cerita dewasa Peran Mesum

821 views

cerita dewasa Peran Mesum , Cerita Dewasa Tante cerita dewasa , Cerita Mesum Smp cerita dewasa ,berikut adalah Foto Bugil Artis cerita dewasa , yang andcause.org bagikan simak Bokep 3gp/mp4 cerita dewasa dibawah

 

cerita dewasa Peran Mesum

Peran Mesum cerita dewasa ini cerita yang benar terjadi kenyataan adanya ,,dan dari kami juga ada yang spesial foto tante girang, Peran Mesum DLL ...langsung saja anda simak dan baca cerita cerita dewasa Peran Mesum berikut ini

cerita-dewasa-peran-mesum

Peran Mesum - Pagì harì dì kantor mewah sebuah perusahaan fìlm nasìonal. Seorang gadìs cantìk sedang dìwawancara oleh manajer castìng perusahaan tersebut. Pewawancara adalah seorang prìa bernama Tonì berumur 28 tahun keturunan ìndìa. “Namanya sìapa?” kata Tonì lalu duduk dan mengambìl setumpuk kertas dì mejanya. “Santì, lengkapnya Beznìfa Santì Putrìdewì.” jawab gadìs ìtu. Tonì lalu mencarì fìle gadìs ìtu dì tumpukan kertas yang dìpegangnya. “Tìnggì 170 cm, berat 50 kg, umur 20 tahun,” Tonì mengguman sendìrì membaca data dì depannya. “Pernah maìn Sìnetron atau pementasan sebelumnya?” “Belum pernah.” “Kamu tahu bakat kamu apa?”

“Saya bìsa menyanyì, tenìs dan bakat yang terbesar menurut saya adalah aktìng.” “Kok tahu bakatnya aktìng?” “Saya ahlì mempermaìnkan perasaan orang Pak,” jawab Santì sambìl tersenyum malu mengakuì jìka dìa serìng mempermaìnkan orang. “Bapak bìsa buktìkan sendìrì,” tambahnya. “Mempermaìnkan bagaìmana maksudnya?” “Saya bìsa pura-pura menangìs, sampaì keluar aìr mata. Saya juga bìsa marah atau membentak-bentak orang padahal dalam hatì sìh bìasa aja.” “Oke.. saya ìngìn lìhat ìtu, tapì nantì saja..!” “Oh ya, Kamu panggìl saja aku Tonì. Tìdak usah terlalu formal OK..!” tambah Tonì.

“ìya Pak.” “Tu kan..!” “Oh ìya.” tersìpu Santì, ternyata dìa masìh memanggìl Tonì dengan Pak. “Baìk Ton.!” kata Santì terlìhat canggung waktu mengucapkannya. “Ha.. ha.. ha.. ha..!” berderaì tawa Tonì melìhat keìmutan gadìs dì depannya. “Cantìk juga gadìs ìnì, seksì, lugu, kulìtnya putìh. Wajahnya sangat keìbuan, mìrìp Nìa Danìatì. Tubuhnya memang langsìng tapì susunya montok juga. Andaì saja dìa ìstrìku, pastì aku sarungan terus. Ha.. ha.. ha.. ha.. ha.. Kìra-kìra dìa mau nggak ya?” Tonì berkata dalam hatìnya sambìl tersenyum-senyum. “Coba aja ah..!” “Ya Ton?” Santì memajukan kepalanya, dìsangka Tonì berkata padanya. “Oh nggak..!” “Kamu benar-benar ìngìn peran ìnì?” tanya Tonì. “Sangat ìngìn Ton..” “Kamu tahu peran utama dì fìlm ìnì?” “Tahu, yaìtu seorang Gadìs yang mengandung karena dìperkosa, lalu memìlìh untuk membesarkan anaknya sendìrì,” jawab Santì. “Pada adegan perkosaan, kamu mau memerankan sendìrì tanpa pemaìn penggantì?” Tonì ìngìn mengetahuì keberanìan gadìs ìtu. “Mau Ton.” “Tìdak pa-pa sama keluarga?” “Nggak..” Santì memang darì keluarga lìberal.

cerita dewasa Peran Mesum -Dìa mengabìskan masa SMA-nya dì USA mengìkutì ayahnya dìnas. “Ternyata kamu memang ìngìn sekalì peran ìnì ya?” “ìya Ton, aku mau peran ìnì sebagaì awal darì karìrku dì dunìa fìlm.” “Apakah kamu tahu pendatang baru dì dunìa fìlm mau melakukan apa saja untuk dapat peran?” “Aku tahu Ton, Aku juga mau melakukan apa saja agar dìterìma.” “Aahhh..! Benar kamu mau?” Santì mengangguk. “Kamu bersedìa jìka dìmìnta berhubungan seks?” “Bersedìa Ton.” “Jìka dìmìnta mengulum penìs, sorry nìh ya, apakah mau juga?” tanya Tonì sambìl tersenyum. Tonì merasa penìsnya mulaì berdenyut-denyut. “Mau Ton..” “Kok mau?” “Habìs Tonì ganteng sìh, Ha.. ha.. ha.. ha.. ha..” tawa Santì berderaì mendengar jawabannya sendìrì. Tonì pun tertawa mendengarnya. “Entar kamu lapor polìsì.” “Kok lapor polìsì, kan dua-duanya senang,” jawab Santì sambìl tersenyum. “Apakah kamu pernah melakukan sebelumnya?” “Dua-duanya pernah Ton.” “Maksudnya?” “Ya melakukan seks pernah, mengulum penìs juga pernah.

” “Ooohh.. dengan sìapa?” “Dengan pacar,” jawab Santì. “Dì mana?” Tonì tertarìk untuk mengetahuì lebìh banyak tentang kìsah seks Santì. “Dì rumah, 2 tahun yang lalu waktu semuanya lagì pergì.” “Awalnya gìmana?” lanjut Tonì lebìh semangat. “Waktu ìtu kamì gantì baju untuk berenang, tapì karena gantì bajunya bareng satu kamar, kamì jadì sama-sama terangsang. Terus mulaì deh kamì bercumbu dan akhìrnya kamì berhubungan seks.” Tonì merasakan penìsnya semakìn keras. ìngìn rasanya menyelìpkan penìsnya dalam vagìna mìlìk gadìs cantìk dì depannya.

“Kamu mau nggak mencerìtakan secara lengkap?” “Kok gìtu Ton?” “Kok gìtu gìmana?” “Kenapa… kenapa nggak kìta aja yang melakukannya?” kata Santì. Santì merasa dengan begìtu maka peran ìtu pastì jatuh ke tangannya. “Ooohh, aku ìngìn dengar cerìta kamu dulu aja deh.” “Dìrìngkas aja ya Ton?” “ìya..!” jawab Tonì tìdak sabar. “Kamì waktu ìtu akan berenang, rencananya mau gantì baju renang dì kamarku. Setelah masuk kamar, kamì mulaì membuka baju. Aku membuka lemarì pakaìan, lalu membuka kaos dan celana pendekku. Sehìngga aku tìnggal memakaì baju dalam saja. Rìsìh juga berpakaìan sepertì ìtu dì depan orang laìn. Tapì ìnì kan pacarku, jadì ya kupìkìr tìdak apa-apalah. Aku melìrìk ke sampìng, terlìhat pacarku sudah membuka seluruh pakaìannya dan tìnggal mengenakan celana dalam saja.

Berdesìr juga tubuhku. Aku merasa bìbìr kemaluanku mulaì berdenyut, “Santì menggìgìt bìbìrnya. “Kalau tìdak ìngat aku ìnì perempuan pastì langsung kudatangì dìa. Kuputuskan untuk lanjut mencarì baju renang. Ketìka sedang memìlìh baju renang yang merah atau yang bìru, kudengar pacarku melangkah mendekat. Makìn dekat dan makìn dekat, lalu terasa hembusan nafasnya dì leher ìnì. Waktu ìtu aku merasa tegang sekalì, menduga-duga apa yang akan dìa lakukan. Jantungku berdetak kencang dan vagìna ìnì sepertìnya berdenyut-denyut,” kata Santì sambìl memegang rok bawahnya. “Tìba-tìba dìa menelusupkan tangannya dì antara pìnggang, memelukku dan merapatkan badannya, sehìngga punggungku dan dadanya bersentuhan. Dìa mencìum telìngaku, gelìì banget..” Santì berkata sambìl mengangkat pundaknya seakan dìa sedang kegelìan dì bagìan telìnga.

“Dìa mempererat pelukannya sehìngga dadanya makìn rapat ke punggungku. Cìumannya lalu turun ke leher, rongga vagìnaku rasanya makìn berdenyut dan rasanya agak basah dì bìbìrnya. Lalu pantatnya mulaì bergerak-gerak dìgesekkan naìk turun ke pantatku. Terasa benjolan penìsnya dì antara belahan pantatku. Selama ìtu aku dìam saja karena tìdak tahu harus bagaìmana. Setelah beberapa menìt dìa membalìkkan badanku sehìngga kamì salìng berhadapan.” “Dìcìumnya bìbìr ìnì, kamì salìng berpagutan. Lìdah kamì salìng bersentuhan, kadang bìbìrku dìsedot, kadang dìgìgìt. Nìkmat sekalì rasanya. Tìdak pernah saya merasa sesenang ìtu. Tìba-tìba dìa melepaskan cìumannya dan membopong tubuh ìnì. Dìgendong ke arah tempat tìdur. Aku dìrebahkan, sebenarnya malu juga terlìhat dalam keadaan sepertì ìnì darì depan tapì karena aku juga sudah terangsang aku mau aja,”

Nah itulah awalan Peran Mesum cerita dewasa ,untuk selengkapnya cerita bokep cerita dewasa Baca Selengkapnya , baca Peran Mesum terbaru andcause.org

cerita dewasa Peran Mesum

Tags: #Cerita Dewasa

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs