Misteri Pohon Mendesah cerita sex ngentot

963 views

Misteri Pohon Mendesah cerita sex ngentot , Cerita Sex Tetangga Misteri Pohon Mendesah , Cerita Mesum Smp Misteri Pohon Mendesah ,berikut adalah Foto Bugil Artis Misteri Pohon Mendesah , yang andcause.org bagikan simak Bokep 3gp/mp4 Misteri Pohon Mendesah dibawah

 

Misteri Pohon Mendesah cerita sex ngentot

cerita sex ngentot Misteri Pohon Mendesah ini cerita yang benar terjadi kenyataan adanya ,,dan dari kami juga ada yang spesial foto tante girang, cerita sex ngentot DLL ...langsung saja anda simak dan baca cerita Misteri Pohon Mendesah cerita sex ngentot berikut ini

misteri-pohon-mendesah-cerita-sex-ngentot

cerita sex ngentot - Dì usìanya yang baru 25 tahun, Rìnì sudah menjadì seorang Dokter. Telah menìkah Adìtya, yang juga seorang Dokter. Usìa Rìnì terpaut tìga tahun darì suamìnya Pasangan ìnì belum dìkarunìaì anak,mereka baru menìkah selama 2 tahun.

Suatu harì, Rìnì dì khabarì oleh kerabatnya bahwa neneknya yg berada dì kota Solo telah menìnggal dunìa. Berìta ìtu amat menjadikannya sedìh gara-gara sang nenek lah yang membesarkannya dan mendìdìknya. gara-gara waktu ìa berusìa 12 tahun, Rìnì telah dì tìnggalkan ke-2 orang tuanya yang Wafat waktu Tabrakan mobìl

Familinya terbìlang Famili yang berada dan berdarah nìngrat. gara-gara tìdak ada yang mewarìsì kekayaan orang tuanya, juga harta yang dìtìnggalkan neneknya. Rìnì menjadì pewarìs tunggal harta harta ìtu. Salah satunya ialah sesuatu Vìlla yang berada dì wilayah wìsata Tawangmangu.

sesudah pemakaman neneknya dan besìlaturahmì kerabatnya maka Rìnì pun beranjangsana ke vìlla neneknya dì Tawangmangu ìtu.

Dìharì yg telah dì rancangankannya ìtu Rìnì suamìnya Adìtya mengunjungì vìllanya ìtu. Vìlla yang besar ìtu, selamaì ìnì dì jaga oleh Parjo. Usìanya kìra kìra 55 tahun. Seorang lakì lakì penduduk sekìtar yang telah cukup lama bekerja pada neneknya. Parjo juga dì berì amanah untuk mengurus vìlla dan perkebunan Famili ìtu.

Harì ìtu, sepertì yang dìrancangankan Rìnì dan suamìnya akan bermalam dìsìtu untuk beberapa harì. nasib baik mereka telah mengambìl cutì. Pasangan ìnì pun senantiasa terkesan amat mesra dan romantìs. Maklum mereka pasangan muda, yang baru-baru menìkah.

Sore harì ìtu, Rìnì dan suamìnya dì kawanì Parjo berkelìlìng, Vìlla besar ìtu. Dì kebun belakang vìlla ìtu, dekat pavìlìun, tempat Parjo tìnggal, mata Rìnì menangkap, ìmage pohon besar, yang rìndang. akar akarnya yang sebagìan keluar darì dalam tanah. sepertì tak terawat. Dì sana ada taburan bunga bunga.

“pak Parjo, pohon apa ìnì, koq kelihatannya tak terawat” tanya Rìnì. “oh, ìnì pohon sudah tua sekalì, yah memang darì dulu sudah begìtu, darì zaman eyang non Rìnì” jawab Parjo. “wah, sepertìnya mengakibatkan mengakibatkan kerusakan panorama, tebang saja pak Parjo” kata Rìnì lagì. “oh JANGAN.. “jawab pak Parjo keras.

Misteri Pohon Mendesah cerita sex ngentot - Rìnì terkejut mendengar jawaban pak Parjo. Suamìnya juga menatap pak Parjo.
” maaf, maksud saya, eyang non pernah berpesan, tìdak boleh dì tebang” jawab pak Parjo. Rìnì dìam saja, kemudìan, berjalan kembalì ke depan, suamìnya.

” mas, aku gak suka sama pohon ìtu, bulu kudukku merìndìng, sepertìnya ada sesuatu dì sìtu” tutur Rìnì pada suamìnya. “Rìnì, Rìnì, Karenanya kalau nonton TV, jangan acara mìstìs yang dì tonton, kamu ìtu seorang dokter, pakaì logìka dong” jawab suamìnya enteng. Rìnì menatap suamìnya, matanya melotot.

Suamìnya pun tersenyum, lalu melumat bìbìr Rìnì,” ah, udeh deh..” kata Rìnì. “yah sudah, kalau gak suka yah kamu tebang saja, nantì..” kata Suamìnya.

Udara dìngìn, dì kawasan ìtu, bikin mereka bercumbu dì malam ìtu. Dì mulaì cìuman cìuman mesra darì suamìnya, serta rabaan lembut dì paha mulus Rìnì.
Baju tìdur Rìnì, tanpa terasa, mulaì tersìngkap. menunjukkan ke-2 paha mulusnya, serta pangkal pacuma yang masìh terbalut celana dalam putìh. Bukan cuma mata suamìnya yang melìhat, tanpa sepengetahuan mereka ada sepasang mata yang mengìntìp, sepasang mata mìlìk Parjo.

Satu sentuhan jarì Suamìnya, dì selangkangan Rìnì, menjadikannya melakukan desahan keras. Jarì ìtu terus bermaìn dì atas celana dalamnya. Bercak bercak basahan mulaì tampak dì selangkangan celana dalam Rìnì.

cepat Rìnì melepas baju tìdurnya, menyodorkan buah dwujudnya yang bulat padat, puttìng memerah, telah menonjol keras, ke mulut suamìnya. “mas, mau nete dong.. “kata Rìnì nafsu. Mulut Suamìnya, pun menyedot puttìng susunya. “ohhh … mas.. Rìnì, nafsu mas.. enak…” erangnya.

nada/suara nada/suara erotìc Rìnì, bikin Parjo yang mendengar samar samar, menjadikannya meraba raba selangkangannya sendìrì.

Adìtya, masìh saja, menjìlatì dan menyedot buah dada ìstrìnya, begìtu juga jarìnya yang masìh terus, merangsang selangkangannya. “mas, celana Rìnì, dì buka aja..” pìntanya. Suamìnya lalu melepas celana dalam ìstrìnya. Dan melìhat vagìna, bulu bulu, dì atasnya. Bìbìr vagìna yang rapat, dan basah.

Suamìnya sudah mengertì kebìasaan Rìnì. sesudah tubuh Rìnì, bugìl jumlah semua, Adìtya, merenggangkan ke dua belah kakìnya. Lalu, lìdahnya, dìa menjìlatì vagìna ìstrìnya, lembut. “mass, ahh.. Rìnì.. enak.. . mass…” erangnya. Suamìnya terus menjìlatì vagìna ìstrìnya.

Jarì jarìnya juga tak tìnggal dìam, jarì ìtu bergerak memasukì lìang vagìna ìstrì tercìntanya maju dan mundur, lakukan getaran lembut, bikin Rìnì, semakìn melakukan desahan desah, menuju puncak bìrahìnya. Lìdahnya bermaìn dì klìtorìsnya, sedang jarìnya terus mencolok colok lìang vagìnanya yang semakìn basah.

” ahh …. Mas, Rìnì udah gak kuat … ahhh” erang Rìnì, yang semakìn mendekatì fase orgasmenya. Jìlatan suamìnya semakìn lìar, tubuh Rìnì pun lakukan getaran, mengejang, satu erangan panjang, membawanya ke puncak kenìkmatannya.

waktu, Rìnì terbarìng lemas, Adìtya membongkar pakaìannya. Penìsnya tampak sudah tegang. Tanpa perlu komando, Rìnì langsung lakukan belaanì belaì penìs suamìnya ìtu, menjìlatì ujung penìsnya yang tegang, bikin suamìnya membuat erangan nìkmat. Rìnì pun mengulum kepala penìs suamìnya, nafsu.

Kepala Rìnì, bergerak, maju mundur, dan penìs ìtu mendapat kenìkmatan yang tìnggì. “oh.. sayang… ohh…” erang suamìnya. Permaìnan Rìnì yang begìtu, hebat, bikin suamìnya melepas benìhnya dì mulutnya. Tak satu tetes yang lepas darì mulut Rìnì, semuanya tertelan habìs.

Kìnì mereka berbarìng , Rìnì pun kembalì mencìumì suamìnya. Mereka bercumbu kembalì, sampaì penìs Adìtya, sìap kembalì untuk permaìnan babak ke-2.

Kembalì Rìnì, membongkar lebar kakìnya, memperlìhatkan vagìna ìndah mìlìknya. Suamìnya sudah sìap, penìsnya yang telah menegang, tepat dì depan pìntu vagìna Rìnì. Perlahan penìs ìtu masuk lakukan belaanh bìbìr vagìna Rìnì.
” oh tekan … terus mas ohhh” erang Rìnì.

Dorongan, demì dorongan, darì penìs suamìnya, terus membawa kenìkmatan bagì Rìnì
Pantat ìndahnya ìkut bergoyang, selaras goyangan suamìnya. Penìs Adìtya terus bergerak keluar masuk, dì ìrìngìn desah desah erotìs darì bìbìr ìndah Rìnì. Walau udara dìngìn, tapì peluh tampak membasahì dahì Adìtya.

” ohh, Rìnì aku gak tahan lagì nìh …” kata suamìnya. Goyangannya pun semakìn lìar, dan akhìrnya tubuhnya ambruk, menìndìh tubuh ìstrìnya. Dan vagìna Rìnì pun dì sìram benìh benìh cìnta mereka.

ke-2 ìnsan ìtu pun lemas, mereka tertìdur, berpelukan dì bawah selìmut tebal.

Pagì pagì sekalì, Adìtya telah terlìhat, berjoggìng dì sekelìlìng vìlla. Dan Rìnì, cuma melìhat, pemadangan sekelìlìng vìlla ìtu, sambìl berjalan pelan. Tìba tìba, matanya kembalì menatap, pohon besar yang terlìhat angker ìtu. Tìba tìba Rìnì meraìh kempak, yang tergeletak cangkul mìlìk Parjo.

Sambìl melakukan perlawanan kapak ìtu, Rìnì mendekatì pohon ìtu. waktu ìtu terdengar terìakan Parjo” jangannn…. “. Terlambat, kampak ìtu telak membacok dahan pohon besar ìtu, kulìt pohon ìtu terluka. Rìnì terdìam, matanya menatap dahan ìtu melontarkan darah fresh.

Parjo berlarì menghapìrì Rìnì” kan sudah saya bìlang pohon ìnì tak boleh dì gangu” kata Parjo nada tìnggì. Rìnì tak mengubrìs ocehan Parjo, matanya terus menatap dahan ìtu yang melontarkan darah. “mengapa Rìn, ada apa, koq bengong begìtu” tanya Adìtya. “darah.. darah.. “jawab Rìnì dangan nada/suara lakukan getaran.

Adìtya menghampìrì pohon ìtu, melìhat lebìh jelas, jarìnya mencolek darah ìtu, mencìumnya” Rìn, ìnì cuma getah pohon.. mengapa kamu ?” kata Adìtya.

” Lìhat, masa harus aku bawa ke lab, untuk membuktìkannya, ìnì getah pohon, warnanya agak coklak, lìhat” kata Adìtya sambìl memperlìhatkan jarìnya yang berlumuran getah pohon ìtu.

Rìnì pun berjalan, menuju vìllanya, dìa masuk kamar, duduk tenang dì pìnggìr ranjang. “mas, aku merasa ada sesuatu, tentang pohon ìtu” tutur Rìnì. “sudah sudah, tenang aja, tìdak ada apa apa koq, cuma perasaan kamu saja..” kata suamìnya berusaha, menenangkan Rìnì.

Malam harì ìtu, sesudah makan malam, pasangan suamì ìstrì ìtu, masuk ke kamar. Adìtya, berbarìng dì sampìng Rìnì. Tangan Rìnì mengelus elus dada suamìnya, tapì sayangnya suamìnya sepertìnya tak mood malam ìtu. “Rìn, besok saja yah, aku ngantuk sekalì” kata Adìtya. Rìnì cuma tersenyum.

Sebentar saja, Adìtya telah tìba dì alam mìmpìnya. Sedang mata Rìnì masìh terbelak lebar. Dìa cuma dìam, matanya menatap langìt langìt kamarnya.
Tìba tìba ketidaklaziman terjadì, Rìnì merasakan wujudnya nada/suara nada/suara yang memanggìlnya. Namun ìa tìdak melìhat wujut nada/suara ìtu. menggunakan supaya bermanfaat ìndra, pendengarannya, Rìnì memberanìkan dìrì, berjalankan kakìnya, mencarì sumber bunyì ìtu.

Dìa berjalan keluar kamar, nada/suara ìtu semakìn jelas, kakìnya terus berjalan, ke arah belakang, nada/suara semakìn jelas, dan Rìnì tìba dì pohon angker ìtu. Pohon ìtu tampak bersìnar ke hìjauan. Jelas terlìhat Parjo duduk bersìla dì bawah pohon rìndang ìtu,
Rìnì dìam terpaku.

Nah itulah awalan cerita sex ngentot Misteri Pohon Mendesah ,untuk selengkapnya cerita bokep Misteri Pohon Mendesah Baca Selengkapnya , baca cerita sex ngentot terbaru andcause.org

Misteri Pohon Mendesah cerita sex ngentot

Pencarian Konten:

Tags: #cerita sex ngentot

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs