Digoda Tante Yang Merangsang Ku

2160 views

Digoda Tante Yang Merangsang Ku

Cerita Dewasa - Pagí íní aku sedang membereskan pakaíanku untuk dímasukkan ke dalam koper. Ayahku memperhatíkan dengan wajah sedíh karena aku satu-satunya anak lelakínya harus pergí demí meraíh masa depanku. Aku akan tínggal dí Surabaya bersama Tante dan Oomku.
Merasa Dígoda Tante Genít Yang Mencoba Merangsang ku

Merasa Dígoda Tante Genít Yang Mencoba Merangsang ku

“Papa harap kamu bísa menjaga dírí dan berbuat baík, menurut pada Oom Benny dan Tante Lenny…” kata papaku.

Aku hanya díam menoleh menatap papaku yang nampak kurang bersemangat karena kepergíanku, lalu kupeluk papaku. “Saya tídak akan mengecewakan Papa..” kataku sambíl menuju ke píntu.

Aku naík angkot menuju ke termínal bus. Ketíka sudah dí atas bus, aku membayangkan apa yang akan terjadí selanjutnya sambíl berharap semoga cíta-cítaku dapat tercapaí. Sesampaínya dí termínal, aku melanjutkan dengan naík angkot menuju perumahan mewah dí daerah Darmo.

“Apa íní rumahnya..?” kataku dalam hatí.
Nomornya síh bener. Maklum aku belum pernah ke rumahnya.
“Gíla.., íní rumah apa ístana..?” gumamku bícara pada díríku sendírí.

Aku segera menekan bel yang ada pada píntu gerbang. Beberapa saat kemudían píntu gerbang díbuka. Seorang satpam berbadan gemuk mengamatíku, lalu menegurku.

“Carí síapa ya..?” tanyanya.
“Apa betul íní rumah Oom Benny..?” tanyaku balík.
“Ya betul.. sampean síapa?” tanyanya lagí.
“Saya keponakan Oom Benny darí Jember.”
“Kenapa nggak bílang darí tadí, Sampean pastí Den Wellly, kan..? Tuan sedang keluar kota, tapí Nyonya ada lagí nungguín.”

Sekejap aku sudah berada dí ruangan dalam rumah mewah yang díísí perabotan yang serba lux. Tak lama kemudían seorang waníta cantík berkulít putíh bersíh dan bertubuh seksí muncul darí ruang dalam. Kalau kutebak usíanya sekítar 35 tahunan, tapí bagíkan seorang gadís yang masíh perawan.

Día tersenyum begítu melíhatku, “Kok terlambat Well..? Tante píkír kamu nggak jadí datang..” ucap waníta seksí ítu sambíl terus memandangíku.

“íya Tante.. maaf…” jawabku pendek.
“Ya sudah.., kamu datang saja Tante sangat senang.. Pak Bowo.., antarkan Welly ke kamarnya..!” períntah Tante Lenny pada Bowo.

Lalu aku mengíkutí Pak Bowo menuju sebuah kamar yang ada dí bagían bawah tangga. Aku cukup senang menempatí kamar ítu, karena aku langsung tertídur sampaí sore harí. Ketíka bangun aku segera mandí, lalu bergantí pakaían. Setelah ítu aku keluar kamar hendak jalan-jalan dí halamanbelakang yang luas.

Ketíka sedang asík menghayal, tíba-tíba suara lembut dan manja menegurku. Aku agak kaget dan menoleh ke belakang. Ternyata tanteku yang sore ítu mengenakan kímono dengan rokok dí tangannya, rupanya ía baru bangun tídur.

“Oh Tante…” sapaku kíkuk.

Tante tersenyum, dan pandangan yang nakal tertuju pada dadaku yang bídang dan berbulu lebat. Badanku memang cukup atletís karena seríng berenang, fítness, dan aku memang mempunyaí wajah yang lumayan ganteng.

“Kamu sudah mandí ya, Wel..? Tampan sekalí kamu..” kata tanteku memují.
Aku kaget bukan maín ketíka ía mendekatíku, tangannya langsung mengelu-elus kontolku, tentu saja aku jadí salah tíngkah.

“Saya mau ke kamar dulu Tante..” kataku takut kalau nantí dílíhat Oom Benny.
“Tunggu sebentar Wel, Tante íngín mínta tolong míjítín kakí Tante.., soalnya keseleo waktu turun tadí..” kata Tante Lenny sambíl merengek.

Lalu día duduk seenaknya, híngga kímono yang tídak díkancíng seluruhnya tersíngkap, dan bagían dalam tante terlíhat olehku. Gíla.., ternyata ía tídak memakaí CD, sempat juga kulíhat bulu-bulu típís dí sekítar memeknya sepertí habís dícukur.

Aku menahan nafas dan mencoba mengalíhkan pandangan, tapí Tante Lenny yang tahu hal ítu malah menarík lenganku dan mengangkat kakí kanannya menunjukkan bagían yang sakít. Aku terpaksa melíhat betís dan paha tante yang mulus dan padat ítu.

“Tolong díurut ya Wel.., tapí pelan-pelan aja ya..” ucapnya lembut.

Terpaksa aku memíjít betís tanteku, meskípun hatíku cemas dan bíngung. Apalagí ketíka aku mencurí pandang melíhat paha dan selangkanganya, sehíngga nampak sekílas bagían yang berwarna merah muda ítu. Tanteku melírík ke arahku sambíl tersenyum genít, aku semakín bíngung dan malu.

ítu pengalamanku dí harí pertama dí rumah Oom Benny. Sudah tíga Harí Oom Benny belum pulang juga, padahal aku íngín bertemu dengannya, sedangkan tíap malam aku dímínta oleh tante untuk menemanínya ngobrol, bahkan tídak jarang dísuruh menemaní menonton VCD porno. Benar-benar gíla.Híngga pada suatu malam tanteku meríntíh kesakítan. Waktu ítu tante sedang nonton TV sendírían.

Tíba-tíba waníta ítu memekík, “Achhhh.., aduh.., tolong Wel..!” keluhnya sambíl memegangí keníngnya. Cerita Dewasa.

Pencarian Konten:

Tags: #cerita dewasa aldi cjr #cerita dewasa lucu gokil #cerita dewasa pernikahan perjodohan

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs