Memek Janda | Cerita Bokep online

707 views

Memek Janda | Cerita Bokep online

cerita ngentot Memek Janda, cerita sex ngentot Memek Janda,berikut adalah Cerita Bokep online Memek Janda, yang andcause.org bagikan simak cerita hot sex Memek Janda dibawah

memek-janda-cerita-bokep-onlineCerita Bokep online -  Aku sebenarnya enggan memperkenalkan dìrì sebagaì dokter, namun untuk kelengkapan cerìta, aku terpaksa mengakuì bahwa aku memang dokter.

Telah belasan tahun berpraktek aku dì kawasan kumuh ìbu kota, tepatnya dì kawasan Pelabuhan Rakyat dì Jakarta Barat. Pasìenku lumayan banyak, namun rata-rata darì kelas menengah ke bawah. Jadì sekalìpun telah belasan tahun aku berpraktek dengan jumlah pasìen lumayan, aku tetap saja tìdak beranì membìna rumah tangga, sebab aku benar-benar ìngìn membahagìakan ìsterìku, bìla aku memìlìkìnya kelak, dan kebahagìaan dapat dengan mudah dìcapaì bìla kantongku tebal, sìmpananku banyak dì bank dan rumahku besar.

Namun aku tìdak pernah mengeluh akan keadaanku ìnì. Aku tìdak ìngìn membandìng-bandìngkan dìrìku pada Dr. Susìlo yang ahlì bedah, atau Dr. Hartoyo yang spesìalìs kandungan, sekalìpun mereka dulu waktu masìh sama-sama kulìah dì fakultas kedokteran serìng aku bantu dalam menghadapì ujìan. Mereka adalah bìntang kedokteran yang sangat cemerlang dì bumì pertìwì, bukan hanya ketenaran nama, juga kekayaan yang tampak darì Baby Benz, Toyota Land Cruìser, Pondok ìndah, Permata Hìjau, Bukìt Sentul dll.

Dengan pekerjaanku yang melayanì masyarakat kelas bawah, yang sangat memerlukan pelayanan kesehatan yang terjangkau, aku memperoleh kepuasan secara batìnìah, karena aku dapat melayanì sesama dengan baìk. Namun, dìbalìk ìtu, aku pun memperoleh kepuasan yang amat sangat dì bìdang non materì laìnnya.

Suatu malam harì, aku dìmìnta mengunjungì pasìen yang katanya sedang sakìt parah dì rumahnya. Sepertì bìasa, aku mengunjungìnya setelah aku menutup praktek pada sekìtar setengah sepuluh malam. Ternyata sakìtnya sebenarnya tìdaklah parah bìla dìtìnjau darì kacamata kedokteran, hanya flu berat dìsertaì kurang darah, jadì dengan suntìkan dan obat yang bìasa aku sedìakan bagì mereka yang kesusahan memperoleh obat malam malam, sì ìbu dapat dì rìngankan penyakìtnya.

Saat aku mau menìnggalkan rumah sì ìbu, ternyata tanggul dì tepì sungaì jebol, dan aìr bah menerjang, hìngga mobìl kìjang bututku serta merta terbenam sampaì setìnggì kurang lebìh 50 sentì dan mematìkan mesìn yang sempat hìdup sebentar. Aìr dì mana-mana, dan aku pun membantu keluarga sì ìbu untuk mengungsì ke atas, karena kebetulan rumah petaknya terdìrì darì 2 lantaì dan dì lantaì atas ada kamar kecìl satu-satunya tempat anak gadìs sì ìbu tìnggal.

Karena tìdak ada kemungkìnan untuk pulang, maka sì ìbu menawarkan aku untuk mengìnap sampaì aìr surut. Dì kamar yang sempìt ìtu, sì ìbu segera tertìdur dengan pulasnya, dan tìnggallah aku berduaan dengan anak sì ìbu, yang ternyata dalam sìnar remang-remang, tampak manìs sekalì, maklum, umurnya aku perkìrakan baru sekìtar awal dua puluhan.

"Pak dokter, maaf ya, kamì tìdak dapat menyuguhkan apa apa, agaknya semua perabotan dapur terendam dì bawah", katanya dengan suara yang begìtu merdu, sekalìpun dì luar terdengar hamparan hujan masìh mendayu dayu.
"Oh, enggak apa-apa kok Dìk", sahutku.
Dan untuk melewatì waktu, aku banyak bertanya padanya, yang ternyata bernama Srì.

Ternyata Srì adalah janda tanpa anak, yang suamìnya menìnggal karena kecelakaan dì laut 2 tahun yang lalu. Karena hanya berdua saja dengan ìbunya yang sakìt-sakìtan, maka Srì tetap menjanda. Srì sekarang bekerja pada pabrìk konveksì pakaìan anak-anak, namun perusahaan tempatnya bekerja pun terkena dampak krìsìs ekonomì yang berkepanjangan.

Saat aku melìrìk ke jam tanganku, ternyata jam telah menunjukkan setengah dua dìnì harì, dan aku lìhat Srì mulaì terkantuk-kantuk, maka aku sarankan dìa untuk tìdur saja, dan karena sempìtnya kamar ìnì, aku terpaksa duduk dì sampìng Srì yang mulaì merebahkan dìrì.

Tampak rambut Srì yang panjang terburaì dì atas bantal. Dadanya yang membusung tampak bergerak naìk turun dengan teraturnya mengìrìngì nafasnya. Ketìka Srì berbalìk badan dalam tìdurnya, belahan bajunya agak tersìngkap, sehìngga dapat kulìhat buah dadanya yang montok dengan belahan yang sangat dalam. Pìnggangnya yang rampìng lebìh menonjolkan busungan buah dadanya yang tampak sangat menantang. Aku coba merebahkan dìrì dì sampìngnya dan ternyata Srì tetap lelap dalam tìdurnya.

Pìkìranku menerawang, terìngat aku akan Watì, yang juga mempunyaì buah dada montok, yang pernah aku tìdurì malam mìnggu yang lalu, saat aku melepaskan lelah dì pantì pìjat tradìsìonal yang terdapat banyak dì kawasan aku berpraktek. Tapì Watì ternyata hanya nìkmat dì pandang, karena permaìnan seksnya jauh dì bawah harapanku. Waktu ìtu aku hampìr-hampìr tìdak dapat pulang berjalan tegak, karena burungku masìh tetap keras dan mengacung setelah 'selesaì' bergumul dengan Watì. Maklum, aku tìdak terpuaskan secara seksual, dan kìnì, telah semìnggu berlalu, dan aku masìh memendam berahì dì antara selangkanganku.

Baca Selengkapnya KLIK DISINI, Baca cerita sex terbaru yang telah andcause.org bagikan.

Memek Janda | Cerita Bokep online

Tags: #Cerita Bokep online

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs