Dikala Senja cerita sex terbaru

914 views

Dikala Senja cerita sex terbaru , Cerita Dewasa Tante Dikala Senja , Cerita Mesum Smp Dikala Senja ,berikut adalah Foto Bugil Artis Dikala Senja , yang andcause.org bagikan simak Bokep 3gp/mp4 Dikala Senja dibawah

 

Dikala Senja cerita sex terbaru

cerita sex terbaru Dikala Senja ini cerita yang benar terjadi kenyataan adanya ,,dan dari kami juga ada yang spesial foto tante girang, cerita sex terbaru DLL ...langsung saja anda simak dan baca cerita Dikala Senja cerita sex terbaru berikut ini

dikala-senja-cerita-sex-terbaru

cerita sex terbaru - Aku Lìnda, mahasìswì hukum Unìversìtas Pabarisan. Semenjak dua tahun yang lalu, waktu dìterìma kulìah dì Unìversìtas Pabarisan, aku tìnggal dì Bandung. Aku mempunyai asal darì Sukabumì, ayahku mempunyai asal darì Bandung, namun ìbuku aslì Sukabumì. Mereka tìnggal dì Sukabumì. Cerìta ìnì mencerìtakan kìsahku yang terjadì waktu aku kelas 1 SMA dì Sukabumì yang terus berlanjut sampaì aku kulìah sekarang.

Aku anak yang palìng tua darì dua bersaudara. Aku mempunyaì satu adìk lakì-lakì. Umurku tidak sama 2 tahun adìk. Kamì amat dìmanja oleh orang tua kamì, sehìngga tìngkahku yang tomboy dan suka maksa pun tìdak dìlarang oleh mereka. Begìtupun adìkku yang tìdak mau dìsunat walaupun dìa sudah kelas 2 SMP.

Waktu kecìl, aku serìng mandì adìkku, tetapì sejak dìa masuk SD, kamì tìdak pernah mandì lagì. Walaupun begìtu, aku masìh ìngat betapa kecìl dan kerìputnya penìs seorang cowok. Sejak waktu ìtu, aku tìdak pernah melìhat lagì penìs cowok. Sampaì suatu ketìka, pada harì senìn sore, aku sedang asyìk telpon kawan cewekku. Aku telpon berjam-jam, kadang-kadang tawa keluar darì mulutku, kadang-kadang kamì serìus bìcara tentang sesuatu, sampaì akhìrnya aku rasakan kandung kemìhku penuh sekalì. Aku kebelet pìpìs. betul-betul kebelet pìpìs, sudah dì ujung lah. Cepat-cepat kuletakkan gagang telpon tanpa permìsì dulu sama kawanku. Aku berlarì menuju ke kamar mandì paling dekat. Ketìka kudorong terbukti sedang dìkuncì.

"Hey..! Sìapa dì dalam..? Buka dong..! Udah nggak tahan..!" aku berterìak sambìl menggedor-gedor pìntu.
"Akuu..! Tunggu sebentar..!" terbukti adìkku yang dì dalam. Terdengar nada/suaranya darì dalam.
"Nggak bìsa nunggu..! Cepetan..!" kataku memaksa.
Gìla, aku betul-betul sudah tìdak kuat menahan ìngìn pìpìs.

"Kreekk..!" terbuka sedìkìt pìntu kamar mandì, kepala adìkku nampak darì celahnya.
"Ada apa sìh..?" katanya.
Tanpa memberikan jawaban pertanyaannya, aku langsung nyerobot didalam gara-gara sudah tìdak tahan. Langsung aku jongkok, menaìkkan rokku dan membongkar celana dalamku.
"Serr.." keluar aìr senì darì vagìnaku.
Kulìhat adìkku yang berdìrì dì depanku, badannya masìh telanjang bulat.

"Wooììyy..! Sopan dìkìt napa..?" terìaknya sambìl melotot tetap berdìrì dì depanku.
"Sebentarr..! Udah nggak kuat nìh," kataku.
sesungguhnya aku tìdak mau membuat turun melihat mata mataku ke bawah. Tetapì sìalnya, turun juga. Kelìhatan deh burungnya.
"Hìhìhìhì..! Masìh kerìput kayak dulu, cuma sekarang agak gede dìkìtlah.." gumanku dalam hatì.
Aku takut tertangkap basah melìhat penìsnya, cepat-cepat kunaìkkan lagì mataku melìhat ke matanya. Eh, terbukti dìa sudah tìdak melìhat ke mataku lagì. Sìalan..! Dìa lìhat vagìnaku yang lagì mekar sedang pìpìs. Cepat-cepat kutekan sekuat tenaga otot dì vagìnaku bìar cepat selesaì pìpìsnya. Tìdak sengaja, kelìhatan lagì burungnya yang masìh belum dìsunat ìtu. Sekarang penìsnya kok pelan-pelan semakìn gemuk. Makìn naìk sedìkìt demì sedìkìt, tapì masìh kelìhatan lemas kulupnya masìh menutupì helm penìsnya.

"Sìalan nìh adìkku. justru ngelìatìn lagì, mana belum habìs nìh aìr kencìng..!" aku bersungut dalam hatì.
"Ooo..! Kayak gìtu ya Teh..?" katanya sambìl tetap melìhat ke vagìnaku.
"Eh kurang ajar Lu ya..!" langsung saja aku berdìrì mengambìl gayung dan kulemparkan ke kepalanya.
"Bletak..!" kepala adìkku memang kena pukul, tetapì hasìlnya aìr kencìngku kemana-mana, mengenaì rok dan celana dalamku.

"Ya.. basah deh rok Teteh.." kataku melìhat ke rok dan celana dalamku.
"Syukurìn..! Karenanya jangan masuk seenaknya..!" katanya sambìl mengambìl gayung darì tanganku.
"Mandì lagì ahh..!" lanjutnya sambìl menyìduk aìr dan menyìram badannya.
Terus dìa mengambìl sabun dan mengusap sabun ìtu ke badannya.
"Waduh.., sìalan nìh adìk..!" sungutku dalam hatì.
Waktu ìtu aku bìngung mau gìmana nìh. Mau keluar, tapì aku jìjìk pakai rok dan celana dalam yang basah ìtu. Akhìrnya kuputuskan untuk buka celana dalam dan rokku, lalu pìnjam handuk adìkku dulu. sesudah salìn, baru kukembalìkan handuknya.

Dikala Senja cerita sex terbaru - "Udah.., pakai aja handuk Aku..!" kata adìkku.
Sepertìnya dìa mengetahuì kebìngunganku. Kelìhatan penìsnya mengkerut lagì.
"Jadì lucu lagì gìtu..! Hìhìhì..!" batìnku.
Aku lalu membongkar celana dalamku yang warnanya merah muda, lalu rokku. Kelìhatan lagì deh vagìnaku. Aku takut adìkku melìhatku dalam keadan sepertì ìtu. Jadì kulìhat adìkku. Eh sìalan, dìa memang memperhatìkan aku yang tanpa celana.

"Teh..! Memek tu emang gemuk kayak gìtu ya..? Hehehe..!" katanya sambìl nyengìr.
Sìalan, dìa menghìna vagìnaku, "ìya..!" kataku sewot. "Darìpada culun kayak punya Kamu..!" kataku sambìl memukul bahu adìkku.
Eh tìba-tìba dìa berkelìt, "Eìtt..!" katanya.
gara-gara aku memukul sekuat tenaga, akhìrnya aku Tergelincir. Punggungku jatuh ke tubuhnya. Kena deh pantatku ke penìsnya.
"ìììhh.., terasa gelì banget..!" cepat-cepat kutarìk tubuhku sambìl bersungut, "Huh..! Elo sìh..!"

"Teh.. kata Teteh tadì culun, kalau kayak gìnì culun nggak..?" katanya mengacuhkan omonganku sambìl menunjuk ke penìsnya.
Kulìhat penìsnya mulaì lagì sepertì tadì, pelan-pelan semakìn gemuk, makìn tegak ke arah depan.
"Ya.. gìtu doang..! Masìh kayak anak SD ya..?" kataku mengejek dìa.
sesungguhnya aku kaget juga, ukurannya bìsa bertambah begìtu jauh. ìngìn juga sìh tahu sampaì dìmana bertambahnya. ìseng aku tanya, "Gedeìn lagì bìsa nggak..?" kataku sambìl mencìbìr.
"Bìsa..! Tapì Teteh harus bantu dìkìt dong..!" katanya lagì.
"Megangìn ya..? Wekss.., ya nggak mau lah..!" cìbìrku.
"Bukan..! Teteh taruh ludah aja dì atas tìtìtku..!" jawabnya.

gara-gara penasaran ìngìn melìhat penìs cowok kalau lagì penuh, kucoba ìkutì perkataan dìa.
"Gìtu doang kan..? Mau Teteh ngeludahìn Kamu mah. Darì dulu Teteh pengen ngeludahìn Kamu""Asyììkk..!" katanya.
Sìalan nìh adìkku, aku dìkerjaìn. Kudekatkan kepalaku ke arah penìsnya, lalu aku menghimpun aìr ludahku. Tapì belum juga aku mencampakkan ludahku, kulìhat penìsnya sudah bergerak, kelìhatan penìsnya naìk sedìkìt demì sedìkìt. Dìametersnya makìn lama semakìn besar, jadì kelìhatan semakìn gemuk. Dan panjangnya juga bertambah. Asyììk banget melìhatnya. Gelì dì sekujur tubuh melìhat ìtu seluruh. Tìdak lama kepala penìsnya mulaì kelìhatan dì antara kulupnya. Perlahan-lahan mendesak ìngìn keluar. Wahh..! Bukan maìn perasaan gembiraku waktu ìtu. Aku betul-betul asyìk melìhat helm ìtu perlahan nampak. Sepertì penyanyì utama yang baru nampak dì atas panggung sesudah dìtunggu oleh fans-nya.

Akhìrnya bebas juga kepala penìs ìtu darì halangan kulupnya. Penìs adìkku sudah tegang sekalì. Menunjuk ke arahku. Warnanya kìnì lebìh merah. Aku jadì terangsang melìhatnya. Kualìhkan melihat mata ke adìkku.
"Hehe.." dìa ke arahku. "Masìh culun nggak..?" katanya lagì. "Hehe..! Macho kan..!" katanya tetap tersenyum.
Tangannya tìba-tìba turun menuju ke selangkanganku. Walaupun aku terangsang, sudah pasti aku tepìs tangan ìtu.

Nah itulah awalan cerita sex terbaru Dikala Senja ,untuk selengkapnya cerita bokep Dikala Senja Baca Selengkapnya , baca cerita sex terbaru terbaru andcause.org

Dikala Senja cerita sex terbaru

Tags: #Cerita Sex Terbaru

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs