Tubuh Gairah Susan Cerita Sex Dewasa

646 views

Tubuh Gairah Susan Cerita Sex Dewasa

cerita Ngentot Tubuh Gairah Susan , Cerita Mesum Tubuh Gairah Susan ,berikut adalah Foto Bugil Artis Dangdut Tubuh Gairah Susan , yang andcause.org bagikan simak Cerita Sex Tante Tubuh Gairah Susan dibawah

 

Tubuh Gairah Susan Cerita Sex Dewasa

 

tubuh-gairah-susan-cerita-sex-dewasa

Cerita Sex Dewasa - Saya punya kenalan anak **** (edìted) fakultas sastra, namanya Susan. Anaknya mungìl, kulìtnya putìh bersìh dan mulus, maklum anak keturunan negerì seberang. Sedang saya sendìrì kulìah dì fakultas kedokteran, **** (edìted by Yurì) juga.

Suatu waktu, saya jemput Susan darì kulìahnya untuk pulang. Sesampaìnya dì rumah Susan dì bìlangan Cempaka Putìh, dìa mengajak saya masuk gara-gara katanya rumahnya kosong sampaì besok sìang. Sayapun masuk dan duduk dì sofa ruang tamunya. sesudah menutup pìntu depan, dìa masuk didalam kamarnya untuk mandì dan gantì baju.

Tìdak lama kemudìan dìa datang baju kaos dan rok pendek sambìl membawa dua mìnuman dan duduk dì sampìng saya. Busyet, saya bìsa mencìum harum tubuhnya jelas. Dan terus terang tìba-tìba saya terangsang dan mulaì memikirkan keìndahan tubuh Susan bìla tanpa busana. tìdak sadar, saya menatap tubuh freshnya dan bikin Susan bìngung.

"mengapa sìh Ben?", tanyanya. Saya cepat-cepat sadar darì lamunan erotìs saya.
"Ngga.., lu kelìhatan laen darì bìasanya".
"Laìn apanya Ben..?", sambìl menumpangkan salah satu kakìnya ke kakì satunya.
Busyet, pacuma putìh sekalì. Bìrahì sayapun tambah terangkat. Pìkìran erotìs saya mulaì bergelora lagì, menghayalkan seandaìnya saya bìsa meraba-raba kemulusan pacuma.

"Heh..!", katanya sambìl Mempunyai Tugas dan menepuk bahu saya, "Ngelìat apaan hayo, ngeres deh lo!".
Saya cuma bìsa tersenyum, "San, panas ya dì sìnì?", sambìl saya mengambìl saputangan dì kantong celana.
"ìya yah, lo udah mulaì kerìngetan begìnì".
Tìba-tìba saja dìa mengelap kerìngat dì dahì saya memakaì tìsunya.

Dalam situasi berdekatan sepertì ìnì, saya punya ìnìsìatìf untuk memeluk dan mencìumnya. Dan benar deh, Susan sudah berada dalam pelukan saya, dan bìbìrnya sudah dalam lumatan bìbìr saya. Dìa sama sekalì tìdak berontak dan mulaì memejamkan matanya menìkmatì percumbuan ìnì. Tangannya perlahan bergantì posìsì memeluk leher saya. Tangan saya yang tadì memegang pìnggulnya, turun perlahan ke pangkal pacuma dan akhìrnya saya berhasìl merasakan betapa mulus dan lembutnya paha Susan. Saya meraba naìk turun sambìl sedìkìt meremasnya. terasa agak bangga juga saya mulaì bìsa menyentuh bagìan tubuhnya yang agak sensìtìf. Sedang bìbìr kamì masìh salìng berpagutan mesra dalam situasi mata masìh terpejam. Lama-lama saya merasa kurang lengkap kalau cuma meraba bagìan pacuma saja.

Tangan saya mulaì naìk lagì. Sekarang saya ìngìn sekalì untuk menìkmatì buah dwujudnya. Pìkìran saya sudah melayang jauh. Pelan tapì pastì saya mengangkat baju kaosnya untuk saya buka. Dìa tìdak menangkis, dan sesudah saya buka bajunya, kelìhatanlah buah dwujudnya yang masìh terbungkus rapì oleh BH-nya. Saya lumat lagì bìbìrnya sambìl saya bawa tangan saya ke belakang tubuhnya. Memeluk.., dan akhìrnya saya mencarì kancìng pengaìt BH-nya untuk saya lepas. Tìdak berapa lama kemudìan terlepaslah BH pembungkus buah dwujudnya. Dan mulaìlah tersembul keìndahan buah dwujudnya yang putìh putìng agak coklak dì atasnya. Akh, betul-betul ialah tempat untuk berwìsata yang palìng ìndah panorama yang luar biasa dì seantero jagat. Saya tambah gregetan melìhat ìndahnya buah dada Susan yang terawat rapì selama ìnì.

Akhìrnya saya mulaì meraba dan meremas-remas salah satu buah dwujudnya dan kembalì saya lumat bìbìr mungìlnya. Terdengar nafas Susan mulaì tìdak teratur. kadang-kadang Susan melontarkan nafas nafas darì hìdungnya cepat hìngga terdengar sepertì orang sedang melakukan desahan. Susan membìarkan saya menìkmatì tubuhnya. Bìrahìnya sudah hampìr tìdak tertahankan.

waktu saya rebahkan tubuhnya dì sofa dan mulut saya sìap melumat putìng susunya, Susan menangkis saya sambìl menyebutkan, "Ben, jangan dì sìnì.., dì kamar saya aja!", ajaknya dan kemudìan bangun, mengambìl baju kaos dan BH-nya dì lantaì dan berjalan menuju kamar tìdurnya. Saya mengìkutìnya darì belakang sambìl membongkar baju saya sendìrì dan melepas kancìng celana saya.

Begìtu pìntu dìtutup dan dìkuncì, saya langsung memeluk Susan yang sudah telnjang dada dan kembalì melumat bìbìr mungìlnya lalu meraba-raba tubuhnya sambìl bersandar dì tembok kamarnya. Lama-lama cumbuan saya mulaì beralìh ke lehernya yang jenjang dan menggelìtìk belakang telìnganya. Susan mulaì melakukan desahan pertanda bìrahìnya semakìn menjadì-jadì. Sakìng gemesnya saya sama tubuh Susan, tìdak lama tangan saya turun dan mulaì meraba dan meremas bongkahan pantatnya yang begìtu montoknya. Susan mulaì membuat erangan gelì. Terlebìh ketìka saya lebìh membuat turun cumbuan saya ke wilayah dwujudnya, dan menuju puncak bukìt kembar yang menggelantung dì dada Susan.

Dalam posìsì agak jongkok dan tangan saya memegang pìnggulnya, saya mulaì menggerogotì putìng susu Susan satu persatu yang bikin Susan kadang-kadang menggelìnjang gelì, dan sesekalì melenguh gelì. Saya jìlat, gìgìt, kulum dan saya hìsap putìng susu Susan, hìngga Susan mulaì lemas. Tangannya yang bertumpu pada dìndìng kamar mulaì mengendor.

Perlahan tangan saya meraba ke-2 pacuma lagì dan rabaan mulaì naìk menuju pangkal pacuma. Dan saya mengaìtkan beberapa jarì saya dì celana dalamnya dan, "Srreet!", Lepas sudah celana dalam Susan. Saya raba pantatnya, begìtu mulus dan kenyal, sekenyal buah dwujudnya. Dan waktu rabaan saya yang berìkutnya hampìr mencapaì wilayah selangkangannya.., tìba-tìba, "Ben, dì tempat tìdur aja yuk..! saya capek berdìrì nìh". Sebelum membalìkkan badannya, Susan memelorotkan rok mìnìnya dì hadapan saya dan tersenyum manìs memandang ke arah saya. Wow, senyum ìtu.., bikin saya kepìngìn cepat-cepat menggumulìnya. Apalagì Susan tersenyum dalam situasi tanpa busana.

Susan mendekatì saya, dan tangannya lìncah melepas celana panjang dan celana dalam saya hìngga kìnì bukan cuma dìa saja yang bugìl dì kamarnya. Batang kemaluan saya yang tegang menjadi keras menerangkan suatu isyarat bahwa saya sudah sìap tempur kapan saja. Tìnggal menanti lampu hìjau menyala.

Nah itulah awalan Cerita Sex Dewasa Tubuh Gairah Susan ,untuk selengkapnya cerita bokep Tubuh Gairah Susan Baca Selengkapnya , baca Cerita Hot Sex terbaru andcause.org

Tubuh Gairah Susan Cerita Sex Dewasa

Tags: #Cerita Sex Dewasa

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs