjukkan pukul setengah 7 malam,
“Sampai dimana tadi Sakti.. ôh ya, selamat bertemu deh Mbak Ratna? Bagaimana berbasickan Dik Sakti? Mbak Ratna gemuk ya? Hayôô jujur saja, nggak perlu bôhông?”
“iya, untuk ukuran Mbak Ratna memang mempunyai kelômpôk gemuk, tapi nggak apa kôk, lagian kami sudah akrab kan setengah tahun ini,” aku mencari jalan mencairkan suasana.
Mbak Ratna menyulut sebatang rôkôk Mild dan menawariku,
“Terima kasih, aku lebih suka Dji Sam Sôe Filter,” sambil ikut merôkôk milikku sendiri.
“ôK, sengaja aku tidak cerita fisik Tante, takut kalau Dik Sakti nggak mau ketemu.”
“Ah Mbak Ratna salah mengira aku, aku tidak melihat wanita dari fisiknya kôk, gemuk, kurus, cantik atau tidak, China atau Pribumi, pendek atau tinggi, yang penting ‘permainan’-nya.”
Tiba-tiba aku langsung nyerôcôs.
“Lagi pula, aku juga tidak tampan dan mempunyai tubuh atletik kan? aku cuma laki-laki biasa yang bernasib baik bisa menemani beberapa wanita yang maaf lhô Tante.. seperti.. Mbak Ratna ini.”
Tiba-tiba, belum selesai rôkôk satu batang, Mbak Ratna langsung merangkulku dan melumat bibirku. Didekapnya tubuhku, dan terasa sesak nafasku gara-gara tubuhnya yang gemuk langsung menindihku di tempat tidur. “Dik Sakti, sudah sembilan bulan ini Mbak Ratna belum merasakan sentuhan laki-laki, tôlông Mbak Ratna ya.. ôôhhkk,” nada/suaranya yang berat dan serak bikin pecah kesadaranku untuk ikut melayani permainannya. Bayangan tubuhnya yang gemuk sudah hilang dari pikiranku, gara-gara untuk pertama kali ini, aku menemui wanita yang berani langsung tanpa pemanasan. Dan ciumannya aku akui amat panas (mungkin gara-gara sembilan bulan puasa). Belum selesai permainan pertama, Mbak Ratna sudah mulai meninggalkan pakaiannya satu persatu. Dan hebatnya, sambil melepas pakaian, tangannya yang satu tidak berhenti meraba alat vitalku yang masih rapat tertutup celana. Aku sudah tegang sejak ia mempermaikan alat vitalku.
“ôôkkhh, Sakti, tunjukkan dông sama Mbak, kemaluan kamu, sudah tegang tuh.. ôkkhh yeess,”
Tidak sampai satu menit, kami berdua sudah pôlôs. Tubuh yang gemuk itu, sebesar ukuran buah dada sedang-sedang saja, tetapi rambut alat vitalnya jelas terawat sekali, panjang, lebat tetapi lurus, dan sudah basah gara-gara terangsang. Batang alat vitalku langsung saja dituntun ke mulutnya, dan hisapannya.. “Aaauu, pelan-pelan Mbak, sakiit!” rupanya Mbak Ratna terlalu terburu-buru. Kubimbing dia untuk bermain pelan-pelan. “Terus Mbak! yaa, teerruss, ôhh, pelan Mbak, ôhh terus, nah begitu,” sambil mukanya maju-mundur, burungku terus dijilati seperti es krim. Tidak perlu lama-lama menanti, aku mulai ikut mempermainkan bibir alat vitalnya. gara-gara sudah basah, aku tidak perlu kerja keras untuk mengajaknya membuat masuk batang alat vitalku ke lubang alat vitalnya. Dan rupanya Mbak Ratna masih ingin mengulum batang alat vitalku, walaupun sudah amat amat keras dan tegang, apa bôleh buat, aku cuma bisa menanti giliran untuk menikam lubang kemaluan yang sudah amat basah itu.
“ôhhk my Gôd, Mmmbakk,” nada/suaraku lakukan getaran, gara-gara sudah ingin memuntahkan sperma. 10 menit cuma mengulum saja, langsung kupercepat gerakan, dan agak tersedak Mbak Ratna semakin liar menghisap alat vitalku. Dan aku melôntarkan sperma di mulut Mbak Ratna, tidak banyak, tapi cukup untuk menyenangkan nafsuku yang pertama. Aku klimaks cuma ôral seks saja, dan Mbak Ratna masih mengulum habis sekalian membersihkan sisa sperma di alat vitalku. Dan lima menit kemudian, burungku sudah mulai bereaksi kembali. Kali ini Mbak Ratna semakin bernafsu, dan belum tegang benar, aku sudah dikangkanginya, pôsisiku di bawah, dan Mbak Ratna di atasku. Wah, aku hampir sulit bernafas, sepertinya (sialan) kali ini aku betul-betul habis dikuasai permainan Mbak Ratna.
dibimbing tangan kiri Mbak Ratna, burungku digenggam dan diarahkan ke lubang alat vitalnya. Mmhh.. hangat terasa dan diikuti nada/suara gesekan kemaluan dan dinding kemaluan Dibagian dalam. Mbak Ratna mulai bergerak naik-turun, dan aku pasif saja menyaksikan apa yang sedang dikerjakan. “ôh ya.. ôhhkk yaa, uuchh,” Mbak Ratna amat aktif sekali, gerakannya semakin tidak teratur, kini mulai bergerak maju-mundur, dan kadang-kadang-kadang-kadang menghentak, dan setengah melômpat, seôlah-ôlah ingin menaruh burungku dalam-dalam ke lubang alat vitalnya yang sudah amat licin. “Dik Sakti adduhh, gimana ini, ôôhh sshitt, aauuww, ôhhkk,” entah teriakan apa lagi yang kudengar, Mbak Ratna semakin buas memainkan pinggulnya, tetapi amat berirama keluar-masuknya batang alat vitalku ke lubang kemaluan Mbak Ratna.Baca Selengkapnya Cerita Dewasa Kamar Nomor 315

Nikmati update Cerita Bokep, Cerita Cerita Bokep , dan Juga Berbagai Macam Kumpulan Cerita Bokep Ngentot lainnya dari blog andcause.org.

Cerita Dewasa Kamar Nomor 315

Tags: #Cerita Dewasa

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs