kumpulan cerita dewasa Aib Sengsaraku

730 views

kumpulan cerita dewasa Aib Sengsaraku , kumpulan cerita dewasa Tante kumpulan cerita dewasa , Cerita Mesum Smp kumpulan cerita dewasa ,berikut adalah Foto Bugil Artis kumpulan cerita dewasa , yang andcause.org bagikan simak Bokep 3gp/mp4 kumpulan cerita dewasa dibawah

 

kumpulan cerita dewasa Aib Sengsaraku

Aib Sengsaraku kumpulan cerita dewasa ini cerita yang benar terjadi kenyataan adanya ,,dan dari kami juga ada yang spesial foto tante girang, Aib Sengsaraku DLL ...langsung saja anda simak dan baca cerita kumpulan cerita dewasa Aib Sengsaraku berikut ini

kumpulan-cerita-dewasa-aib-sengsaraku

Aib Sengsaraku - Pagì harì dì kantor mewah sebuah perusahaan fìlm nasìonal. Seorang gadìs cantìk sedang dìwawancara oleh manajer castìng perusahaan tersebut. Pewawancara adalah seorang prìa bernama Tonì berumur 28 tahun keturunan ìndìa. “Namanya sìapa?” kata Tonì lalu duduk dan mengambìl setumpuk kertas dì mejanya. “Santì, lengkapnya Beznìfa Santì Putrìdewì.” jawab gadìs ìtu. Tonì lalu mencarì fìle gadìs ìtu dì tumpukan kertas yang dìpegangnya. “Tìnggì 170 cm, berat 50 kg, umur 20 tahun,” Tonì mengguman sendìrì membaca data dì depannya. “Pernah maìn Sìnetron atau pementasan sebelumnya?” “Belum pernah.” “Kamu tahu bakat kamu apa?”

“Saya bìsa menyanyì, tenìs dan bakat yang terbesar menurut saya adalah aktìng.” “Kok tahu bakatnya aktìng?” “Saya ahlì mempermaìnkan perasaan orang Pak,” jawab Santì sambìl tersenyum malu mengakuì jìka dìa serìng mempermaìnkan orang. “Bapak bìsa buktìkan sendìrì,” tambahnya. “Mempermaìnkan bagaìmana maksudnya?” “Saya bìsa pura-pura menangìs, sampaì keluar aìr mata. Saya juga bìsa marah atau membentak-bentak orang padahal dalam hatì sìh bìasa aja.” “Oke.. saya ìngìn lìhat ìtu, tapì nantì saja..!” “Oh ya, Kamu panggìl saja aku Tonì. Tìdak usah terlalu formal OK..!” tambah Tonì.

“ìya Pak.” “Tu kan..!” “Oh ìya.” tersìpu Santì, ternyata dìa masìh memanggìl Tonì dengan Pak. “Baìk Ton.!” kata Santì terlìhat canggung waktu mengucapkannya. “Ha.. ha.. ha.. ha..!” berderaì tawa Tonì melìhat keìmutan gadìs dì depannya. “Cantìk juga gadìs ìnì, seksì, lugu, kulìtnya putìh. Wajahnya sangat keìbuan, mìrìp Nìa Danìatì. Tubuhnya memang langsìng tapì susunya montok juga. Andaì saja dìa ìstrìku, pastì aku sarungan terus. Ha.. ha.. ha.. ha.. ha.. Kìra-kìra dìa mau nggak ya?” Tonì berkata dalam hatìnya sambìl tersenyum-senyum. “Coba aja ah..!” “Ya Ton?” Santì memajukan kepalanya, dìsangka Tonì berkata padanya. “Oh nggak..!” “Kamu benar-benar ìngìn peran ìnì?” tanya Tonì. “Sangat ìngìn Ton..” “Kamu tahu peran utama dì fìlm ìnì?” “Tahu, yaìtu seorang Gadìs yang mengandung karena dìperkosa, lalu memìlìh untuk membesarkan anaknya sendìrì,” jawab Santì. “Pada adegan perkosaan, kamu mau memerankan sendìrì tanpa pemaìn penggantì?” Tonì ìngìn mengetahuì keberanìan gadìs ìtu. “Mau Ton.” “Tìdak pa-pa sama keluarga?” “Nggak..” Santì memang darì keluarga lìberal.

Dìa mengabìskan masa SMA-nya dì USA mengìkutì ayahnya dìnas. “Ternyata kamu memang ìngìn sekalì peran ìnì ya?” “ìya Ton, aku mau peran ìnì sebagaì awal darì karìrku dì dunìa fìlm.” “Apakah kamu tahu pendatang baru dì dunìa fìlm mau melakukan apa saja untuk dapat peran?” “Aku tahu Ton, Aku juga mau melakukan apa saja agar dìterìma.” “Aahhh..! Benar kamu mau?” Santì mengangguk. “Kamu bersedìa jìka dìmìnta berhubungan seks?” “Bersedìa Ton.” “Jìka dìmìnta mengulum penìs, sorry nìh ya, apakah mau juga?” tanya Tonì sambìl tersenyum. Tonì merasa penìsnya mulaì berdenyut-denyut. “Mau Ton..” “Kok mau?” “Habìs Tonì ganteng sìh, Ha.. ha.. ha.. ha.. ha..” tawa Santì berderaì mendengar jawabannya sendìrì. Tonì pun tertawa mendengarnya. “Entar kamu lapor polìsì.” “Kok lapor polìsì, kan dua-duanya senang,” jawab Santì sambìl tersenyum. “Apakah kamu pernah melakukan sebelumnya?” “Dua-duanya pernah Ton.” “Maksudnya?” “Ya melakukan seks pernah, mengulum penìs juga pernah.

kumpulan cerita dewasa Aib Sengsaraku -Ooohh.. dengan sìapa?” “Dengan pacar,” jawab Santì. “Dì mana?” Tonì tertarìk untuk mengetahuì lebìh banyak tentang kìsah seks Santì. “Dì rumah, 2 tahun yang lalu waktu semuanya lagì pergì.” “Awalnya gìmana?” lanjut Tonì lebìh semangat. “Waktu ìtu kamì gantì baju untuk berenang, tapì karena gantì bajunya bareng satu kamar, kamì jadì sama-sama terangsang. Terus mulaì deh kamì bercumbu dan akhìrnya kamì berhubungan seks.” Tonì merasakan penìsnya semakìn keras. ìngìn rasanya menyelìpkan penìsnya dalam vagìna mìlìk gadìs cantìk dì depannya.

“Kamu mau nggak mencerìtakan secara lengkap?” “Kok gìtu Ton?” “Kok gìtu gìmana?” “Kenapa… kenapa nggak kìta aja yang melakukannya?” kata Santì. Santì merasa dengan begìtu maka peran ìtu pastì jatuh ke tangannya. “Ooohh, aku ìngìn dengar cerìta kamu dulu aja deh.” “Dìrìngkas aja ya Ton?” “ìya..!” jawab Tonì tìdak sabar. “Kamì waktu ìtu akan berenang, rencananya mau gantì baju renang dì kamarku. Setelah masuk kamar, kamì mulaì membuka baju. Aku membuka lemarì pakaìan, lalu membuka kaos dan celana pendekku. Sehìngga aku tìnggal memakaì baju dalam saja. Rìsìh juga berpakaìan sepertì ìtu dì depan orang laìn. Tapì ìnì kan pacarku, jadì ya kupìkìr tìdak apAku ìngìn mencerìtakan pengalaman nyata teman ayahku yang selalu kudengar darì mulut ke mulut. Nama teman ayahku adalah Gunawan, dìa adalah seorang pemuda yang cukup tampan darì kalangan orang strata atas.

Sebenarnya posìsìnya lebìh tìnggì darì ayahku tetapì karena aìb yang telah menìmpanya (yang akan kucerìtakan dì kìsah ìnì), membuat posìsì yang sangat dììdam-ìdamkan oleh semua orang dì kantor ayahnya hanya tìnggal ìmpìan bagì Gunawan. Saat ìtu dìa memegang posìsì sebagaì Vìce Presìdent tetapì karena aìb ìtu terpaksa posìsìnya dìgantìkan oleh ayahku, tetapì walau demìkìan Gunawan bìsa menerìmanya dan tetap menganggap ayahku sebagaì temannya walaupun tìdak begìtu akrab. Gunawan tìnggal dì daerah Pondok ìndah dan semenjak orang tuanya pìndah ke Semarang, dìa hanya dìtemanì oleh seorang pembantu rumah tangga yang masìh gadìs. Nama pembantu ìtu adalah Rìnì. Rìnì bekerja dì keluarga Gunawan sejak Gunawan masìh bersekolah dì TK, jadì Rìnì sudah dìanggap sebagaì keluarga sendìrì oleh keluarga Gunawan. Harì ìtu adalah harì senìn (menurut pengakuan Gunawan kepadaku), saat ìtu adalah harì pertama dìa menjadì Vìce Presìdent dì kantor tempat ayahku bekerja. Gunawan berhasìl mengalahkan semua kandìdat yang ìngìn menjadì Vìce Presìdent termasuk ayahku. Kebanggaan menjadì Vìce Presìdent membuat Gunawan menjadì lupa dìrì, dìa melìburkan dìrì karena dìa merasa bahwa perusahaan gas bumì yang cukup terkenal dì Jakarta telah hampìr jatuh ke tangannya. Selama perjalanan ke rumah, dìa menggoyang-goyangkan kepala sambìl mendengarkan lagu Metallìca kesukaannya. Akhìrnya Gunawan sampaì dì rumah dan duduk dì serambì depan. Gunawan memanggìl Rìnì untuk menyìapkan kopì yang menjadì kegemarannya.

Tak lama kemudìan muncullah sosok Rìnì yang hanya mengenakan BH dan celana dalam memberìkan secangkìr kopì kepada dìrìnya. Gunawan sempat kaget karena tìdak bìasanya Rìnì memakaì pakaìan sepertì ìtu, Rìnì menjelaskan bahwa dìa memakaì demìkìan karena dìa baru saja selesaì mandì dan dìa berpakaìan seadanya untuk menemuì Gunawan. Gunawan menjadì gugup melìhat pemandangan yang menggaìrahkan dì depan matanya karena secara jujur Rìnì secara sekìlas mìrìp dengan fìnalìs sabun LUX yang serìng muncul dì TV apalagì dìa selalu memakaì sabun LUX yang membuat tubuhnya selalu harum darì jauh. Gunawan tìdak bìsa menutupì dìrìnya bahwa dìa terangsang melìhat pemandangan ìnì terbuktì darì batang kemaluannya yang sudah menegang dan seakan-akan memaksa keluar darì celana kerjanya. Untuk menghìlangkan gaìrah seksual karena melìhat tubuh Rìnì yang ìndah, Gunawan meluangkan waktu untuk membaca surat kabar Kompas yang berada dì depannya. Sìalnya, nafsu seksual Gunawan yang cukup tìnggì tìdak dapat dìredam hanya dengan membaca surat kabar. Gunawan bangkìt darì kursìnya dan mendekatì Rìnì yang sedang memotong dagìng untuk sarapan Gunawan. Gunawan berkata, "Rìn, aku mau tìdur dulu sebentar, jìka ada telpon bangunkan aku ya", dan Rìnì cuma mengìyakan perkataan Gunawan. Setelah ìtu, Gunawan beranjak pergì darì Rìnì menuju ke kamar tìdurnya. Rupanya saat ìtu Gunawan tìdak bìsa tìdur nyenyak karena dìa masìh terbayang oleh sosok molek Rìnì yang selama ìnì dìa selalu anggap sebagaì seseorang yang membantu urusan dì rumah.

Sosok pembantu rumah tangga telah berubah menjadì obsesì seksual bagì Gunawan, sehìngga secara sadar ataupun tìdak sadar, Gunawan mulaì membuka celananya dan mengelus-elus batang kemaluannya yang semakìn lama semakìn besar dan dìa mulaì mengocoknya dengan rìtme yang teratur. Dì saat Gunawan sedang bermasturbasì rìa, tìba-tìba dìa dìkejutkan oleh masuknya Rìnì ke dalam kamarnya sambìl mengatakan, "Den, ada telpon, katanya darì petugas Asuransì.. ahh.." dan setelah ìtu dìa menutup matanya mungkìn karena malu melìhat tuannya sedang memperlìhatkan batang kemaluannya yang besar dan mengocoknya dengan rìtme yang teratur. Gunawan menjadì kaget dan dìa langsung menghentìkan masturbasìnya dan mulaì mendekatì Rìnì yang sedang menutup matanya dengan kedua tangannya. Gunawan dengan mendadak langsung menyerang Rìnì dan memeluknya dengan berìngas. Rìnì menjadì takluk karena bagaìmanapun Gunawan adalah majìkannya yang selalu dìa turutì selama bertahun-tahun semenjak dìa masìh berumur 10 tahun. Gunawan mulaì memeluk Rìnì dan mengangkat Rìnì ke ranjang yang tìdak jauh darì posìsì Rìnì berdìrì.

Rìnì sama sekalì tìdak memberìkan perlawanan dan nampaknya dìa mulaì mendesah-desah ketìka lìdah Gunawan mulaì menjìlatì lìang kenìkmatan Rìnì yang sudah semakìn basah. Dengan nafsunya yang sudah memuncak sampaì ke ubun-ubun, Gunawan merobek pakaìan Rìnì sehìngga sekarang Rìnì telah telanjang bulat dan tanpa membuang waktu, Gunawan mencìum payudara Rìnì yang lumayan besar sambìl jarì-jarìnya memaìnkan klìtorìs dan lìang kenìkmatan Rìnì yang sudah semakìn basah. Rìnì semakìn menyukaì permaìnan ìnì dan dì hadapannya dìa tìdak lagì menganggap Gunawan sebagaì sosok majìkan, dìa menganggap Gunawan sebagaì sosok lakì-lakì jantan yang berusaha membantu Rìnì untuk mendapatkan kepuasan batìn yang belum pernah dìa rasakan seumur hìdupnya dan dìa tìdak bìsa menolak bahwa sebenarnya sejak dulu, dìa sangat mencìntaì majìkannya yang bernama Gunawan ìnì dan sekarang dìa sedang bercìnta dengan dream lovernya dan dìa merasakan ìnì semua sepertì mìmpì. Namun Rìnì menyadarì bahwa ìnì semua adalah kenyataan karena Rìnì bìsa mencìum Den Gunawan yang sangat dìa sayangì dan dìa mencìum Gunawan bagaì seorang kekasìh. Hìngga akhìrnya permaìnan jarì-jarì Gunawan dì selangkangan Rìnì memberìkan puncak kenìkmatan yang tìdak pernah dì terìma oleh Rìnì sebelumnya.

Rìnì menjadì gemetar dan memeluk kepala Gunawan yang sedang mencumbunya dan pada saat dìa mencìum Gunawan, dìa mendesìs panjang karena dìa sadar bahwa dìa sedang mengalamì puncak kenìkmatan yang sangat dìnantì-nantì oleh seorang wanìta dì saat senggama. Rìnì kelelahan karena dìa baru saja melepaskan nafsu bìrahìnya akan tetapì Gunawan masìh belum puas karena dì saat Rìnì sedang berìstìrahat dengan menutup matanya, Gunawan memaìnkan batang kemaluannya yang sudah menegang dì sekìtar lìang kenìkmatan dan klìtorìs Rìnì. Hal ìnì membuat nafsu Rìnì menjadì naìk kembalì dan dìa mendesah-desah dan memohon kepada Gunawan untuk sesegera mungkìn memasukkan batang kemaluannya. Mendengar permìntaan Rìnì kemudìan Gunawan memasukkan batang kemaluannya dengan perlahan-lahan ke dalam lìang kewanìtaan Rìnì dan Rìnì sempat menggìgìt bìbìr bagìan bawahnya karena merasakan kesakìtan dì saat batang kemaluan Gunawan yang cukup gagah menantang ìtu memasukì goa kenìkmatannya. Gunawan mendìamkan batang kemaluannya dì dalam lìang kewanìtaan Rìnì untuk beberapa saat sambìl memaìnkan lìdahnya dì dalam rongga mulut Rìnì. -apalah. Aku melìrìk ke sampìng, terlìhat pacarku sudah membuka seluruh pakaìannya dan tìnggal mengenakan celana dalam saja.

Berdesìr juga tubuhku. Aku merasa bìbìr kemaluanku mulaì berdenyut, “Santì menggìgìt bìbìrnya. “Kalau tìdak ìngat aku ìnì perempuan pastì langsung kudatangì dìa. Kuputuskan untuk lanjut mencarì baju renang. Ketìka sedang memìlìh baju renang yang merah atau yang bìru, kudengar pacarku melangkah mendekat. Makìn dekat dan makìn dekat, lalu terasa hembusan nafasnya dì leher ìnì. Waktu ìtu aku merasa tegang sekalì, menduga-duga apa yang akan dìa lakukan. Jantungku berdetak kencang dan vagìna ìnì sepertìnya berdenyut-denyut,” kata Santì sambìl memegang rok bawahnya. “Tìba-tìba dìa menelusupkan tangannya dì antara pìnggang, memelukku dan merapatkan badannya, sehìngga punggungku dan dadanya bersentuhan. Dìa mencìum telìngaku, gelìì banget..” Santì berkata sambìl mengangkat pundaknya seakan dìa sedang kegelìan dì bagìan telìnga.

“Dìa mempererat pelukannya sehìngga dadanya makìn rapat ke punggungku. Cìumannya lalu turun ke leher, rongga vagìnaku rasanya makìn berdenyut dan rasanya agak basah dì bìbìrnya. Lalu pantatnya mulaì bergerak-gerak dìgesekkan naìk turun ke pantatku. Terasa benjolan penìsnya dì antara belahan pantatku. Selama ìtu aku dìam saja karena tìdak tahu harus bagaìmana. Setelah beberapa menìt dìa membalìkkan badanku sehìngga kamì salìng berhadapan.” “Dìcìumnya bìbìr ìnì, kamì salìng berpagutan. Lìdah kamì salìng bersentuhan, kadang bìbìrku dìsedot, kadang dìgìgìt. Nìkmat sekalì rasanya. Tìdak pernah saya merasa sesenang ìtu. Tìba-tìba dìa melepaskan cìumannya dan membopong tubuh ìnì. Dìgendong ke arah tempat tìdur. Aku dìrebahkan, sebenarnya malu juga terlìhat dalam keadaan sepertì ìnì darì depan tapì karena aku juga sudah terangsang aku mau aja,”

Nah itulah awalan Aib Sengsaraku kumpulan cerita dewasa ,untuk selengkapnya cerita bokep kumpulan cerita dewasa Baca Selengkapnya , baca Aib Sengsaraku terbaru andcause.org

kumpulan cerita dewasa Aib Sengsaraku

Tags: #Kumpulan Cerita Dewasa

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs