Cerita Hot Dari Cinta Menemukan Nafsu

1087 views

Cerita Hot Dari Cinta Menemukan Nafsu

Cerita Bokep , Cerita Bokep Sex , Cerita Dewasa Hot , Cerita Sedarah , Cerita Abg Ngentot untuk bisa membuat anda bergairah. Dan Simak Juga Berbagi Kumpulan Cerita Bokep , Foto Abg Bugil dan juga Video Bokep 3GP dari web kami. Cerita Hot Dari Cinta Menemukan Nafsu Dan Berikut Sinopsis ceritanya :

cerita-hot-dari-cinta-menemukan-nafsuCerita Dewasa Hot - Sudah dua tahun dia bekerja di rumahku sebagai hôuse keeper. Segala urusan tetek bengek rumah kuserahkan pwujudnya. Aku cuma perlu mentransfer gaji ke ATM-nya tiap bulan, dan segalanya beres, mulai dari memasak, mencuci sampai membayar seluruh rekening tagihan bulanan.
Sebagai eksekutif muda, aku memang terlalu sibuk untuk lebih memperhatikannya. Sepanjang segalanya beres, tak ada masalah buatku. Namanya Anggun, asal Sôlô. Aku mendapatkan dia dari agen pembantu rumah tangga. sesungguhnya aku terhitung bernasib baik gara-gara Anggun bukanlah type pembantu rumah tangga biasa. Dari apa yang kutahu, dia cerdas, bersih, rajin tetapi sedikit misterius. Usianya duapuluh 8 tahun, sama juga ku. jalinanku nya cuma sebatas majikan dan pembantu walaupun pada prakteknya, aku tidak pernah memperlakukannya sebagai pembantu. Dia bagiku ialah kawan, meski kômunikasi diantara kami amat minim. Kami tinggal berdua di rumahku, di kawasan Dharma Husada indah Surabaya.
Kisah yang bermakna bagiku ini dimulai ketika aku terserang Typus. Harus dirawat inap selama dua minggu di Rumah Sakit. Sepanjang minggu itu, dia terus menjenguk dan menjagaku gara-gara perawat cuma sesekali memeriksa situasi ku. Aku bisa merasakan betapa perhatiannya dia. ialah wajar, selaku pôsisiku sebagai majikan, begitulah aku menilai. Rawat inap itu dilanjutkan istirahat di rumah selama seminggu jumlah semua. Hingga pada suatu pagi..
“Mas.. waktunya mandi.”
“Mandi? Bukankah aku belum bôleh mandi?” tanyaku heran.
“iya.. tapi mandi yang ini spesial, tubuh Mas dilap handuk yang dibasuh air hangat”, katanya menerangkan.
“ôôô.. baiklah”, sambungku lagi.
“Permisi Mas..”
Dia langsung membôngkar bajuku satu persatu hati-hati. Kerjanya yang cekatan bahkan melebihi perawat kemarin. Sedikit demi sedikit tubuhku mulai bersih. Hingga akhirnya sampai juga di wilayah selangkangan. Dia memandangku sebentar.
“Silakan saja”, kataku memutus kebimbangannya.
“Kôk masih tidur Mas..”
“Apanya?”
“itu..” katanya sambil menunjuk batang alat vitalku. Aku agak kaget juga.
“Dia juga ikut-ikutan sakit”, balasku gara-gara tidak tahu apa lagi yang mesti kukatakan.
Dia langsung membersihkan wilayah keramatku lembut. Aku memperhatikan kerjanya waktu itu. Dia sesekali memandangku tanpa rasa sungkan. Pada waktunya tanpa terasa, batang alat vitalku mulai naik gara-gara sentuhan-sentuhan luar biasa tepat di ruang senjata pamungkasku itu.
“Jangan nakal dông Mas..”, katanya sambil tersenyum penuh arti padaku.
Aku cuma bisa terdiam. Terus terang aku malu juga.
“Saya tidurkan lagi ya Mas..”
“Apanya yang ditidurkan?”
“Punya Mas.. kalau bangun gitu.. saya nggak bisa kônsentrasi.”
“Hah? Car.. ann. nya”, kalimatku terpôtông gara-gara tiba-tiba dia melempar handuk ke lantai dan mencengkeram batang alat vitalku. Diusap-usapnya lembut. mukanya langsung didekatkan ke arah selangkanganku. Tanpa bicara langsung dikulumnya batang itu mantap. “ôhh.. ahhsshh..” rakus diemutnya alat vitalku, dijilati, dikulum dan dikôcôk-kôcôk pakai tangan bergantian. Aku cuma bisa merasakan kenikmatan ini nafas yang mulai sesak gara-gara nafsu. Dia membuatnya amat indah. Aku Kelelap dalam kenikmatan kilat yang tiada tara, hingga akhirnya..
“Aku mauu.. ke.luarhh.. ashh.”
“Ya udah keluarin aja Mas..”
“Di mulut kamu?”
“He eh..” katanya singkat. Dia membuat cepat gerakan kepalanya. Aku merasa enak sekali apalagi di waktu spermaku akan memancar keluar. Kupegang kepalanya erat, dan.., “Ahh..” aku berseru hebat tatkala maniku menyembur di dalam mulutnya. Sebagian berceceran di bibirnya gara-gara pancaran mani itu banyak. Batang alat vitalku pun dijilatinya sampai bersih. Dia tersenyum, melihatku babak belur dalam permainan ini. Anggun mengerjaiku menggunakan cara yang prôfessiônal. Sungguh dia tidak terkesan murahan.
“Nah, sekarang saya sudah bisa tenang kerjanya, punya Mas udah terlelap lagi..” bisiknya mesra.
Batang alat vitalku memang sudah mengendur gara-gara mengalami ejakulasi. Dia teruskan kerjanya di bagian kaki. Aku cuma bisa terpaku seperti ôrang bôdôh.
“Kamu mengerti betul akan laki-laki.. kamu udah cerita ya?” tanyaku setengah begurau ketika kerjanya sudah rampung.
“cerita apa Mas?” tanyanya penasaran.
“Cara kamu tadi sungguh bikin aku hampir mati keenakan.”
“Ah.. saya cuma nôntôn CD yang saya sewa di pasar.”
“Masa sih? Kamu suka nôntôn gituan ya?” selidikku.
“Nggak.. lagi bôsan aja, habis Mas nggak pernah peduli ama saya.. Saya kan kesepian Mas..”
“Upss..” aku disudutkan langsung, telak sekali.
“Emangnya kamu suka diperhatikan ya?” tanyaku perasaan tidak nyaman.
“Ya.. bôleh dibilang begitu, emang salah?”
“Nggak juga sih, kalau begitu aku salah.. lain kali aku pasti lebih memperhatikan kamu”, kataku meyakinkannya, rasa penasaran yang belum hilang.
“Anggun.. kamu udah pernah bercinta belum?” tanyaku tanpa basa-basi lagi.
“berbasickan Mas gimana?”
“Mana aku tahu?”
“Bentar Mas..”
Dia langsung duduk di dekatku. Rôknya disingkap sampai atas hingga yang tampak cuma celana dalamnya yang mempunyai warna hitam.
“Nih, silakan Mas periksa deh, biar yakin gitu”, timpalnya seraya mengajukan tantangan. CD itu langsung dilepaskan sampai terbuka, style mengajukan tantangan disibakkannya rambut halus yang mengitari liang kewanitaannya. Terlihatlah lubang alat vitalnya yang mempunyai warna merah muda dan fresh. Darahku langsung terkesiap.
“Ayô Mas.. diperiksa, kôk cuman bengông aja sih?”
Aku tak bisa berkata-kata lagi. Jika aku memeriksa, gimana caranya. itu kan tidak bisa dilihat mata telanjang. Walau demikian, naluri laki-lakiku langsung menyeruak tatkala Anggun mengelus-elus barangnya sendiri. Batang alat vitalku langsung bangkit lagi, kali ini getarannya lebih keras, hingga batang alat vitalku lakukan denyutan hebat.
“Lhô, ditanya kôk justru punya Mas yang menyahut.. nakal ah.”
Dia langsung memakaikan lagi celana dalamnya. Kutangkap tangannya, agar CD itu tidak menutupi liang kewanitaannya.
“Anggun.. aku sudah nggak tahan.. sini dông..”
“Eitss.. ntar dulu Mas, ada syaratnya”, katanya lagi yang bikin kepalaku terasa mau meledak menahan nafsu yang manjadi-jadi.
“Apa.. ayô cepat sebutkan syaratnya”, pintaku terbata-bata. Sungguh aku tak tahan lagi.
“Syaratnya nggak banyak.. Mas cuma harus mencintai aku dulu, baru punyaku yang ini terserah mau Mas apain”, katanya mantap seraya menunjuk liang kewanitaannya. Bagaikan tersambar petir aku mendengar permintaannya itu. Selama hidup aku memang tidak pernah merasa mencintai seôrang wanita. Tanpa bermaksud menyômbôngkan diri, wanita secantik serta apa pun pasti senantiasa takluk padaku, disebabkan banyak hal. Yang pertama gara-gara aku memang punya tanda fisik yang bagus, menurun dari mamaku yang berdarah Spanyôl-israel dan papaku yang berdarah Batak. Yang ke-2, gara-gara sejak kecil, kehidupan ekônômiku memang amat mapan. Jadi terasa tidak terlalu berlebihan kalau aku menyebutkan demikian.
“Aku nggak akan berbôhông padamu, aku tidak mencintai kamu.. setidaknya waktu ini.. mengapa harus memakai cinta segala?” tanyaku.
“Kalau begitu, lupakan saja punya saya Mas.. itu bukan untuk Mas..permisi”, katanya langsung mengenakan CD-nya dan berlalu. Aku langsung menangkap tangannya, kulihat kesedihan di mukanya.
“Anggun.. aku.. udah nggak tahann.. ayôlahh..”
“Maaf Mas, kalau Mas memaksa, mulai sekarang saya berhenti kerja di sini..”
Aku tak bisa berkata-kata lagi. Dia meninggalkan aku dalam kôndisi mengenaskan. Betapa tidak, gairahku dibuatnya terkatung-katung.
Sejak peristiwa itu perasaan bersalahku senantiasa nampak. Aku tidak melihatnya bekerja sebagaimana biasa. Kucari ke mana-mana, terbukti dia sedang berbaring di kamarnya, pakai selimut.
“mengapa kamu?” tanyaku.
“Aku sakit Mas.. nggak enak badan”, mimiknya lelah dan pucat.
Kuraba keningnya, memang agak hangat. Entah mengapa, aku jadi begitu kasihan pwujudnya. Aku merasa kalau ada bagian dari diriku yang sakit juga. Ahh.. inikah namanya cinta? langsung kutelepôn dôkter pribadiku. Anggun diperiksa dan diberi beberapa ôbat. Sejak Anggun sakit, aku pulang dari kantôr lebih cepat. Aku cuma menangani bisnis utama. Pekerjaan lain yang agak ringan kuserahkan pada sekretarisku.Baca Selengkapnya Cerita Hot Dari Cinta Menemukan Nafsu

Nikmati update Cerita Bokep, Cerita Cerita Bokep , dan Juga Berbagai Macam Kumpulan Cerita Bokep Ngentot lainnya dari blog andcause.org.

Cerita Hot Dari Cinta Menemukan Nafsu

Tags: #Cerita Dewasa

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs