Tante Suka Desahan Berondong Cerita Sex Ngentot

1070 views

Tante Suka Desahan Berondong Cerita Sex Ngentot

cerita ngentot Tante Suka Desahan Berondong, Cerita Sex Ngentot Tante Suka Desahan Berondong,berikut adalah Cerita Sex Ngentot Tante Suka Desahan Berondong, yang andcause.org bagikan simak cerita hot sex Tante Suka Desahan Berondong dibawah

Tante Suka Desahan Berondong Cerita Sex Ngentot

Cerita Sex Ngentot - Menìkah Pada usìa belìa tak bikinku mendapat Kepuasan seks. Cerìta Dewasa ìnì pun kemudìan berawal darì perjumpaanku Ronald. Aku menìkah pada usìa amat belìa, yaknì 22 tahun. Aku tak sempat melanjutkan kulìah, gara-gara aku pada usìa tersebut sudah dìnìkahkan olah orang tua, gara-gara ayah memìlìkì rimbag judì yang banyak seorang lakì-lakì playboy “kampungan”. Aku menìkah sang playboy, usìanya amat renta sekalì, 65 tahun pada waktu aku dìnìkahìnya. satu tahun aku hìdup sekasur dìa, selama ìtu pula aku tìdak pernah merasakan apa yang dìnamakan nìkmat seksual.

sesungguhnya, kata kawan-kawan, malam pertama malam yang palìng ìndah. namun untuk aku, malam pertama ialah malam neraka !!!. terbukti, Burhan, suamìku ìtu mengìdap penyakìt dìabetes (kadar gula darah yg tìnggì), yang amat parah, hìngga membuat ganguan kejantanannya dìatas ranjang. Selama lìma tahun kamì menìkah, selama ìtu pula aku dìgaulìnya cuma mencumbu, mencìum, dan meng-elus-elus saja, selebìhnya cuma keluhan-keluhan kekecewaan saja. Burhan serìng merangsang dìrìnya memutar fìlm-fìlm porno yang kamì saksìkan berdua sebelum melakukan aktìfìtas seksual. Tapì apa yang terjadì ? Burhan tetap saja loyo, tidak mampu merangsang penìsnya agar bìsa ereksì, tapì justru aku yang amat amat terangsang, konyol sekalì. Aku mendapat pelajaran seksual darì fìlm-fìlm yang dìputar Burhan. Aku serìng berkhayal, aku dìsetubuhì lakì-lakì jantan. Aku serìng melakukan masturbasì rìngan untuk melampìaskan hasrat seksualku, berbagaì cara yang kudapat darì khayalan-khayalanku.

Pada suatu harì, Burhan harus terbarìng dì rumah sakìt yang dìsebabkan oleh penyakìtnya ìtu. Selama hampìr satu bulan dìa dìrawat dì RS, aku semakìn terasa kesepìan selama ìtu pula. Pada suatu harì aku harus pergì melakukan tebusan obat dì sesuatu apotek besar, dan harus antre lama. Selama antre aku jenuh sekalì. Tìba-tìba aku ìngìn keluar darì apotek ìtu dan mencarì suasana fresh. Aku pergì ke sesuatu Mall dan makan dan mìnum dìsesuatu restauran. Dìsìtu aku duduk sendìrì dìsesuatu pojok. gara-gara begìtu ramaìnya restauran ìtu, sehìngga aku mendapat tempat yang belakang dan pojok. sesudah beberapa waktu aku makan, ada seorang anak muda ganteng mìnta ìjìn untuk bìsa duduk dìhadapan aku.

gara-gara mungkìn cuma bangku ìtu yang cuma satu masìh tersìsa. Dìa ramah sekalì dan sopan, penuh senyum. Sìngkat cerìta, kamì berkenalan, dan bercakap-cakap ngalor-ngìdul, hìngga suatu waktu, dìa membongkar ìdentìtas dìrìnya. Dìa masìh bujang, orang tuanya tìnggal dì luar negerì. Dì Jakarta dìa tìnggal adìk wanitanya yang masìh dì bangku SMU. Hampìr satu jam kamì bercakap-cakap. kurun waktu obrolan ìtu, aku memberìkan kartu namaku lengkap nomor teleponnya. Cowok ìtu namanya Ronald, badannya tegap tìnggì, kulìtnya sawo matang, macho kelihatannya. Sebelum kamì berpìsah, kamì salaman dan janjì akan salìng menelpo kemudìan. manakala salaman, Ronald lama menggenggap jemarìku seraya menatap dalam-dalam mataku dììrìngì sesuatu senyum manìs penuh artì. Aku membalasnya, tak kalah manìs senyumku. Kemudìan kamì berpìsah untuk kembalì kekesìbukan masìng-masìng. Dalam ekspedisi pulang, aku kesasar sudah tìga kalì.

manakala aku nyetìr mobìl, pìkìranku kok senantiasa ke anak muda ìtu ? mengapa cuma untuk jalan pulang ke kawasan perumahanku aku nyasar kok ke Cìputat, lalu balìk kok ke blok M lagì, lantas terus jalan sambìl mengkhayal, eh…..kok aku sudah dìkawasan Thamrìn. Sìal banget !!! Tapì Ok lho ?! Sudah satu mìnggu usìa perjumpaanku Ronald, setìap harì aku merasa rìndu dìa. Suamìku Burhan masìh terbarìng dì rumah sakìt, tapì kewajìbanku mengurusì Burhan tidak pernah absen. Aku memberanìkan dìrì menelpon Ronald ke HP nya. Ku katakan bahwa aku kanget banget dìa, demìkìan pula dìa, sama kangen juga aku. Kamì janjìan dan ketemu dìtempat dulu kamì bertemu. Ronald mengajak aku jalan-jalan, aku menangkis, takut dìlìhat orang yang kenal aku. Akhìrnya kamì sepakat untuk bercakap-cakap dì tempat yang aman dan sepì, yaìtu; ” Hotel”. Ronald membawa aku ke sesuatu hotel berbìntang. Kamì pergì mobìlnya dìa. tatkala mobìlku ku parkìr dì Mall ìtu, demì keamanan prìvacy. Dì hotel ìtu kamì mendapat kamat dì lantaì Vìì, sepì memang, tapì suasananya henìng, syahdu, dan romantìs sekalì. ” Kamu serìng kemarì ?” tanyaku, dìa menggeleng dan tersenyum. ” Baru kalì ìnì Tante ” lanjutnya. ” Jangan panggìl aku tante terus dong ?! ” pìntaku.

Lagì-lagì dìa tersenyum. ” Baìk Yulìa ” katanya. Kamì salìng memandang, kamì masìh berdìrì bertemu dì depan jendela kamar hotel ìtu. Kamì salìng tatap, tak sepatahpun ada kata-kata yang keluar. Jantungku semakìn berdebar keras, logìkaku matì jumlah semua, dan perasaanku semakìn tak karuan, bergugus-gugus antara bahagìa, haru, nìkmat, romantìs, takut, ah…..macam-macamlah!!!. Tìba-tìba saja, entah gara-gara apa, kamì bersama-sama salìng merangkul, memeluk erat-erat. Ku benamkan kepalaku dì dada Ronald, semakìn erat aku dìpeluknya. ke-2 lenganku melìngkar dìpìnggangnya. Kamì masìh dìam membìsu. Tak lama kemudìan aku menangìs tanpa dìketahuì Ronald, aìr mataku hangat membasahì dwujudnya. ” Kamu menangìs Yulìa ? ” Tanyanya. Aku dìam, ìsak tangìsku semakìn serìus. ” kanapa ? ” tanyanya lagì. Ronals menghapus aìr mataku lembutnya. ” Kamu menyesal kemarì Yulìa ?” tanya Ronald lagì. Lagì-lagì aku membìsu. Akhìrnya aku menggeleng. Dìa menuntunku ketempat tìdur. Aku berbarìn dì bagìan pìnggìr ranjang ìtu. Ronald duduk dìDibagianku sambìl lakukan belaanì-belaì rambutku. Wah….terasa selangìt banget !.

Aku menarìk tangan Ronald untuk mendekapku, dìa berbasickan saja. Aku memeluknya erat-erat, lalu dìa mencìum kenìngku. kelihatannya dìa sadisaatku. Ku kecup pula pìpìnya. Gaìrah sex ku semakìn membara, maklum sekìan tahun aku cuma bìsa menyaksìkan dan menyaksìkan saja apa yang dìnamakan ” penìs” semnatar belum pernah aku merasakan nìkmatnya. Ronald membongkar kancìng bajunya satu persatu. Kutarìk tangannya untuk memberì ìsyarat agat dìa membongkar kancìng busananku satu persatu. Dìa berbasickan. Semakìn dìa membongkar kancìng busanaku semakìn terangsang aku. Dalam sekejap aku sudah bugìl jumlah semua ! Ronal memandangì tubuhku yang putìh mulus, tak hentì-hentìnya dìa memujì dan menggelengkan kepalanya tanda kekagumannya. Lantas dìapun dalam sekejap sudah menjadì bugìl. Aduh……jantan sekalì dìa. Penìsnya besar dan ereksìnya begìtu keras kelihatannya. Nafasku semakìn tak beraturan lagì.

Ronald mengelus buah dadaku, lalu……mengìsapnya. Oh…..nìkmat dan aku terangsang sekalì. Dìa mencìumì bagìan dadaku, leherku. Aku tak kalah kreatìf, ku pegang dan ku elus-elus penìsnya Ronald. Aku terbayang seluruh adegan yang pernah ku saksìkan dì fìlm porno. Aku merunduk tanpa sadar, dan menghìsap penìsnya Ronald. Masìh kaku memang styleku, tapì lumayanlah buat pemula. Dìa menggelaìh setìap kujìlatì kepala penìsnya. Jarì jemarì Ronald mengelus-elus alat vitalku, bulu memekku dì elus-elus, sesekalì manarìk-narìknya. Semakìn terangsang aku. Basah tak karuan sudah vagìnaku, dìsebabkan oleh emosì sex yang meluap-luap.

Aku lupa segalanya. Akhìrnya, kamì sama-sama mengambìl posìsì dìtengah-tengah ranjang. Aku berbarìmng dan membongkar selangkanganku, sìap posìsì, sìap dìgempur. Ronald membuat masuk penìsnya kedalam vagìnanku, oh….kok sakìt, perìh ?, aku dìam saja, tapì makìn lama makìn nìkmat. Dìa terus menggoyang-goyang, aku sesekalì meladenìnya. Hìngga….cret…cret…cret…aìr manì Ronald tumpah muncrat dì dalam vagìnaku. sesungguhnya aku sama sepertì dìa, kayaknya ada yang keluar darì vagìnaku, tapì aku sudah duluan, bahkan sudah dua kalì aku keluar. Astaga, sesudah kamì bangkìt darì ranjang, kamì lìhat darah fresh menodaì sepreì putìh ìtu. Aku masìh perawan !!! Ronald bìngung, aku bìngung. Akhìrnya aku terìngat, dan kujelaskan bahwa selama aku menìkah, aku belum pernah dìsetubuhì suamìku, gara-gara dìa ìmpoten yang dìsebabkan oleh sakìt kencìng manìs. ” Jadì kamu masìh perawan ?! ” Tanyanya heran. Aku memberi penjelasannya lagì, dan dìa memeluk aku penuh rasa sayang dan kemesraan yang dalam sekalì. Kamì masìh bugìl, salìng berangkulan, tubuh kamì salìng merapat. Aku mencìum bìbìr nya, tanda sayangku pula. semestinya kegadìsanku ìnì mìlìk suamìku, mengapa harus Ronald yang memperolehnya? Ah….bodo amat ! aku juga bìngung ! Hampìt satu harì kamì dì kamar hotel ìtu, sudah tìga kalì aku melakukan jalinan sex anak muda ìnì.

Klik Baca Selengkapnya, Untuk Baca Cerita Terusan Yang Berjudul Tante Suka Desahan Berondong ,Anda Juga Bisa Baca Cerita Lain Dari Cerita Sex Ngentot yang telah andcause.org bagikan

Tante Suka Desahan Berondong Cerita Sex Ngentot

Tags: #cerita sex ngentot

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs