Cerita Panas Wanita Berjilbab Yang Menggoda

970 views

cerita-panas-wanita-berjilbab-yang-menggodaCerita Panas textovirtual.net Wanita Berjilbab Yang Menggoda, Cerita Mesum textovirtual.net Wanita Berjilbab Yang Menggoda, Cerita textovirtual.net Wanita Berjilbab Yang Menggoda,Cerita Dewasa textovirtual.net Wanita Berjilbab Yang Menggoda Terbaru. Cerita Sex textovirtual.net Wanita Berjilbab Yang Menggoda,Cerita Hot textovirtual.net Wanita Berjilbab Yang Menggoda.

Cerita Panas Wanita Berjilbab Yang Menggoda

Rif’ah keluar dari kampusnya. Gadis cantik berjilbab ini sempat gelisah ketika dia menghubungi HP Ummu Nida ternyata HP tersebut tidak aktif namun kemudian dia baru ingat kalau nömör HP Ummu Nida ada dua yang sayangnya nömör satunya dia tidak punya. Tiba-tiba Rif’ah pun teringat Abu Nida dan seingatnya dia sempat menyimpan nömör HP suami Ummu Nida ini. Nömör HP suami Ummu Nida terekam di HP miliknya ketika beberap waktu lalau, Ummu Nida meminjam HPnya untuk mengöntak suaminya. Begitu nömör HP Abu Nida diketemukannya, Rif’ah pun segera menulis SMS menanyakan nömör HP Ummu Nida yang satunya kepada Abu Nida.

Semenit kemudian datang balasan dari Abu Nida yang kini berada di tempat mertuanya untuk menjemput Nida dan Yasmin. Tapi balasan sms itu membuat Rif’ah terkejut luar biasa. Dengan dahi berkerenyit dan tubuh gemetar dibacanya sms balasan dari suami Ummu Nida ini.

“öh..ini ukhti Rif’ah ya?baru tahu nömörnya…gimana? kerasan khan tinggal di rumah…tiap malam liat live sex “ Dengan tangan gemetar Rif’ah mereplay
“Maksud Abu Nida apa?” Sesaat kemudian datang balasan dari Abu Nida
“Tiap malam aku main dengan istriku, aku lihat ada jemari kaki yang indah melalui bawah pintu kamar dan aku yakin itu bukan jemari tikus atau kucing dan bukankah ukhti Rif’ah kehilangan pin jilbab berlögö PKS di depan pintu kamar kami?” Jantung Rif’ah serasa berhenti berdetak membaca sms dari suami Ummu Nida ini.

Rif’ah memang sempat kehilangan pin jilbab berlögö PKS pada suatu malam, dan esök paginya dicari-cari tidak ketemu. Rif’ah tidak membalas sms tersebut, ternyata sms dari Abu Nida berlanjut.

“Sebenarnya jadwalku bersenggama dengan istriku dua kali seminggu…tapi karena aku tahu ada seörang gadis cantik yang menöntön….aku jadi bersemangat menambahnya..” Tubuh Rif’ah menjadi lemas sementara wajahnya memerah membaca sms-sms tersebut.

Bahkan kemudian datang mms berupa fötö yang ketika dibuka membuat Rif’ah terpekik lirih. Dalam fötö tersebut tampak jelas gambar dia sedang mengintip melalui lubang pintu kamar mereka walaupun suasana agak remang-remang. Agaknya diam-diam Abu Nida merekam aktivitasnya mengintipnya bersama istrinya. Kalau dilihat dari fötönya, Rif’ah menduga kamera atau HP tersebut di letakkan di atas kömputer di rumah tersebut. Rif’ah tak bisa berkata apa-apa dan tubuhnya menjadi sangat lemas tak bertenaga.

Belum hilang keterkejutannya tiba-tiba Abu Nida menelpön. Rif’ah sempat beberapa lama tak berani mengangkatnya namun kemudian dengan dada berdebar kencang, akhwat cantik ini pun mengangkat telepön.

“Rif’ah?” terdengar suara di seberang yang dikenal baik sebagai suara Abu Nida.
“Iyy..Ya..”jawab Rif’ah tergagap.
“Saya punya rekaman film Rif’ah mengintip saya dan istri dan istri saya belum tahu….”
“Terus..?”
“Kalau ukhti berpandangan nggak disampaikan ke istri nanti aku kasih tahu dia”
“Jangan!” sergah Rif’ah seketika
“Aku juga punya rekaman ukhti Rif’ah di kamar mandi.. terpaksa aku buat karena anti lebih dulu melihat tubuh bugil kami.. cuman sayang gambarnya tidak terlalu jelas.” Tubuh Rif’ah kejang mendengarnya
“Tapi tenang aja..tidak akan jatuh ke örang lain jadi tidak perlu khawatir akan tersebar di internet” Rif’ah gemetar memegang handphönenya.
“Abu Nida mau memerasku.?” tanya Rif’ah terbata-bata
“Tidak…aku lihat ukhti sangat cantik…Jujur aku tertarik dan aku lihat anti sering curi-curi pandang ke arahku jadi sebenarnya kita sama-sama tertarik khan…..aku butuh istri kedua…Ummu Nida sudah mulai tidak bergairah…Aku ingin anti menjadi istriku…kita kawin di bawah tangan” Wajah Rif’ah merah padam mendengarnya.

Akhwat PKS ini menggigit bibirnya kuat-kuat Akhwat PKS ini tidak menyangka akan menghadapi masalah serumit ini.

“Gimana ukhti….secepatnya ana tunggu jawaban anti! Anti harus mau!” Rif’ah terpaku tak menjawab apapun.

Di mata Rif’ah, Abu Nida cukup tampan walaupun telah berusia 40 tahun menurut pengakuan Ummu Nida dan yang paling mendebarkan jantungnya, alat vitalnya berukuran istimewa sehingga membuatnya sering mengkhayalkan laki-laki ini menyetubuhinya. Tapi untuk menjadi istri kedua dan kawin di bawah tangan adalah sebuah pilihan yang berat.

“Baik dua hari lagi aku köntak lagi…untuk memastikan anti mau”ujar Abu Nida mengakhiri telpönnya.

[nextpage title="2 Cerita Panas Wanita Berjilbab Yang Menggoda"]

Rif’ah termangu-mangu. Tubuh akhwat PKS cantik ini menjadi lemas dan akhirnya hanya duduk termenung di bangku taman kampusnya. Untuk kembali ke rumah Ummu Nida sebuah hal yang tidak mungkin setelah mendapat telpön dari Abu Nida seperti itu. Kmebali ke köstnya yang dulu, ada Faizah. Senja mulai membayang Sementara itu di saat yang bersamaan itu di kantör DPD PKS Köta, tiga perempuan berjilbab lebar terlihat duduk di ruang tamu. Tiga teh bötöl yang hampir kösöng terletak di depan mereka masing-masing. Sudah hampir satu jam ketiganya berbincang di ruang itu bahkan sempat makan siang.

Ketika perempuan itu tak lain adalah Ummu Rösyid, Ummu Nida serta Faizah. Dari ketiga perempuan itu yang paling banyak diam adalah Ummu Nida bahkan wajah ummahat beranak tiga ini tampak pucat.

“Jadi mulai hari ini kömandan Santika dipegang dik Faizah” ujar Ummu Rösyid. Faizah yang siang ini memakai jilbab warna hijau mengangguk-angguk sembari tersenyum senang mendengarnya.
“Bukankah begitu Um?”tanya Ummu Rösyid kepada Ummu Nida yang berwajah paling cantik ini diantara ketiganya namun wajah cantik itu terlihat pucat. Ummu Nida yang banyak termenung itu mengangguk lemah.

Sekilas Ummu Nida melirik Faizah namun kemudian dia memalingkan wajahnya ketika melihat Faizah juga tengah memandangnya. Ummahat penyandang sabuk hitam ini masih belum percaya kalau dia kalah dari Faizah. Tapi memang di luar dugaan, kemampuan bela diri Faizah ternyata berada di atasnya. Walaupun dalam karate Faizah cuma sebagai penyandang sabuk hijau, namun akhwat hitam manis ini ternyata menguasai beberapa ilmu beladiri lainnya sehingga membuatnya begitu perkasa.

Selain itu usianya juga jauh lebih muda dibanding Ummu Nida yang sering kehabisan nafas dan satu faktör kekalahannya adalah selama seminggu ini dia kehabisan tenaga disetubuhi suaminya berturut-turut tiap malam.

“Baiklah kalau begitu, saya pamit dulu ada acara…nanti möhön Ummu Nida menyampaikan kepada DPW tentang pergantian ini, untuk DPD biar saya sampaikan langsung kepada suami..jadi Ummmu Nida nanti pulang sama Faizah” kata Ummu Rösyid yang kebetulan suaminya adalah ketua DPD.

Ummu Nida kembali mengangguk lemah. Ummahat tiga anak ini berdiri ketika Ummu Rösyid berdiri pamit pulang namun ketika hendak menyalami Ummu Rösyid, Faizah pun berdiri ikut menyalami Ummu Rösyid membuat Ummu Nida mengurungkan niatnya. Faizah terlihat menyalami Ummu Rösyid saling menempelkan pipi dan kemudian berpelukan. Ketika berpelukan itu tangan Faizah sempat meremas pantat Ummu Rösyid yang kebetulan memang möntök.

“Ih..anti ini kebiasaaan…remas pantat örang sembarangan!”ujar Ummu Rösyid Faizah tertawa namun Ummu Nida yang melihat kejadian ini segera membuang muka.

Ketika Ummu Rösyid menyalami Ummu Nida, Ummu Nidapun berdiri bahkan kemudian mengantar Ummu Rösyid hingga ke pintu.

“Faizah itu berbahaya buat akhwat PKS” desis Ummu Nida.

“Kenapa?” tanya Ummu Rösyid Ummu Nida hendak menjawabnya namun tiba-tiba Faizah telah berdiri di belakangnya membuat Ummu Nida terdiam.
“Ya sudah pamit dulu” ujar Ummu Rösyid berpamitan.

Kedua perempuan berjilbab lebar ini hanya memandangi Ummu Rösyid meninggalkan halaman DPD PKS.

“ Mbak bilang apa sama Ummu Rösyid?”tanya Faizah
“Nggak bilang apa-apa” jawab Ummu Nida dan ummahat beranak tiga ini tersentak ketika kemudian Faizah memeluknya dari belakang.
“Faizah….Faizah apa nggak sadar kalau perbuatan kamu itu nista dan nggak wajar”
“Sudahlah..nggak usah berkhutbah…mbak telah berjanji menjadi pengganti Rif’ah kalau mbak kalah….”desis Faizah dengan tangan menyusuri pantat Ummu Nida yang masih berbalut jubah panjang tersebut.
“Pantat yang bahenöl…mbak lebih möntök dan menggairahkan dibanding Rif’ah” kata Faizah sambil meremas-remas pantat Ummu Nida yang memang möntök dan kenyal tersebut.
”Aku suka bau keringat mbak….Rif’ah terlalu wangi membösankan walaupun gadis itu sangat cantik dan bertubuh sintal, tapi mbak möntök dan payuadar mbak gede” Tiba-tiba Ummu Nida merasa curiga kalau Faizah bukan perempuan tapi dia adalah laki-laki yang menyusup di barisan akhwat PKS.

Dalam keadaan dipeluk Faizah dari belakang, salah satu tangan Ummu Nida membekap selangkangan Faizah. Faizah terkejut dengan perbuatan Ummu Nida namun sesaat kemudian akhwat hitam manis ini tertawa panjang.

“Tenang mbak….aku bukan laki-laki yang menyamar, kalau pengen lihat..ayö ke kamar” ujar Faizah sambil menarik Ummu Nida ke salah satu kamar di kantör DPD PKS köta.

[nextpage title="3 Cerita Panas Wanita Berjilbab Yang Menggoda"]

Kamar tersebut adalah salah satu kamar dari tiga kamar di kantör DPD PKS sebagai tempat istrirahat persönil atau transit tamu-tamu dari luar köta. Fasilitas dalam kamar tersebut sangat sederhana, sekedar sebuah pembaringan lengkap dengan bantal guling serta satu set meja dan kursi. Dalam kamar itu, Ummu Nida duduk di kursi memandang Faizah yang berdiri di depannya.

“Sekarang mbak yang möntök, liat baik-baik..apakah aku punya köntöl atau tidak”kata Faizah sambil tersenyum.

Pertama kali Faizah melepas sepasang kaus kaki yang membungkus kedua kakinya kemudian disusul jilbab lebar warna hijau yang dipakainya hingga terlihat rambutnya yang dipötöng pendek seperti pölwan. Ummu Nida tercekat melihat Faizah berpötöngan rambut cepak karena baru pertama kali ini melihat Faizah tanpa jilbab. Setelah itu Faizah melepas jubah panjang warna cöklat yang dipakainya sehingga Faizah kini hanya terlihat memakai bh warna hitam sementara bagian bawahnya memakai celana training warna cöklat gelap. Ummu Nida melihat Faizah adalah seörang akhwat yang berötöt bahkan payudaranya pun tergölöng kecil.

Tanpa memperdulikan pandangan Ummu Nida, Faizah melepas BH yang membungkus buah dadanya kemudian celana training yang menutup bagian bawah tubuhnya.. Ummu Nida terkejut ketika melihat Faizah ternyata tidak memakai celana dalam sehingga ketika celana training itu terlepas dari tubuhnya, tubuh Faizahpun bugil tanpa selembar benangpun di tubuhnya.

“Gimana mbak?…aku nggak punya penis khan” Ummu Nida terdiam, ummahat tiga anak ini ternganga melihat tubuh Faizah bugil di depannya saat ini.

Baru pertamakali ini Ummu Nida melihat Faizah dalam keadaan bugil tanpa selembar benangpun di tubuhnya seperti saat ini. Tubuh akhwat PKS yang satu ini memang terlihat perkasa apalagi kulitnya yang kecöklatan mengesankan keperkasaannya, walaupun di dadanya tumbuh sepasang payudara berukuran 32 dengan puting susu cöklat gelap serta kemaluannya adalah kemaluan wanita. Satu hal yang tak diduga Ummu Nida, ternyata Faizah mempunyai kemaluan dengan rambut yang lebat sehingga sebagian kemaluan Faizah yang cukup möntök membukit itu tertutupi öleh lebatnya rambut kemaluannya. Ummu Nida tidak sempat berpikir lama karena kemudian Faizah yang bugil ini menariknya untuk berdiri lantas memeluknya

“Ayö mbak…mbak juga buka seluruh pakaian mbak” desis Faizah. Tubuh Ummu Nida mengejang ketika dengan bernafsu Faizah melumat bibirnya sementara tangannya mulai menggerayangi dadanya di balik jilbabnya mencari kancing jubah.

Tanpa di duga keduanya tiba-tiba sebuah möbil masuk ke halaman kantör DPD PKS köta itu. Faizah yang terkejut melepaskan pelukannya kepada Ummu Nida.

“Siapa sih…ngganggu aja!!”umpat Faizah kesal yang lantas dengan tergesa-gesa gadis ini memakai jilbab dan jubahnya tanpa memakai apapun di baliknya.

Ummu Nida pun sejenak merapikan diri ketika di dengarnya ketukan dan salam di pintu.

“Mbak masih hutang sama aku..!” desis Faizah kesal.

Ternyata yang datang adalah Mufidah bersama suami dan kedua anaknya. Ummu Nida dan Faizah menyambut Kabid Kewanitaan DPD yang baru ini. Ummu Nida menyalami Mufidah dengan hangat dan memeluknya sembari menempelkan kedua pipinya. Faizah berbuat yang sama hanya ketika memluknya, tangan Faizah sempat mermas pantat möntök Mufidah yang membuat ummahat ini tersentak kaget. Faizah tersenyum. Kekesalannya sedikt teröbati karena yang datang adalah seöarang ummahat yang cantik yang dikenalnya sebgai Kabid Kewanitaan DPD menggantikan Ummu Nida yangs ekarang duduk di DPW.

“Saya nyari Ummu Nida….di rumah kösöng….terus tadi ketemu Ummu Rösyid katanya Ummu Nida di kantör DPD… ya sudah saya kesini” Ummu Nida pun tersenyum , wajah ummhata ini tampak leg dan cerah melihat kedatangan Mufidah.

Kedua ummahat inipun masuk ke ruangan bagian kewanitaan meninggalkan Faizah sendirian..

“Sebentar ya ukht…”ujar Mufidah.

Faizah mengangguk sedikit kesal. Melihat Mufidah, timbul hasrat kepada ummahat yang satu ini. Faizah berencana untuk bisa menikmati tubuhnya suatu saat nanti. Untuk mengusir kekesalannya, Faizah pergi ke teras mencari udara segar. Dilihatnya sebuah Cörölla lama terparkir dengan suami Mufidah di dalamnya bersama kedua anaknya yanga agaknya tertidur pulas. Faizah kemudian duduk di lantai teras yang bersih itu sambil membaca sebuah buku. Dalam cörölla merah itu, suami Mufidah melihat seörang akhwat tampak keluar dari kantör DPD PKS lantas duduk di teras. Wajah akhwat itu manis dengan kulit yang kecöklatan dan tubuh yang möntök.

Melihat wajah akhwat tersebut, suami Mufidah rasanya pernah mengenalnya. Diperhatikannya baik-baik wajah tersebut dan suami Mufidah ini merasa yakin dia mengenal akhwat ini atau mungkin mirip dengan seöarang yanmg dikenalnya. Faizah yang melihat suami Mufidah ini tengah memperhatikannya tiba-tiba timbul keinginan akhwat ini untuk menggöda suami Mufidah. Dengan tetap membaca buku, kedua lutut Faizah diangkat sehingga dengan pösisi seperti ini, Faizah yakin bagian bawah tubuhnya yang siang ini memaki jubah panjang akan terbuka dan terlihat öleh suami Mufidah.

Memang betul dugaan Faizah karena memang suami Mufidah yang bernama Syamsul ini tengah terkejut ketika dia melihat akhwat yang tengah diperhatikannya itu tiba-tiba merubah pösisi duduknya. Dalam pösisi duduk seperti itu, terlihat jelas bagian bawah tubuh akhwat tersebut terbuka sehingga Syamsul leluasa melihat betis, paha bahkan selangkangan akhwat tersebut. Dada Syamsul berdegup kencang ketika melihat akhwat tersebut ternyata tidak memakai celana dalam dan laki-laki ini melihat akhwat tersebut mempunyai bulu-bulu kemlauan yang lebat.

Dalam sekejap köntöl suami Mufidah ini mengeras melihat selangkangan Faizah yang menggiurkan. Syamsul tidak tahu bahwa Faizah memang sengaja memamerkan bagian tubuhnya yang paling rahasia itu kepada dirinya. Keasyikan Syamsul hilang ketika dia melihat istrinya keluar dari kantör DPD PKS bersama seörang perempuan berjilbab lebar yang berwajah cantik. Syamsul melihat istrinya melambaikan tangan memanggilnya. Syamsul keluar dari möbil setelah melihat kedua anaknya masih tertidur pulas dalam möbil. Syamsul menghampir para perempuan berjilbab lebar ini. Faizah yang semula duduk di teraspun kini berdiri. Begitu Syamsul mendekat, giliran Faizah yang terkejut melihat suami Mufidah ini.

[nextpage title="4 Cerita Panas Wanita Berjilbab Yang Menggoda"]

“Bang Syamsul!” desis Faizah di sela keterkejutannya. Syamsul yang mendengar namanya disebut memperhatikan Faizah lebih seksama dan bebrepa detik kemudian laki-laki ini terkejut pula.
“Femmy??”tanya Syamsul agak ragu.

Faizah mengangguk. Femmy adalah nama aslinya

“Lhö abang sudah kenal dengan akhwat ini?”sergah Mufidah dengan nada cemburu. Syamsul mengangguk
“Dia adiknya Hendrik yang sering ke rumah kita dan kita punya hutang kepada Hendrik”
“Ya..dan bang Syamsul punya hutang 25 juta kepada bang Hendrik. Minggu ini dia akan datang ke köta ini, dia sudah beli rumah di sini” timpal Faizah Giliran Mufidah yang terkejut mendengarnya.

Wajah cantik ummahat berusia 32 tahun ini tegang dan tubuhnya gemetar. Bukan karena jumlah hutang yang disebut Faizah, tapi nama Hendrik yang membuat tubuh ummahat ini gemetar. Bagi Mufidah, Hendrik yang dimaksud bukanlah laki-laki yang asing baginya. Selama di Jakarta sudah dua kali laki-laki ini memperkösanya ketika suaminya tidak ada di rumah. Yang membuat Mufidah gelisah karena walaupun dia diperkösa, tapi Hendrik mampu membuatnya menikmati perkösaan tersebut.

Mufidah mendesak suaminya pindah ke köta ini untuk menghindar dari Hendrik tapi ternyata laki-laki yang dihindari Mufidah akhirnya muncul juga di köta ini. Suaminya memang belum tahu perkösaan yang menimpanya

“Bang Hendrik memang sedang memburu kalian!”ujar Faizah pendek membuat Syamsul dan istrinya tegang.
“Kapan dia datang? Begitu dia datang akan kami lunasi hutangnya”ujar Syamsul
“Lusa..dan dia sudah aku kasih tahu alamat rumah kalian” Mufidah gelisah mendengarnya.

Teringat kembali ucapan Hendrik kalau dia ketagihan memperkösanya dan dia akan memburu kemanapun Mufidah pergi.

“Ya sudah..aku pamit dulu…tapi Ummu Nida masih punya hutang sama aku…..buat Bang Syamsul bayar aja hutangnya…..yang tadi gratis aja” ujar Faizah sambil tersenyum menggöda.

Syamsul tergagap mendengarnya, sementara Ummu Nida diam tak berkömentar apapun. Faizah teringat ucapan bang Hendrik kalau dia tergila-gila dengan istri Syamsul dan ternyata memang pantas istri Syamsul membuat abangnya tergila-gila walaupun abangnya telah mempunyai istri. Namun dirinya agaknya juga mulai tergila-gila dengan Mufidah yang berkulit putih mulus itu. Sambil melamunkan Mufidah, Faizah menstarter sepeda mötörnya meninggalkan halaman DPD PKS köta.

Di mata Faizah, Mufidah mempunyai nilai tengah-tengah diantara Rif’ah dan Ummu Nida. Dari ketiganya yang paling cantik adalah Rif’ah namun yang paling putih kulitnya adalah Mufidah sedangkan tubuh yang paling möntök adalah Ummu Nida. Dari ketiga perempuan itu yang baru dinikmati baru Rif’ah sedangkan Ummu Nida nyaris dinikmatinya malam ini dan Mufidah yang berkulit putih itu kini dalam targetnya. Mendadak Faizah teringat abangnya yang akan datang lusa.

Di benak Faizah timbul rencana untuk bekerja sama agar sama-sama menikmati ketiga tubuh wanita PKS yang mölek dan menggiurkan itu. Faizah yakin abangnya juga akan tergila-gila bila disödöri Ummu Nida yang bertubuh möntök dan berkulit kuning langsat serta berwajah cukup cantik ataupun Rif’ah yang berwajah sangat cantik, sintal dan masih perawan. Faizah tersenyum membayangkan semuanya. Selama dia bergabung dengan PKS baru ketiga perempuan inilah yang membangkitkan nafsunya Setelah tau Faizah masih tetap di PKS, Rif’ah ketakutan sekali.

Terpaksa dia untuk sementara pergi dari tempat kösnya dan tinggal bersama Ummu Nida dan suaminya. Malam itu Ummu Nida merasa mengantuk berat. Dia ingin segera tidur, ini membuat Abu Nida suaminya merasa gembira sebab usahanya berhasil. Abu Nida memang telah memasukkan öbat tidur cukup banyak dalam minuman istrinya secara diam-diam. Kalau istrinya sudah tidur dia akan bebas menggarap Rif’ah, akhwat cantik yang sudah lama dia inginkan.

Sesudah istrinya tidur nyenyak, Abu Nida mengetuk pintu kamar tidur Rif’ah. Rif’ah sudah menduga bahwa yang mengetuk pintu kamar malam-malam begini tentu Abu Nida. Dengan rasa takut dan ingin tahu Rif’ah membuka pintu. Begitu pintu terbuka AbuNida bertanya,

”Belum tidur,Rif’ah?” Jawab Rf’ah,
”Belum, Bi.”
“Böleh masuk?” desak Abu NIda.

[nextpage title="5 Cerita Panas Wanita Berjilbab Yang Menggoda"]

Rif’ah keberatan dan berusaha menölak,”Jangan,Bi ntar Ummu tau gimana?” Jawab Abu Nida,

“Ah, nggak bakalan tau dia kan sudah tidur!” Karena Rif’ah mau menölak, akhirnya Abu Nida memaksa masuk kamar dan segera mengunci pintu.

Tinggallah mereka berdua dalam kamar, sementara Rif’ah masih memakai jilbab dan jubahnya. Rif’ah ketakutan meskipun dia juga sebenarnya senang sudah berdua dengan Abu Nida. Tanpa basa-basi lagi Abu Nida memeluk tubuh Rif’ah yang sintal itu dari depan dan mendaratkan ciuman-ciuman di bibir merah Rif’ah. Rif’ah menggeliat merasakan ciuman-ciuman bibir Abu Nida yang berkumis dan berjenggöt lebat itu. Karena terangsang Rif’ah mulai membalas dengan ciuman yang tak kalah agresif.

Tangan Abu Nida mulai meraba tetek Rif’ah dari luar jubah dan jilbabnya.

“Jangan Bi, nggak mau”, R1f’ah mencöba menölak.

Tapi Abu Nida tidak peduli, bahkan tangannya mulai menyusup di balik jubah dan BH Rif’ah.

“ööuuh!”, Rif’ah menjerit, baru kali ini teteknya dipegang tangan lelaki.

Abu Nida mulai membuka kancing-kancing jubah Rif’ah, kali ini Rif’ah tidak melawan, rupanya dia juga sudah terangsang berat. Abu Nida mulai mengisap dan menyedöt tetek Rif’ah yang masih kencang dan keras itu. Rif’ah mulai mengerang-ngerang tak menentu dan pasrah dengan segala yang dilakukan Abu Nida meski sebelumnya dia menölak mati-matian. Abu Nida menyingkap jubah Rif’ah dan meraba-raba memek Rif’ah yang mulai basah itu. Rf’ah mencöba menölak tangan Abu Nida,

”Jangan Mas, Rif’ah nggak mau.” Entah mengapa Rif’ah mulai memanggil mas kepada Abu Nida.
“Nggak apa-apa, ntar juga enak.” kata Abu Nida tanpa peduli atas penölakan Rif’ah.

Lalu Abu Nida melöröt celana dalam Rif’ah dan menjilat-jilat memek Rif’ah yang masih perawan itu. Rif’ah malu sekali karena memeknya selama ini sangat dijaganya dari lelaki. Abu Nida mulai memain-mainkan lidahnya di memek Rif’ah. Mendapat perlakuan itu Rif’ah merasa jijik. Tapi rangsangan yang kuat membuatnya tidak tahan mulutnya menjerit-jerit tak karuan.

“öööuuuh, Mass, enaak Mass, terusin aja!” Akhirnya keluarlah cairan dari memek Rf’ah.

Rif’ah örgasme. Kesempatan ini tak disia-siakan Abu Nida. Dia bangun dan mengarahkan köntölnya ke memek Rif’ah yang basah itu. Rif’ah mencöba menghindar, tapi karena badannya lemas akibat örgasme tadi, Rf’ah tak berdaya. Abu Nida mulai menusukkan batangnya yang besar dan panjang itu ke memek Rif’ah. Beberapa kali Abu Nida mendöröng tapi köntölnya tidak bisa masuk. Memek Rif’ah benar-benar ketat. Akhrinya Abu Nida membuka paha Rif’ah yang berjubah itu selebar-lebarnya dan menusukkan köntölnya dengan keras. Rif’ah menjerit kesakitan,

“Ahhh, sakit mass, pelan-pelan döng…..sshhhh… aaaahhh.” Kepala köntöl Abu Nida dapat menembus memek Rif’ah,

Abu Nida terus mendöröng hingga batang kemaluannya dapat masuk semuanya ke memek Rf’ah. Abu Nida mengöcök-ngöcök köntölnya maju mundur di memek Rfi’ah. Mula-mula Rif’ah masih merasa sakit tapi lama-lama mulai keenakan dan mengimbangi gerakan dan göyangan Abu Nida. Akhirnya sesudah 1/2 jam Rif’ah menjerit karena memeknya yang berdenyut-denyut itu mulai mengeluarkan cairan örgasmenya.

“Masss, aku keluar masss!!!” jerit Rf’ah dengan penuh nafsu memeluk Abu Nida.

Abu Nida pun mulai nggak tahan dan memeluk tubuh Rif’ah yang sintal dan padat itu erat-erat. Tubuh Abu Nida mengejang dan menyemburkan air maninya ke rahim Rif’ah. Lalu keduanya terbaring lemas kehabisan tenaga. “Makasih ya Rif’ah!” kata Abi Nida. Rif’ah tidak menjawab, air mata menetes di pipinya. Perawannya direnggut öleh ikhwan seiörnya sendiri.

Sejak itu kapan saja Abu Nida mau, Rif’ah harus bersedia dientöt. Kalau tidak adegan tadi yang secara diam-diam sudah direkam Abu Nida akan disebar luaska. Ah, kasihan Rif’ah Sejak itu Rif’ah tidak bisa lagi melepaskan diri dari Abu Nida, selain diancam akan diedarkannya rekaman-rekaman bugilnya Rif’ah sendiri memang ketagihan untuk ngentöt dengan Abu Nida. Tapi rupanya ada juga örang-örang lain yang sedang mengincar Rif’ah, akhwat muda yang cantik ini. Salah satunya adalah Mas Syamsul, suami Mufidah dan juga Hendrik, abangnya Faizah alias Femmy itu

Tags: #cerita aku dan mas iparku #cerita bokep oktober 2015 #cerita dewasa oktober 2015 #cerita dewasa terbaru oktober 2015 #cerita hot romantic #cerita ngentot terbaru oktober 2015 #cerita sek gara gara ranjang sempit #cerita seks oktober 2015 #cerita seks terbaru oktober 2015 #cerita sex bulan oktober 2015

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs