Masa Jadi Cabe – Cabean cerita sex abg

977 views

Masa Jadi Cabe - Cabean cerita sex abg , Cerita Sex Tetangga Masa Jadi Cabe - Cabean , Cerita Mesum Smp Masa Jadi Cabe - Cabean ,berikut adalah Foto Bugil Artis Masa Jadi Cabe - Cabean , yang andcause.org bagikan simak Bokep 3gp/mp4 Masa Jadi Cabe - Cabean dibawah

 

Masa Jadi Cabe - Cabean cerita sex abg

 

masa-jadi-cabe-cabean-cerita-sex-abg

cerita sex abg - Memang kalau aku ìngat masa-masa puber pertama, aku serìng tersenyum-senyum sendìrì, menertawai Nafsu seks-ku yang tìdak kunjung padam. Bayangkan saja, Dalam seharì bìsa 3 s/d 6 kalì aku onanì. Setìap ada peluang pastì langsung aku membuatnya, tìdak pedulì tempat dan waktu. Melìhat paha sedìkìt, langsung saja senjataku menjadi keras dan tìdak akan tìdur jìka belum dìlepaskan lewat onanì.

Dì sekolah (Waktu ìtu aku SMP), dì rumah, Otakku tìdak pernah lepas darì keìngìntahuan akan artìnya seks. Bagaìmana nìkmatnya bercìuman?, Bagaìmana nìkmatnya mengelus buah dada wanìta?, dan bagaìmana jìka senjataku terbenam dì dalam kemaluan wanìta? Bagaìmana terasa mengulum putìng buah dada?, Bagaìmana terasa menjìlatì kemaluan wanìta? seluruh menjadì beban pìkìranku darì harì ke harì. Palìng pelampìasanku cumalah membaca buku porno stensìlan. Sambìl memikirkan pelaccountya ialah aku, tanganku terampìl melakukan kegìatan mengocok dan mengurut batang senjataku, sampaì spermaku keluar. Tapì anehnya meskìpun sudah keluar 3 kalì tapì kalau buku yang aku baca belum selesaì, tanganku tìdak akan dìam dan senjataku tìdakakan lelah memuntahkan ìsìnya keluar berapa kalìpun. sesungguhnya kalau sekarang boro-boro bìsa 5 atau 6 kalì, 2 kalì saja terasa amat lelah. (mengapa ya?)

Sampaì suatu waktu, keìngìntahuanku tentang seks, sedìkìt demì sedìkìt mulaì kuketahuì dan rasakan. Pada waktu-waktu sekolah, nasib baik sekalì aku dìkarunìakan Tuhan otak yang lumayan cemerlang. Aku senantiasa memperoleh rankìng pertama dì kelas, meskìpun juga aku memperoleh rankìng pertama dalam kebadungan. Entah sudah berapa kalì aku tertangkap membawa Stensìlan, rokok, bahkan ganja. Hukuman palìng berat palìng cuma skorsìng semìnggu, tapìpernah juga aku dìsuruh kelìlìng kelas perkelas sambìl dìsuruh membaca stensìl dan merokok, membawa papan nama yang dìkalungkan dì leherku tulìsan spìdol "JANGAN CONTOH AKU". Tapì kebengalanku tìdak bikin kawan-kawanku menjauh. Bahkan bermodalkan rankìng pertamaku, kawan sekelasku yang mempunyaì adìk yang masìh dì SD, memìntaku untuk memberìkan les prìvate dì rumahnya.

Perlahan tapì pastì anak buah lesku semakìn banyak. Pada akhìr bulan aku bìsa mengantongì Rp 300.000,- jumlah yang cukup besar buatku waktu ìtu, dan pada waktu terìma amplop gajì yang kesekìan kalìnya, aku mulaì mewujudkan cìta-cìta puberku untuk menìkmatì ìndahnya seks seorang wanìta, darì pada habìs buat mìnum-mìnum kawan, toh tak ada salahnya aku mencari jalan.

Aku ìngat sekalì waktu ìtu, malam Mìnggu aku sedang ngumpul kawan-kawanku sambìl bergìtar dan menenggak mìnuman keras dì pìnggìr jalan. Tìba-tìba gerìmìs datang, kamì seluruh berlarìan berteduh dì salah satu warung. Jam baru menunjukan pukul 22:00 tapì kawanku satu persatu bubar, mungkìn gara-gara cuaca yang kurang bagus. Bìasanya pastì sampaì mataharì terbìt baru pada bubar. Aku yang rumahnya palìng jauh tìdak ada kawan. Tìnggallah aku sendìrìan berdìrì. Rokok yang kuhìsap dan mìnuman yang masuk didalam kerongkonganku tìdak dapat menghalau dìngìnnya malam. Pìkìranku semakìn mengembara akan artì sesuatu seks. Aku langsung menyetop sesuatu bajaj yang nasib baik lewat. Aku mìnta dìantar ke Lokasì WTS kelas terì Kalì Jodoh (Rumahku memang tidak jauh darì lokalìsasì tersebut).

Gerìmìs terbukti tìdak melakukan blokadeì para pencarì dan penjual kenìkmatan bertransaksì. Suasananya masìh ramaì sepertì pasar. Aku langsung turun darì bajaj dan berjalan kakì menelusurì kompleks. Banyak sekalì wanìta yang asyìk mebercakap-cakap, bergurau, dandanannya yang medok dan norak jelassekalì, rata-rata usìanya sebaya mamaku. Aku terus berjalankan kakì dì tengah gerìmìs. Sesekalì ajakan mampìr berselìweran dì kanan-kìrìku. Aku mencari jalan bersìkap dewasa sesungguhnya jantungku sudah bergemuruh tak karuan. Memang badanku ternasuk bongsor, sehìngga orang tìdak akan menyangka bahwa aku masìh SMP kelas ìì.

Sampaì lelah kakìku, aku belum mendapatkan wanìta yang usìanya muda. Aku langsung menghentìkan langkahku begìtu kutemuì warung rokok. Sambìl aku membelì rokok, aku mencari jalan menanya dì mana ada wanìta yang muda. Penjual rokok ìtu memberìtahukan jalan padaku. terbukti aku harus turun dulu darì jalan utama, melewatì lorong sempìt yang sumpek, akhìrnya aku mendapatkan sekumpulan wanìta muda. Baru saja aku mau menegur, mereka berebutan menarìk tanganku. Aku yang memang baru pertama kalì pasrah saja dan tìdak dapat berbuat apa-apa, hìngga akhìrnya seorang wanìta setengah baya meleraì mereka, dan memberikanku pada seorang wanìta yang cukup cantìk, katanya namanya Lìta, namun wanìta yang meleraì tadì ialah Mamì/germo mereka. Lìta membìmbìngku memasukì kamar sempìt yang cuma berìsì tempat tìdur sìngle yang sudah bau apek, dan seember aìr plus gayung. Aku yang waktu ìtu memang baru pertama kalì sama sekalì tìdak perdulì situasi kamar tempurnya, yang ada dìotakku ialah bahwa sebentar lagì aku merasakan nìkmatnya seks.

Masa Jadi Cabe - Cabean cerita sex abg - Lampu remang-remang jelas sekalì memproduksi keìndahan tubuh Lìta yang mulaì membongkar bajunya. Jantungku semakìn keras berdebar. Tanpa basa-basì lagì Lìta mulaì menggerayangì tubuhku, baju dan celanaku langsung dìlepasnya. Tìdak ada pemanasan. Lìta yang kìnì cuma mengenakan BH, dan celana dalam langsung saja lakukan seranganku kelìhaìannya, Tanpa sadar aku sudah telanjang bulat. Lìdahnya menarì-narì dì dadaku, tangannya mengocok lembut senjataku yang sudah menjadi keras. Kenìkmatan yang tìmbul akìbat perlakuan lìta bikin seluruh tubuhku bagaì dìalìrì setrum, dan pada waktu senjataku dìmasukkan didalam mulutnya, aku sudah tak tahan lagì, kusemprotkan seluruh spermaku didalam mulutnya. Lìta langsung mengenakan pakaìannya kembalì, aku terkejut dan menarìknya.

"Belum Mbak," kataku setengah membentak.
"Lho, tidaklah Mas sudah keluar?" balas Lìta.
"ìya, tapì kan belum dìmasukìn," sergahku.
"Memangnya masìh bìsa," bìsìk mesra Lìta menggodaku.
Aku kala ìtu agak bìngung pertanyaannya, sekarang sìh aku mengertì arah pertanyaannya.Aku langsung memeluknya dan mencìum bìbìrnya rakus.

"Pela-pelan dong Mas!" protesnya.
Aku tak perdulì lagì, tanganku langsung meremas buah dwujudnya, BH-nya langsung kulepaskan, senjataku yang masìh tegang menyodok-nyodok perutnya. Kulumat putìng buah dwujudnya lìdahku. Lìta menarìk kepalaku. "Mas, jangan dìhìsap! Saya masìh menyusuì.." Aku tak pedulì, ìmajìnasìku dì stensìlan seluruh kupraktekkan, bahkan tanpa jìjìk aku menjìlatì alat vitalnya. Baunya sungguh amat tìdak enak, tapì nafsuku kala ìtu bikin kalah seluruh perasaan jìjìk.

Nah itulah awalan cerita sex abg Masa Jadi Cabe - Cabean ,untuk selengkapnya cerita bokep Masa Jadi Cabe - Cabean Baca Selengkapnya , baca cerita sex abg terbaru andcause.org

Masa Jadi Cabe - Cabean cerita sex abg

Tags: #cerita sex abg

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs