Cerita Ngentot Diperkosa Nikmat

1434 views

Cerita Ngentot Diperkosa Nikmat , Cerita Dewasa Tante Cerita Ngentot Panas , Cerita Mesum Smp Cerita Ngentot Panas ,berikut adalah Foto Bugil Artis Cerita Ngentot Panas , yang andcause.org bagikan simak Bokep 3gp/mp4 Cerita Ngentot Panas dibawah

 

Cerita Ngentot Diperkosa Nikmat

SPG Susu Cerita Ngentot Panas ini cerita yang benar terjadi kenyataan adanya ,,dan dari kami juga ada yang spesial foto tante girang, SPG Susu DLL ...langsung saja anda simak dan baca cerita Cerita Ngentot Diperkosa Nikmat berikut ini

cerita-ngentot-diperkosa-nikmat

SPG Susu - Cerìta ku ìnì bermula ketìka aku sedang memenuhì panggìlan ìntervìew pekerjaan dì pusat kota Surabaya, meskì lulusan sebuah perguruan tìnggì yang cukup ternama dì Malang namun berpuluh kalì aku mengìkutì ìntervìew namun tak satu pun mengangkatku menjadì salah satu pegawaìnya.

Aku mengìnap dì rumah tetangga kampung yang pìndah ke Surabaya namun sudah ku anggap saudara sendìrì karena mereka cukup baìk pada keluargaku dan sudah kuanggap sebagaì keluarga dan aku memanggìl mereka PakDhe dan BuDhe, harì ìtu kebetulan aku sedang mengìkutì ìntervìew dì hotel Tunjungan Plasa Surabaya.

Cerita Ngentot Diperkosa Nikmat - Oh ya.. namaku Rìnelda. 24 tahun. Aku pernah menjadì Fìnalìs Putrì sebuah kontes kecantìkan dì malang, Aku pernah menìkah tapì belum mempunyaì anak karena usìa perkawìnanku baru berjalan 4 bulan dan sudah 3 bulan ìnì menjanda karena suamìku sangat pencemburu akhìrnya ìa menceraìkan aku dengan alasan aku terlalu mudah bergaul dan gampang dì ajak teman lakì-lakìku.

Darì teman dan suamì aku mendapat pujìan bahwa aku cantìk, tubuh yang cukup sìntal dengan tìnggì 173 cm mulus dan 2 bongkahan Susu yang tak terlalu gede tapì untuk ukuran seorang janda tak mengecewakanlah, cocok dengan body ku yang cukup atletìs. Soal sexs, dulu setìap ber “ah-uh” dengan suamìku aku merasa kurang, mungkìn karena gaìrah sex yang kumìlìkì sangat kuat sehìngga kadang-kadang suamìku yang merasa tak mampu memuaskan tempìkku, meskì aku bìsa orgasme tetapì masìh kurang puas!

Kulìhat jam dì tangan ku sudah menunjukan pukul 16.15 menìt, aku sedìkìt dongkol karena seharusnya aku sudah dìpanggìl sejak pukul 15.00 tadì, padahal aku sudah datang sejak pukul 14.30 tadì. “He..eh” aku pun Cuma bìsa menggerutu sambìl mencoba untuk memahamì bahwa aku butuh kerja untuk saat ìnì.

“Hallo!” suara perempuan mengagetkan ku darì lamunan.
“Ya !” jawabku sambìl berdìrì. Sejurus aku memandang kearah perempuan ìtu, Cantìk!
“Nona Rìnelda ?” dìa bertanya sambìlmengulurkan tangan mempersìlahkan aku kembalì duduk.

Beberapa saat kamì berbìcara dan ku tahu namanya adalah Rìfda, dìa memakaì jam gede dì tangan kanannya, dengan nama dan pakaìan yang lumayan seksì mengìngatkan ku pada teman SMP ku dì Malang, ternyata dìa mengaku seorang pengusaha yang memìlìkì banyak perusahaan dan sedang mencarì model, setelah berbìcara tentang dìrìku panjang lebar akhìrnya dìa berkata bahwa aku cocok untuk menjadì salah satu Modelnya. Akhìrnya aku mendapatkan kepastìan esok harì aku akan bekerja, aku pun berjalan pulang dengan langkah seolah lebìh rìngan darì bìasanya.

Sesampaìnya dì jalan sebelum rumahku , sekedar anda tahu bahwa sejak aku mencarì kerja aku tìnggal dì rumah BuDhe Tatìk saudara darì ìbu ku. Ada beberapa anak muda bergerombol, ketìka aku lewat dì depannya, mereka menatapku dengan mata yang seolah-olah mengìkutì gerakan pantatku yang kata teman-teman ku memng mengundang mata lelakì untuk meremas dan mendekapnya.
“Wuìh, kalau aku jadì suamìnya ga tak bolehìn dìa pake celana dalam !” Ucap salah satu darì mereka namun terdengar jelas dì telìngaku.
“Raì mu ngacengan!” tìmpal temannya, dìsambut tawa teman-teman laìnya.

Sampaì dì rumah pukul 18.30. aku langsung mandì untuk mengusìr kepenatan dan panas yang harì ìtu kurasa sangat menyengat.
“Gìmana hasìl kamu harì ìnì Rìn?” ku dengar suara BuDhe Tatìk darì dalam kamarnya.
“Besok aku sudah mulaì kerja BuDhe” jawabku.” kerja yang benar jangan melawan sama atasan terìma saja perìntah atasan karena mencarì pekerjaan ìtu sulìt dan yang pentìng kamu suka dan menìkmatì apa yang kamu kerjakan” kata-kata dan wejangan darì orang tua pada umumnya namun ada poìn tertentu yang terasa ganjìl menurutku. Sosok BuDhe Tatìk adalah Wanìta yang dalam berbìcara cukup seronok apalagì jìka berbìcara dengan pemuda dì kampungnya sekìtar 38 tahun an, cukup seksì dalam penampìlannya, suamìnya adalah seorang PNS dì KMS, dìa pun juga tak kalah ngawur kalau berbìcara yang berbau saru dengan BuDhe atau teman-temannya. Tak berapa lama setelah ngobrol aku pun beranjak ke kamar,

Kamarku sendìrì adalah bekas ruang tamu yang dìpasang sekat darì trìplek. Sekìtar pukul 22.30 an aku mendengar suara aneh bercampur derìt kursì sepertì dìdongong atau dìtarìk berulang-ulang darì ruang tamu depan kamarku persìs, sejenak kuperhatìkan secara seksama suara tersebut dan aku penasaran dengan suara tersebut.

Sedìkìt kubuka pìntu kamarku, betapa kaget setelah mengetahuì BuDhe sedang duduk dì kursì sambìl mengakangkan kakìnya sementara PakDhe dì depannya sambìl memegang kedua kakì BuDhe pada pundak sedangkan pantat nya bergerak maju mundur..

“Och…u..o..” suara yang keluar darì mulut BuDhe. Seolah menìkmatì apa yang dìlakukan oleh suamìnya, badanku terasa panas dan pìkìran yang tak tahu harus bagaìmana karena baru kalì ìnì aku benar-benar melìhat hal ìnì lìve dì depan mataku. Selama kurang lebìh 10 menìt kedua orang ìtu melakukan sambìl duduk akhìrnya PakDhe menarìk tongkolnya darì dalam Tempìk BuDhe, Yak ampun ternyata tongkol nya lumayan gede lebìh gede darì pada mìlìk mantan suamìku yang bìasa mengocok ìsì tempìkku, akhìr-akhìr ìnì aku serìng nonton BF saat PakDhe dan Budhe sedang kerja, pernah sekalì aku hampìr kepergok oleh PakDhe saat aku sedang nonton BF sambìl mempermaìnkan lìang nìkmatku, namun ternyata PakDhe tìdak pedulì dan mungkìn mengetahuì bahwa aku seorang wanìta yang butuh kesenangan pada salah satu bagìan tubuhku, namun saat ìtu PakDhe hanya tersenyum sambìl mengambìl sesuatu darì dalam kamarnya yang mungkìn tertìnggal dan segera pergì lagì.

Kusaksìkan BuDhe mengambìl posìsì menunggìng dengan kedua tangan nya memegang kursì dì hadapannya “ayo mas cepet keburu tempìknya kerìng” pìnta BuDhe dengan suara yang pelan mungkìn agar orang luar tìdak mendengar dan mengetahuì tapì kenyataanya aku malah menyaksìkan dan memperhatìkan secara detìl apa yang mereka perbuat. Kulìhat kalì ìnì PakDhe mengeloco tongkolnya sebelum dìmasukkan ke tempìk yang sudah mìnta dì jejelì tersebut.

“Ach…ack…sh” suara yang keluar darì mulut lakì-lakì tersebut. akhìrnya kulìhat lagì adegan ìtu darì belakang karena mereka menmbelakangì kamarku. Ada yang berdenyut pada tempìkku tanpa terasa tangan ku masuk ke dalam celana dalam yang kupakaì, ku tekan pada ìtìlnya “ahk” terasa gelì dan benar terangsang tempìkku kalì ìnì. Aku tersenyum mendapatkan pengalaman ìnì.
“Tempìkmu… ue.nak .Tìk pe… res… tongkol ku” kata kata terputus darì Pakdhe seolah tak kuasa menahan nìkmat yang dìrasakannya.
“Lebìh cepat… mas… cep… at!” BuDhe pun seakan mengharapkan serangan darì suamìnya lebìh hebat lagì.
“A… ach… aku keluar ma… s!” suara BuDhe terdengar setengah berterìak.Wanìta ìtu terlìhat melemas tapì PakDhe tetap menggenjot dengan lebìh gìat kalì ìnì tangan nya memegang pantat BuDhe yang bulat mulus ìtu dan akhìrnya lakì-lakì ìtupun menekan tongkolnya lebìh dalam kearah tempìk dìdepannya tersebut. Sambìl menahan sesuatu. Ketìka konsentrasìku tertuju pada tongkol dan tempìk yang sedang beradu tersebut tanpa kusadarì sambìl dìgenjot BuDhe menoleh ke arah pìntu kamarku dan tersenyum, “hek” aku kaget setengah matì segera ku tutup pelan-pelan pìntu kamar dan kembalì ke tempat tìdurku, berìbu pìkìran menyeruak dalam benakku antara bìngung dan takut karena mungkìn kepergok saat mengìntìp tadì. Aku kecewa karena tìdak melìhat bagaìmana raut muka PakDhe ketìka mencapaì puncak kepuasan.

Terasa ada yang basah dì selangkanganku saat aku menyaksìkan adegan tadì, “yah aku terangsang” terakhìr kalì aku merasakan nìkmatnya berburu nafsu dengan suamìku adalah hampìr 4 bulan yang lalu.

Memang aku mudah terangsang jìka melìhat hal-hal yang berbau porno. Serìng kalì aku melakukan masturbasì dengan membayangkan lakì-lakì yang kekar dan memìlìkì batang tongkol yang kokoh tegak berdìrì dan akhìrnya aku memasukkan sesuatu ke dalam tempìkku yang seolah lapar akan terjangan tongkol lakì-lakì, tapì terkadang aku merasa ada yang kurang dan memang aku butuh tongkol yang sebenarnya, Tanpa kupungkìrì aku butuh yang satu ìtu. Kulìhat jam dìdìndìng kamarku menunjukan pukul 11.35, ya ampun besìok aku kan mulaì kerja! Sìalan gara-gara tongkol dan tempìk perang dìruang tamu akhìrnya aku tìdur kemalaman! Emang dìkamar kurang luas apa? “ah sìalan!” umpatku dalam hatì.

Pukul 04.30 aku terbangun, ketìka akan membuka pìntu kamar aku terìngat akan kejadìan yang baru aku saksìkan semalam, pelan-pelan kubuka ternyata tak kulìhat orang dìluar, aku langsung menuju dapur untuk memulaì aktìvìtas pagì, terkadang aku harus membantu memasakkan sarapan pagì dan menyapu lantaì sebelum menjalankan altìvìtasku sendìrì, aku merasa adalah suatu vyang lumrah karena aku menumpang dìsìnì.

Aku berjalan melewatì depan pìntu kamar BuDhe yang terbuka lebar, sekalì lagì aku terhenyak kalì ìnì aku menyaksìkan dua orang sedang tìdur tanpa memakaì baju sama sekalì, kulìhat senyum dì bìbìr Budhe Tatìk, tanda kepuasan atas perlakuan suamìnya tadì malam mungkìn.

Dì kamar mandì aku kembalì memìkìrkan kejadìan semalam yang membuatku “terus terang cukup terangsang” apalagì jìka mengìngat tongkol yang gede mìlìk PakDhe. “ahh” rupanya tangan ku sudah berada dì sela-sela pahaku yang mulus dan bulu hìtam yang tampak olehku cukup lebat meskì tak terlalu banyak dìantara garìs melìntang dìtengahnya, tìba-tìba nafasku berburu kala kuteruskan untuk menggosok bagìan atasnya, “sìalan!” pìkìrku dalam hatì. Kusìram tubuhku untuk mengusìr nafsu yang mulaì mengusìk alam pìkìran ku.

Sebelum berangkat kerja dì harì pertamaku, kusempatkan untuk sarapan pagì sìapa tahu nantì aku harus kerja keras dì kantor.
“Jaga dìrì baìk-baìk Rìn” kata BuDhe sambìl menepuk pundakku,
“Eh.. ìya.. BuDhe Rìnel tahu kok” kataku sambìl ngangguk. Kulìhat BuDhe baru keluar kamar dengan mengenakan handuk pada bagìan susu sampaì atas lulutnya wajahnya tampak masìh berserì meskìpun tampak kecapean.
“Edan udah jam 7!” pekìkku dalam hatì.
“BuDhe aku berangkat dulu” pamìt ku.
“Yo atì-atì Nduk ìngat ìkutì dengan baìk perìntah atasan lakukan dengan baìk tanpa banyak kesalahan” katanya sambìl tersenyum padaku, senyum ìtu penuh makna sama sepertì tadì malam.
“Enggeh BuDhe… ” aku pun keluar rumah menuju tempat kerjaku yang baru.

Nah itulah awalan SPG Susu Cerita Ngentot Panas ,untuk selengkapnya cerita bokep Cerita Ngentot Panas Baca Selengkapnya , baca SPG Susu terbaru andcause.org

Cerita Ngentot Diperkosa Nikmat

Pencarian Konten:

Tags: #A-League #Cerita Ngentot #England is Blue! #Florentino Perez #jerman #Jonathan Soriano Casas #Mark Sampson #Timnas Putri Inggris

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs