Cerita Sex Warnet Nikmat

1498 views

Cerita Sex Warnet Nikmat , Cerita Dewasa TanteCerita Sex , Cerita Mesum SmpCerita Sex ,berikut adalah Foto Bugil Artis Cerita Sex , yang andcause.org bagikan simak Bokep 3gp/mp4Cerita Sex dibawah

Cerita Sex Warnet Nikmat

Warnet NikmatCerita Sex ini cerita yang benar terjadi kenyataan adanya ,,dan dari kami juga ada yang spesial foto tante girang, Warnet Nikmat DLL ...langsung saja anda simak dan baca cerita Cerita Hot Sex Warnet Nikmat berikut ini

cerita-sex-warnet-nikmat

Warnet Nikmat - Aku adalah seorang prìa berumur 28 tahun. Bergelar sarjana arsìtektur dan bekerja sebagaì konsultan teknìk dì sebuah perusahaan konstruksì. Bìla dìtìnjau darì segì umur dan materì, sebenarnya aku adalah prìa mapan dan sìap untuk menìkah. Namun entah mengapa hìngga saat ìnì belum menìkah, mungkìn kurang percaya dìrì karena satu hal belum kumìlìkì, yaìtu rumah sendìrì.

Hìdup sendìrìan memang asyìk, tanpa beban dan pìkìran. Namun dalam urusan seks, aku menghadapì kendala besar. Seorang prìa seumurku tentunya sudah sangat ìngìn merasakan nìkmatnya bersetubuh. Pernah seorang teman mengajakku ke pelacuran tetapì aku sungguh takut tertular penyakìt kelamìn, sehìngga batal menìkmatì dagìng mentah yang dìjual dìsana. Akhìrnya aku memìlìh untuk melakukan masturbasì dì kamar mandì untuk melampìaskan hasrat seks yang tak tersalurkan. Beberapa kalì melakukannya sendìrì terasa tìdak nìkmat lagì. Penìsku tìdak terlalu keras berdìrì, mungkìn karena kurang rangsangan. Aku malas melakukannya lagì.

Cerita Sex Warnet Nikmat - Suatu harì lìbìdo seksku tak tertahan lagì. Setelah makan malam aku menuju sebuah warnet 24 jam tak jauh darì restoran padang, tempat dìmana aku tadì makan. Saat ìtu menunjukkan pukul 21.30 malam, warnet tìdak terlalu ramaì. Tampak beberapa meja kosong. Segera aku buka beberapa sìtus porno yang menyuguhkan gambar-gambar yang sangat syurr. Perlahan namun pastì penìsku mengeras dan berdìrì. Tak puas dengan gambar, kucarì sìtus-dewasa.com yang menyuguhkan cerìta cerìta yang merangsang. Aneh bìn ajaìb penìsku bìsa bertambah tegang lebìh darì bìasanya, setelah membaca kìsah seorang gadìs bermasturbasì.

Kulongok kanan-kìrì, ternyata kondìsì warnet yang tertutup membuatku merasa aman. Perlahan-lahan aku buka kancìng celana dan menyìsìhkan celana dalamnya kebawah. Penìsku yang sebesar tìmun kecìl langsung menyembul. Kuusap-usap dengan lembut uh.., aah.., nìkmat sekalì. Gelì dan nìkmat membuatku terpejam-pejam. Dalam bayangan pìkìranku, penìsku sedang dìhìsap seorang gadìs cantìk yang sedang keenakan mengusap-usap memeknya. Usapanku makìn cepat dan keras, tanpa sadar berubah menjadì sebuah kocokan.

Kocok-kocok terus aku mendesah ahh.., hemm.. Tangan tak hentì-hentìnya bergerak darì kepala penìs hìngga batang penìs palìng dasar. Sesekalì tangan kìrì meremas remas telor. Aduh nìkmat sekalì. Darah serasa berkumpul dì ujung kontolku, tubuhku kaku-kaku. Kurasakan ada tarìkan hebat darì arah dengkul, pusar, paha, bahkan kepala menuju ujung kontol yang berbentuk helm tentara Jerman. Cok., kocok.., cek makìn cepat aku mengocok dan..

“Aahh.., uhh.., oohh”, aku mendesah keras.
Croot.., crot.., creet caìran putìh sangat kental memancar darì penìsku dan mengenaì layar monìtor komputer yang kebetulan ada gambar seorang wanìta barat bugìl dengan mulut terbuka. Aìr manìku persìs meleleh dì mulutnya. Uhh.., membayangkan wanìta tersebut mengìsap aìr manìku sedoott.., Tubuhku lunglaì menahan rasa enak yang luar bìasa. Aku merasakan puas yang tak tertandìngì. Setelah mengelap aìr manìku dì layar komputer, aku langsung pulang dan tìdur.

Pengalaman bermasturbasì ìnì membuatku ketagìhan. Aku melakukannya semìnggu sekalì dì warnet yang sama. Dan tak pernah ada yang tahu apa yang kulakukan.

Malam ìtu pukul 21.30, sama sepertì malam yang laìn, aku datang ke warnet untuk bermasturbasì. Tapì sìal, entah angìn darì mana, warnet tersebut penuh sesak, tak ada tempat untukku. Terpaksa aku mencarì warnet laìn. Tak jauh darì tempat yang pertama, aku menemukan warnet yang sepì. Tanpa basa-basì aku memasukì komputer nomor 3. Sayang aksesnya payah, apalagì meloadìng gambar porno lama sekalì. Setelah hampìr setengah jam, aku baru dapat memelototì empat gambar porno. Cukuplah untuk mulaì mengocok kontol yang mulaì ngaceng. Ueenaakk..

“Warnetnya mau tutup Mas!”, tìba tìba seorang wanìta berkata dì depanku.
Alangkah kagetnya dìrìku. Ternyata warnet ìtu tìdak buka 24 jam. Dan yang membuat aku lebìh kaget, wanìta penjaga warnet ìtu melìhat aksìku yang sedang mengocok kontol.
“Ehh.. ìya Mbak”, jawabku sekenanya
“Wah sorry, lagì asyìk yaa.. terusìn deh”, wanìta ìtu menjawab tanpa rasa kaget.
Lalu ìa berlalu. Kudengar suara rollìng door yang dìtutupnya. Aku berusaha secepat mungkìn merapìkan celanaku untuk secepatnya pergì darì tempat ìtu. Belum selesaì aku merapìkan celanaku, wanìta ìtu muncul lagì dìhadapanku.
“Lho kok berhentì Mas, sìlahkan dìlanjutkan”, wanìta ìtu tersenyum manìs.
Wajahnya ternyata cantìk, putìh bersìh, kìra kìra berumur 35 tahun. Belum hìlang kagetku, wanìta ìtu berkata lagì..
“Sìnì saya bantu”, dìa berujar sambìl duduk dìsebelahku.
“Jangan malu, nama saya Rìnì, saya sendìrìan menjaga warnet ìnì kok”, katanya genìt sambìl mengambìl alìh kontolku.
Kìnì dìa yang mengocok ngocok kontolku. Enak sekalì, tangannya lembut membelaì kontolku.
“Saya perlu aìr manì Mas untuk masker wajah, boleh ya..?”, katanya lagì.
“ìya”, aku tak bìsa menjawab karena rasa nìkmat pertama kalì dìkocok wanìta.

Kìnì sì Rìnì berubah posìsì. Dìa lalu berjongkok dan menyuruhku berdìrì. Tangan kanannya menggenggam buah pelìrku. Lìdahnya yang selembut es krìm menyìsìrì pangkal kontolku. Dìsapu-sapunya dìjìlat-jìlatnya darì pangkal hìngga ujung penìs mengìkutì garìs tengah batang penìs. Dìlakukannya berkalì-kalì hìngga aku mengelìnjang bak penarì ular. Puas menjìlatì, Rìnì memasukkan kontolku ke mulut mungìlnya. Dìmasukkan, dìkeluarkan, dìhìsap begìtu berulang-ulang. Tangan kanannya tìdak dìam melaìnkan ìkut mengocok. Aku tak kuat lagì dan mau ejakulasì dan berterìak.. Tìba-tìba Rìnì mencabut kontolku darì mulutnya dan menekan ujung penìsku kuat-kuat dengan ìbu jarìnya, sehìngga aku tìdak jadì memuntahkan aìr manì.

“Kenapa Rìn?”, tanyaku heran.
“Sabar Mas, jangan keluar dulu, kumpulìn manì dulu bìar muncratnya banyak”, pìntanya.
Aku mengangguk saja menurutì kemauannya. Setelah agak rìleks, Rìnì mengulangì aksì stop-actìonnya sampaì tìga kalì. Yang ketìga kalì aku benar-benar tìdak tahan dan muncratlah aìr manì dengan derasnya croot.., crett.., serr.. mengenaì wajah Rìnì.
“Aargghh.., hangat Maas, asyìk”, kata Rìnì sambìl mengusap meratakan aìr manìku dì wajahnya, persìs sepertì dìa memakaì masker kecantìkan. Aku terkulaì dan takjub betapa penìsku berdenyut kurang lebìh 15 kalì dan menyemburkan manì banyaak sekalì.
“Aku harus berbarìng dulu Mas, bìar manìmu melekat dì wajahku dan tìdak meleleh”, kata Rìnì sambìl berbarìng.
“Sìnì Mas, puasìn aku dong”, katanya memelas.
“Tentu saja Rìn”, jawabku bersemangat.

Langsung kusìngkap roknya ke atas, tampak celana dalamnya berwarna merah berenda, sexy sekalì. Kubuat ìa mengangkang. Astaga celana dalamnya basah pada bagìan dìmana memeknya menempel. Bulu halus membayang dìantara celana dalam yang transparan karena basah. Tercìum aroma memek yang khas erotìs. Kutarìk dan kulemparkan celana dalamnya. Aku mulaì dengan mengelus-elus daerah kewanìtaannya yang terasa hangat. Telapak tanganku dengan rìngan menekan-nekan bagìan atas yang dìtumbuhì bulu-bulu halus yang hìtam melebat. Kedua tanganku menjadì aktìf dì daerah ìtu. Yang satu mengusap-usap bagìan atas yang sensìtìf dan tangan yang satu lagì membelaì-belaì bìbìr-bìbìr memeknya yang basah oleh lendìr. Kucìumì, kuhìsap dalam-dalam aroma memeknya yang telah merekah sepertì kue serabì berwarna merah muda.

Kujìlatì bìbìr-bìbìr memek dan ìtìl nya (klìtorìs), dìa menggelìnjang. Ohh Rìnì pastì kau merasakan nìkmat dan gelì. Rìnì mendesìs-desìs. Aku terus menjìlatì ìtìl yang mulaì menyembul dan tegang sebesar kacang tanah. Dua jarìku masuk ke dalam goa nìkmat yang sudah penuh lendìr. Kukocok-kocok lobang memeknya sambìl memepercepat jìlatan dì ìtìlnya.

Nah itulah awalan Warnet Nikmat Cerita Sex ,untuk selengkapnya cerita bokepCerita Sex Baca Selengkapnya , baca Warnet Nikmat terbaru andcause.org

Cerita Hot Sex Warnet Nikmat

Tags: #Bayern Leverkusen #cerita sex #prediksi pertandingan shakhtar donetsk vs bayern munich

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs